7 Makanan Khas Hari Raya Galungan Bali, Ada Favoritmu?

Hari Raya Galungan merupakan salah satu hari besar umat Hindu di Bali yang memperingati kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan). Perayaan ini berlangsung setiap 210 hari berdasarkan kalender Bali dan menjadi momen penting bagi umat Hindu. Tahun ini, Hari Raya Galungan jatuh pada 17 Juni 2026.
Galungan bukan hanya identik dengan kegiatan persembahyangan. Perayaan ini juga kaya akan tradisi turun-temurun yang masih dijaga hingga kini. Selain deretan penjor yang menghiasi jalan-jalan di Bali, Hari Raya Galungan juga identik dengan berbagai makanan khas yang disiapkan untuk keluarga maupun persembahan.
Lantas, apa saja makanan khas yang identik dengan Hari Raya Galungan di Bali? Yuk, simak daftarnya berikut ini!
1. Lawar

Lawar merupakan salah satu hidangan yang kerap hadir saat Hari Raya Galungan. Makanan khas Bali ini terbuat dari campuran sayuran, kelapa parut, bumbu base genep, dan daging cincang yang diaduk hingga merata.
Jenis lawar pun beragam, dari lawar babi, lawar nangka, lawar kacang panjang, dan lain-lain. Rasanya gurih dan kaya rempah, biasanya lawar disajikan sebagai pelengkap berbagai hidangan utama saat Hari Raya Galungan.
2. Tape ketan

Tape ketan atau yang sering disebut tape Galungan dibuat saat Hari Penyekeban, yakni tiga hari sebelum Hari Raya Galungan. Proses pembuatannya menggunakan beras ketan yang difermentasi hingga menghasilkan rasa manis dan sedikit asam.
Makanan ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut setelah menikmati hidangan utama. Teksturnya lembut dengan aroma khas hasil fermentasi.
3. Sate lilit

Sate lilit menjadi salah satu ikon kuliner Bali yang banyak disajikan saat Hari Raya Galungan. Berbeda dengan sate pada umumnya, daging yang digunakan dicincang terlebih dahulu, lalu dicampur dengan kelapa parut dan aneka bumbu khas Bali.
Adonan tersebut kemudian dililitkan pada batang serai atau bambu sebelum dipanggang. Tesktur satenya lembut, aroma rempah yang kuat, dan cita rasa gurih yang khas.
4. Urutan babi
Urutan babi merupakan sosis tradisional khas Bali. Dibuat dari daging babi cincang dan lemak yang dibumbui rempah-rempah. Adonan tersebut dimasukkan ke dalam usus babi, lalu dikeringkan sebelum dimasak.
Saat Galungan, urutan babi sering menjadi lauk pendamping berbagai sajian. Rasanya gurih dengan aroma rempah yang kuat. Cocok disantap bersama nasi hangat dan lawar.
5. Balung kuah
Balung kuah merupakan hidangan berkuah dengan tulang dan daging babi. Kuahnya dimasak dengan aneka rempah khas Bali yang menghasilkan rasa gurih dan sedikit pedas. Makanan ini sering disajikan saat perayaan Galungan, karena cocok disantap bersama nasi putih.
6. Jaja laklak

Jaja laklak merupakan jajanan tradisional Bali yang sering hadir saat Galungan. Kue ini terbuat dari tepung beras yang dimasak menggunakan cetakan khusus. Bentuknya mirip surabi dengan tekstur lembut dan sedikit berpori.
Biasanya jaja laklak disajikan dengan taburan kelapa parut dan siraman gula merah cair. Perpaduan rasa manis dan gurihnya membuat jajanan ini cocok dinikmati sebagai camilan.
7. Tum ayam

Tum ayam merupakan hidangan yang terbuat dari daging ayam cincang yang dicampur bumbu khas Bali. Dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang.
Teksturnya lembut dengan cita rasa rempah yang meresap hingga ke dalam. Selain menjadi lauk pendamping saat Galungan, tum ayam juga sering menjadi bagian dari hidangan persembahan dalam tradisi masyarakat Bali.
Itu dia beberapa makanan khas Hari Raya Galungan di Bali. Jika kamu berkesempatan merayakan Galungan di Bali, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi berbagai makanan khasnya, ya.


















