Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Etika Penting Saat WFC di Kafe Negara Lain, Jangan Sembarang!

5 Etika Penting Saat WFC di Kafe Negara Lain, Jangan Sembarang!
Ilustrasi kerja bareng teman (pixabay.com/algedroid)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya memahami etika saat work from cafe di luar negeri karena setiap negara punya budaya dan aturan berbeda terkait penggunaan ruang publik.

  • Lima etika utama yang dibahas meliputi memesan ulang secara berkala, memakai headset, memilih meja sesuai kebutuhan, memahami budaya memberi tip, dan memperhatikan batas waktu penggunaan meja.

  • Penerapan etika tersebut menunjukkan rasa hormat terhadap pemilik kafe serta pelanggan lain, sekaligus menciptakan pengalaman bekerja yang nyaman dan profesional di berbagai negara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bekerja dari kafe atau work from cafe (WFC) sudah menjadi kebiasaan banyak orang, terutama bagi pekerja jarak jauh dan digital nomad. Saat bepergian ke luar negeri, kafe sering menjadi pilihan tempat bekerja karena menawarkan suasana nyaman, akses internet, dan makanan yang mudah dijangkau.

Namun, kebiasaan WFC yang dianggap normal di Indonesia belum tentu diterima di negara lain. Setiap negara memiliki budaya, aturan, dan etika tersendiri yang perlu kamu pahami agar tetap menghormati pemilik usaha maupun pelanggan lainnya. Berikut beberapa etika penting saat WFC di kafe negara lain yang wajib kamu ketahui.

1. Pesan ulang secara berkala

Ilustrasi coffee shop library
Ilustrasi coffee shop library (pexels.com/billow926)

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat WFC adalah duduk berjam-jam hanya dengan satu gelas minuman. Di beberapa negara, terutama yang memiliki budaya kafe yang ramai, tindakan ini bisa dianggap kurang sopan karena kamu menggunakan fasilitas dalam waktu lama tanpa memberikan kontribusi tambahan kepada bisnis tersebut.

Karena itu, biasakan untuk memesan ulang makanan atau minuman secara berkala jika memang berencana bekerja dalam waktu yang cukup lama. Selain membantu mendukung operasional kafe, tindakan ini juga menunjukkan bahwa kamu menghargai tempat yang sudah menyediakan ruang kerja sementara. Tidak harus memesan makanan mahal setiap saat. Secangkir kopi tambahan atau camilan ringan biasanya sudah cukup untuk menunjukkan itikad baik sebagai pelanggan.

2. Selalu gunakan headset

ilustrasi WFC
ilustrasi WFC (pexels.com/TBD Tuyên)

Saat mengikuti rapat daring, menonton video referensi, atau menerima panggilan kerja, penggunaan headset menjadi hal yang sangat penting. Banyak negara memiliki budaya menghargai ketenangan di ruang publik, termasuk di dalam kafe.

Memutar suara langsung dari laptop atau ponsel dapat mengganggu pelanggan lain yang sedang bekerja, membaca, atau mengobrol. Bahkan di beberapa tempat, tindakan tersebut bisa dianggap tidak menghormati orang sekitar.

Selain menjaga kenyamanan bersama, headset juga membantu kamu lebih fokus saat bekerja. Suara dari luar menjadi lebih teredam sehingga produktivitas tetap terjaga meskipun suasana kafe cukup ramai.

3. Pilih meja sesuai kebutuhan

ilustrasi WFC di luar negeri
ilustrasi WFC di luar negeri (pexels.com/Nhà văn)

Tidak semua meja di kafe cocok digunakan untuk WFC dalam waktu lama. Jika kamu hanya datang sendiri dengan laptop, sebaiknya hindari menggunakan meja besar yang sebenarnya diperuntukkan bagi kelompok pelanggan.

Di negara-negara dengan tingkat kunjungan kafe yang tinggi, penggunaan meja sering kali menjadi perhatian. Menguasai meja besar sendirian saat kondisi kafe ramai dapat dianggap kurang etis karena mengurangi kesempatan pelanggan lain untuk mendapatkan tempat duduk.

Pilihlah meja yang sesuai dengan kebutuhanmu. Jika hanya membawa laptop dan secangkir kopi, meja kecil biasanya sudah lebih dari cukup. Dengan begitu, kamu tetap nyaman bekerja tanpa mengganggu kapasitas tempat bagi pelanggan lain.

4. Pahami budaya memberi tip

Ilustrasi bayar menggunakan QRIS
Ilustrasi bayar menggunakan QRIS (pexels.com/Tom Tillhub)

Budaya memberi tip berbeda-beda di setiap negara. Ada negara yang menjadikan tip sebagai hal umum, sementara negara lain justru tidak mengharapkannya sama sekali. Misalnya, di Amerika Serikat, memberikan tip sering dianggap sebagai bagian dari etika pelayanan. Sebaliknya, di Jepang, memberi tip justru bisa dianggap tidak biasa karena pelayanan yang baik sudah dianggap sebagai standar.

Sebelum melakukan WFC di luar negeri, ada baiknya kamu mencari informasi mengenai kebiasaan lokal terkait tip. Memahami budaya setempat dapat membantu menghindari kesalahpahaman sekaligus menunjukkan rasa hormat kepada pekerja layanan yang melayani kebutuhanmu selama berada di kafe.

5. Ketahui aturan waktu (time limit)

ilustrasi WFC outdoor
ilustrasi WFC outdoor (pexels.com/Anna Shvets)

Beberapa kafe di berbagai negara menerapkan aturan waktu penggunaan meja, terutama saat jam sibuk. Aturan ini biasanya dibuat agar lebih banyak pelanggan memiliki kesempatan menggunakan tempat yang tersedia.

Sebagai contoh, ada kafe yang membatasi penggunaan meja selama 90 menit hingga dua jam ketika kondisi sedang ramai. Ada pula yang secara jelas menuliskan aturan tersebut pada menu, papan informasi, atau situs resmi mereka.

Karena itu, sebelum mulai bekerja, perhatikan informasi yang tersedia atau tanyakan langsung kepada staf jika diperlukan. Dengan memahami aturan time limit, kamu bisa mengatur jadwal kerja lebih baik sekaligus menghindari situasi yang membuat staf atau pelanggan lain merasa tidak nyaman.

Melakukan WFC di luar negeri memang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus produktif. Namun, kenyamanan bekerja tidak boleh membuat kamu mengabaikan etika dan budaya setempat.

Mulai dari memesan ulang secara berkala, menggunakan headset, memilih meja yang sesuai, memahami budaya memberi tip, hingga mengetahui aturan time limit, semuanya merupakan bentuk penghargaan terhadap pemilik kafe dan pelanggan lain. Dengan menerapkan etika sederhana ini, pengalaman WFC di negara lain akan terasa lebih nyaman, profesional, dan menyenangkan bagi semua pihak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More