Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Benteng Tertua di Indonesia, Usianya Capai Ratusan Tahun
Benteng Belgica (instagram.com/made.in.achmad25)
  • Benteng Rotterdam di Makassar, dibangun Kerajaan Gowa-Tallo pada 1545, disebut sebagai benteng tertua dalam daftar dan kini menaungi Museum La Galigo.
  • Benteng Marlborough, Vastenburg, dan Vredeburg merekam jejak kekuasaan Inggris maupun Belanda, sebelum beralih dari fungsi pertahanan atau militer menjadi destinasi wisata.
  • Benteng Belgica di Banda Neira pernah terkait perlawanan monopoli rempah VOC, berbentuk segi lima, dan resmi masuk Situs Warisan Dunia pada 1995.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masih dalam bulan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, banyak orang memilih merayakannya dengan ikut lomba 17 Agustusan di wilayah tempat tinggal. Beberapa yang lain memilih untuk berkunjung ke museum.

Namun, sejarah yang panjang membuat negara ini memiliki banyak tempat wisata bersejarah yang cocok banget untuk merayakan momen kemerdekaan. Salah satunya adalah berkunjung ke beberapa benteng tua yang tersebar di berbagai wilayah.

Berikut rekomendasi benteng tertua di Indonesia yang menjadi saksi bisu perjuangan bangsa. Mumpung masih dalam suasana kemerdekaan, kamu bisa banget mendatanginya, lho!

1. Benteng Marlborough, Bengkulu

Benteng Marlborough (instagram.com/maul_mindset05)

Jauh sebelum Belanda datang, Inggris sudah lebih dulu menancapkan kekuasaannya di Indonesia, seperti di Bengkulu. Di kota ini, kamu bahkan masih bisa menemukan bentang peninggalan Inggris yang dibangun pada 1713. Dikenal dengan nama Benteng Marlborough, benteng ini dibangun pada era Gubernur Joseph Collet. Sedangkan namanya sendiri diambil dari gelar bangsawan John Churchill, yaitu Duke of Marlborough.

Di masa pemerintahan Inggris, tempat ini bukan hanya menjadi tempat pertahanan, tetapi juga pusat pemerintahan Inggris di Bengkulu. Ketika Inggris berlalu, benteng ini digunakan oleh pemerintahan Belanda dari tahun 1852—1942.

Kini, Benteng Marlborough sudah gak lagi digunakan untuk aktivitas militer apa pun. Namun, arsitekturnya yang masih khas abad ke-17 membuat bangunan ini banyak dikunjungi wisatawan yang ingin mengabadikan momen.

Lokasi: Jalan Benteng, Kebun Keling, Kecamatan Tlk. Segara, Bengkulu.

Jam operasional: Selasa sampai Minggu pukul 08.00-16.00 WIB.

Harga: Rp5.000.

2. Benteng Vastenburg, Surakarta

Benteng Vastenburg (instagram.com/agungjunazil)

Benteng Vastenburg dikenal dengan arsitektur khas Eropa yang megah. Benteng ini sendiri termasuk salah satu benteng yang cukup tua di Indonesia. Pembangunannya sendiri dimulai sejak 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama Baron van Imhoff. Pada masa-masa awal kemerdekaan, benteng ini digunakan oleh TNI sebagai markas.

Fungsinya kemudian berubah menjadi tempat latihan prajurit TNI pada tahun 1970-1980. Sama seperti benteng sebelumnya, Benteng Vastenburg kini sudah beralih fungsi menjadi lokasi wisata. Pada momen tertentu, benteng ini juga sering digunakan sebagai lokasi pagelaran seni.

Lokasi: Jalan Jend. Sudirman, Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah.

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB.

Harga: Rp5.000.

3. Benteng Rotterdam, Makassar

Benteng Rotterdam (instagram.com/mridhoramadhana)

Jika kebanyakan benteng yang ada di Indonesia dibangun oleh Belanda, maka beda ceritanya dengan Fort Rotterdam atau Benteng Rotterdam. Pasalnya, benteng ini justru pertama kali dibangun oleh Kerajaan Gowa-Tallo pada 1545, yang membuatnya menjadi benteng tertua di Indonesia.

Dulu benteng ini dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang. Namun, setelah Perjanjian Bongaya pada 1667, Belanda mengubahnya menjadi Fort Rotterdam. Memiliki luas 2,5 hektare, benteng ini terdiri dari 16 bangunan megah.

Kini salah satu bangunan tersebut difungsikan sebagai Museum La Galigo dan memiliki banyak koleksi peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Asyiknya lagi, lokasi Benteng Rotterdam juga gak jauh dari Pantai Losari. Jadi, sehabis puas belajar sejarah, kamu bisa mampir ke pantai untuk bersantai menikmati keindahan lautan.

Lokasi: Jalan Ujung Pandang, Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00–18.00 WITA.

Harga: Rp5.000.

4. Benteng Vredeburg, Yogyakarta

Benteng Vredeburg (instagram.com/adjis90)

Di Yogyakarta juga ada benteng yang populer. Namanya Vredeburg Fort atau Benteng Vredeburg. Sama seperti benteng yang ada di Makassar, Benteng Vredeburg juga dibangun oleh Keraton Yogyakarta atas perintah Sri Sultan Hamengkubuwono I pada 1760.

Sedihnya, benteng ini dibangun dekat keraton bukan untuk melindungi keraton dari ancaman, tetapi justru digunakan Belanda untuk mengawasi pergerakan di Keraton Yogyakarta. Untungnya, kini Benteng Vredeburg sudah beralih fungsi sebagai salah satu tempat wisata populer di Yogyakarta. Memiliki luas 2.100 meter persegi, benteng ini memiliki banyak spot yang bagus banget buat dipakai berfoto. 

Lokasi: Jalan Margo Mulyo Nomor 6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta.

Jam operasional:

  • Selasa sampai Kamis pukul 08.00-19.30 WIB.

  • Jumat sampai Minggu pukul 08.00-20.30 WIB.

  • Senin tutup.

Harga: Rp10.000-Rp20.000.

5. Benteng Belgica, Banda Neira

Benteng Belgica (instagram.com/made.in.achmad25)

Gak kalah dari daerah lain, Banda Neira ternyata juga punya benteng bersejarah. Dikenal dengan nama Benteng Belgica, benteng ini dulunya digunakan oleh penduduk Banda untuk melawan monopoli perdagangan rempah yang dilakukan oleh VOC. Pada 1611, benteng ini diambil alih oleh Belanda sebelum akhirnya direbut paksa oleh Inggris pada 1796.

Keunikan benteng ini ada pada arsitekturnya yang berbentuk segi lima. Makanya, gak heran kalau banyak yang menjuluki benteng ini sebagai The Indonesian Pentagon.

Pada 1995, Benteng Belgica resmi masuk dalam Situs Warisan Dunia. Lebih istimewanya lagi, benteng ini juga punya pemandangan menawan karena berhadapan langsung dengan Laut Banda Neira yang terkenal indah.

Lokasi: Jalan Belgica, Desa Nusantara, Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00–17.00 WIT.

Harga: Rp20.000.

Dibandingkan dengan wisata bersejarah lain, ide berkunjung ke benteng masih jarang terpikirkan oleh banyak orang. Padahal, meski kebanyakan dibangun oleh Belanda, benteng-benteng ini juga pernah menjadi saksi bisu perjuangan bangsa kita untuk merebut kemerdekaan. Buat kamu yang suka sejarah, kamu wajib mengunjungi benteng-benteng ini, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article