Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar Gunung di Nusa Tenggara Timur yang Bisa Jadi Destinasi Pendakian

Daftar Gunung di Nusa Tenggara Timur yang Bisa Jadi Destinasi Pendakian
ilustrasi salah satu gunung di NTT (unsplash.com/ELISA KERSCHBAUMER)
  • NTT menawarkan sembilan destinasi pendakian dengan lanskap beragam, dari hutan montana, savana, batu cadas, hingga kawah vulkanik, melengkapi pesona pantai dan lautnya.
  • Gunung Mutis merupakan yang tertinggi di daftar ini, 2.458 mdpl, sedangkan Kelimutu menyediakan trekking ringan menuju tiga danau kawah yang warna airnya berubah.
  • Sejumlah gunung berapi aktif seperti Ebulobo, Iya, Sirung, dan Egon menuntut pendaki memantau status vulkanik, akses, cuaca, serta mengikuti arahan otoritas dan pengelola setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nusa Tenggara Timur (NTT) mungkin lebih dulu dikenal lewat pantai-pantai berpasir putih, laut sebening kaca, Pulau Komodo, hingga kampung-kampung adat yang masih menjaga tradisi. Namun, pesona NTT gak berhenti di garis pantainya saja. Semakin masuk ke pedalaman, lanskapnya perlahan berubah menjadi perbukitan, hutan, savana, dan pegunungan dengan pengalaman wisata berbeda.

Bagi pencinta alam, kawasan pegunungan NTT punya daya tarik tersendiri. Medannya beragam, pemandangannya khas, dan perjalanan menuju puncaknya seringkali membawa siapa pun lebih dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Kalau selama ini NTT hanya ada dalam daftar tujuan wisata pantai dan laut, mungkin sudah waktunya melihat sisi lainnya. Berikut daftar gunung di NTT yang bisa menjadi pilihan destinasi pendakian.

  1. 1. Gunung Mutis

    Gunung Mutis (instagram.com/bbksda_ntt)
    Gunung Mutis (instagram.com/bbksda_ntt)

    Gunung Mutis adalah gunung tertinggi di Pulau Timor dengan ketinggian sekitar 2.458 meter di atas permukaan laut (mdpl). Terletak di perbatasan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara, NTT; kawasan ini dilindungi sebagai bagian dari Taman Nasional Mutis Timau.

    Salah satu daya tariknya adalah perpaduan hutan montana, savana, dan hutan bonsai yang membuat suasana pendakian terasa berbeda dari gunung-gunung di Jawa. Jalur menuju puncak dapat dimulai dari kawasan Fatumnasi, melewati hutan bonsai, dan hamparan padang sebelum mencapai puncak.

  2. 2. Gunung Inerie

    ilustrasi Gunung Inerie
    ilustrasi Gunung Inerie (unsplash.com/_M_V_)

    Gunung Inerie berada di Kabupaten Ngada, Flores dengan ketinggian sekitar 2.245 mdpl. Gunung ini terkenal karena bentuknya yang simetris mirip piramida dan menjadi salah satu lanskap ikonik kawasan Bajawa.

    Pendakian biasanya dimulai pada dini hari untuk mengejar matahari terbit, dengan waktu rata-rata sekitar 3 - 5 jam. Jalurnya tergolong menantang karena terdapat bagian berbatu dan curam dengan minim pepohonan sebagai peneduh. Dari atas, kamu dapat melihat panorama perbukitan Ngada, Desa Bena di lereng Inerie, hingga bentang laut di kejauhan.

  3. 3. Gunung Kelimutu

    ilustrasi Danau Kawah Kelimutu
    ilustrasi Danau Kawah Kelimutu (unsplash.com/Pierre-Yves Burgi)

    Gunung Kelimutu merupakan gunung berapi aktif di Pulau Flores, NTT dengan ketinggian 1.639 mdpl. Gunung ini terkenal karena memiliki tiga danau kawah di puncaknya yang disebut Danau Tiga Warna dengan warna air yang dapat berubah seiring waktu.

    Perjalanan menuju kawasan danau dilakukan melalui jalur yang sudah tertata. Dari pintu masuk taman nasional, kendaraan dapat masuk hingga area parkir, dilanjutkan dengan trekking ringan menuju puncak dan titik pandang sekitar 30 - 45 menit berjalan santai. Inilah yang membuat Kelimutu bisa dinikmati oleh siapa pun.

  4. 4. Gunung Ebulobo

    ilustrasi mendaki gunung
    ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Tobias Mrzyk)

    Gunung Ebulobo adalah gunung berapi stratovolcano aktif setinggi 2.124 mdpl di Kabupaten Nagekeo, Flores. Gunung ini dikenal juga sebagai Emburombu atau Puncak Nage Keo, dan berbentuk kerucut yang sangat simetris.

    Akses menuju puncaknya dapat dilakukan melalui beberapa jalur dengan waktu pencapaian puncak sekitar empat jam. Namun, ada catatan penting bahwa gunung ini merupakan gunung api sehingga pendakian gak bisa disamakan dengan wisata trekking biasa. Kondisi aktivitas vulkanik dan rekomendasi keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum merencanakan perjalanan.

  5. 5. Gunung Iya

    ilustrasi kawasan pegunungan di NTT
    ilustrasi kawasan pegunungan di NTT (pexels.com/Sony Feo)

    Gunung Iya di Ende termasuk dalam daftar gunung api yang memiliki ketinggian sekitar 600 meter dan berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Ende. Puncaknya menawarkan pemandangan indah ke arah Teluk Ende dan Pulau Ende.

    Meski relatif rendah, jalur pendakian gunung ini cukup terjal. Selain itu, gunung ini bisa menjadi opsi eksplorasi bagi pendaki berpengalaman ketika kondisi dan akses memungkinkan. Karena termasuk gunung api, informasi mengenai status aktivitas gunung dan kawasan yang boleh dimasuki harus menjadi acuan utama sebelum berangkat.

  6. 6. Gunung Babnain

    ilustrasi panorama padang savana
    ilustrasi panorama padang savana (unsplash.com/Marcella Oscar)

    Gunung Babnain dengan ketinggian 2.308 mdpl di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Gunung ini sering dijuluki permata tersembunyi karena menawarkan panorama padang savana yang indah, kabut tipis, dan kawanan kuda liar.

    Waktu tempuh pendakian gunung ini sekitar 4 - 6 jam dari desa terdekat. Kondisi jalurnya masih sangat alami, terjal, minim fasilitas, dan belum ada penanda jalur resmi. Sehingga, kamu perlu menggunakan pemandu lokal dan mempersiapkan fisik serta navigasi yang matang.

  7. 7. Gunung Fatuleu

    puncak Gunung Fatuleu
    puncak Gunung Fatuleu (instagram.com/satyawinnie)

    Gunung Fatuleu berada di Kabupaten Kupang dan memiliki ketinggian 1.108 mdpl. Gunung ini terkenal dengan formasi batu cadas yang besar dan unik, serta menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dari area sekitarnya.

    Karakteristik jalur pendakian di sini didominasi oleh batuan cadas yang sangat curam. Selain itu, sudut kemiringan tebing mencapai 60 hingga 90 derajat sehingga jalurnya nyaris vertikal. Kamu wajib memiliki persiapan fisik yang prima, tenaga ekstra, serta pemandu lokal.

  8. 8. Gunung Sirung

    kawah di Gunung Sirung
    kawah di Gunung Sirung (instagram.com/alorisland)

    Gunung Sirung di Pulau Pantar, Kabupaten Alor bisa menjadi destinasi pendakian. Pendakian gunung setinggi 862 mdpl ini relatif singkat, memakan waktu sekitar satu jam jalan kaki dari Desa Mauta menuju tepi kaldera. Namun, tetap memerlukan kewaspadaan tinggi karena statusnya sebagai gunung api aktif.

    Kondisi jalurnya melewati padang sabana luas dengan tanjakan yang menantang. Selain itu, kepulan asap belerang di sekitar kawah cukup pekat sehingga pendaki disarankan untuk membawa masker. Karena merupakan gunung berapi aktif, selalu pantau informasi terkini dari pos pengamatan atau otoritas setempat sebelum memulai perjalanan.

  9. 9. Gunung Egon

    ilustrasi naik gunung
    ilustrasi naik gunung (pexels.com/Vlad Bagacian)

    Gunung Egon berada di Kabupaten Sikka, Flores dan mempunyai ketinggian 1.703 mdpl. Secara umum, gunung ini bisa didaki dan sering dikunjungi pendaki dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Namun, karena ini adalah gunung berapi aktif, status buka tutupnya bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada tingkat aktivitas vulkaniknya.

    Lokasi jalurnya bisa lewat Desa Blidit atau Desa Nangatobong dengan karakteristik cukup terjal, terbuka, dan panas pada siang hari. Semakin tinggi, kamu akan disuguhi lanskap dramatis berupa kawah aktif yang sesekali mengeluarkan asap belerang. Pemandangan dari puncaknya bisa melihat hamparan laut biru, perbukitan hijau, hingga kota-kota kecil sekitar Flores.

    NTT bukan hanya tentang pantai, laut, dan pulau-pulau eksotis. Di balik lanskap pesisirnya, provinsi ini juga menyimpan deretan gunung dengan karakter yang beragam. Bagi pencinta alam dan pendakian, menjelajahi gunung-gunung di NTT bisa menjadi cara lain untuk menikmati keindahannya. Namun sebelum mendaki, pastikan mengurus izin kepada pengelola atau pihak berwenang setempat, mengecek kondisi jalur dan cuaca, serta memastikan kondisinya aman untuk dikunjungi, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More