Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Potret Kehidupan Suku Sasak di Desa Sade Lombok Sebelum Kebakaran

10 Potret Kehidupan Suku Sasak di Desa Sade Lombok Sebelum Kebakaran
Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
  • Masyarakat Suku Sasak di Desa Sade, Lombok, masih mempertahankan budaya asli dalam kehidupan berkelompok di perkampungan adat.
  • Perempuan dan remaja menenun serta memintal benang, sementara kain, gelang, dan kalung etnik dijual kepada wisatawan dengan harga berdasarkan bahan, motif, dan tingkat kesulitan.
  • Desa Sade terbuka bagi pengunjung untuk melihat aktivitas warga; anak-anak membantu berdagang, bapak-bapak bekerja di belakang layar, dan nenek-nenek menyambut tamu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebelum terbakar habis, Desa Adat Sade yang berada di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dikenal sebagai destinasi utama favoritnya para turis lokal maupun mancanegara saat liburan ke Lombok. Sebanyak 150 rumah dikabarkan habis terbakar, sekitar 89 rumah di antaranya merupakan rumah adat Suku Sasak. Sebanyak 300 warga pun terdampak, meski tidak ada laporan korban jiwa.

Sejumlah masyarakat Suku Sasak selama ini dikenal hidup secara mengelompok di daratan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mereka tinggal dalam perkampungan-perkampungan adat. Salah satunya di Desa Sade. Masyarakat Suku Sasak yang hidup di perkampungan Sade masih mempertahankan budaya aslinya. Meski demikian, mereka sangat terbuka dengan pendatang atau tamu yang ingin melihat cara hidup masyarakat tersebut.

Oleh karena itu, Desa Adat Sade selama ini menjadi lokasi wisata yang menarik para turis dari berbagai belahan dunia. Para pelancong yang datang bisa melihat langsung bagaimana mereka menjalani kehidupan dan mata pencahariannya. Kamu bisa menengok kehidupan Suku Sasak sebelum kebakaran di Desa Adat Sade yang dikumpulkan dalam bingkai potret berikut ini.

  1. 1. Beginilah potret depan Kampung Sade yang berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat

    Potret suasana Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
    Potret suasana Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
  2. 2. Para perempuan umumnya bekerja menjadi penenun kain

    Potret penduduk Desa Sade saat menenun (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
    Potret penduduk Desa Sade saat menenun (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
  3. 3. Para remaja pun sudah lihai memintal benang. Kamu bisa belajar dari mereka, lho

    Potret warga Desa Sade di Lombok saat menenun (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
    Potret warga Desa Sade di Lombok saat menenun (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
  4. 4. Kain tenunan itu dijual kepada para wisatawan. Harganya sesuai bahan, motif, dan tingkat kesulitan

    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
  5. 5. Selain kain, mereka juga memproduksi gelang-gelang unik dari benang

    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
  6. 6. Para wisatawan dapat membeli berbagai hasil kerajinan tangan penduduk Desa Sade. Selain kain tenun, ada juga aksesoris seperti kalung ini

    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
  7. 7. Anak-anak turut menunggui dagangan selepas pulang sekolah, membantu para orangtua berjualan

    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
  8. 8. Bapak-bapak bekerja di belakang layar, seperti ini

    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
  9. 9. Nenek-nenek berperan menyambut tamu di beranda rumah

    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
  10. 10. Semua warga ramah dan mengembangkan senyumnya. Kehangatan mereka membuat para turis selalu merasa diterima dan betah selama di Desa Sade

    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)
    Potret penduduk Desa Sade di Lombok (IDN Times/Hanum Putri Anjani)

    Sayangnya, kini Desa Adat Sade ludes dilalap si jago merah pada Sabtu malam (22/08/2026). Tak ada yang tersisa dari warisan budaya Nusantara ini, selain hanya kenangan dan foto yang sempat diabadikan para wisatawan. Apakah kamu pernah mengunjungi Desa Sade sebelumnya? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More