Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berapa Lama Mendaki Gunung Dempo? Ini Estimasi dan Tipsnya!
ilustrasi Gunung Dempo (commons.wikimedia.org/Febi andika valendra)
  • Pendakian Gunung Dempo dari Kampung IV ke puncak memakan waktu sekitar 6–10 jam, tergantung kondisi fisik, cuaca, dan ritme perjalanan tiap pendaki.
  • Medan pendakian bervariasi dari kebun teh terbuka hingga hutan terjal yang menuntut stamina ekstra, terutama menjelang puncak dengan jalur licin saat musim hujan.
  • Waktu ideal mulai mendaki adalah pukul 04.00–06.00 pagi agar terhindar dari panas dan tiba di puncak sebelum siang, dengan persiapan fisik serta perlengkapan yang efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gunung Dempo menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Sumatra Selatan yang banyak diburu pendaki pemula hingga yang sudah berpengalaman. Dengan ketinggian sekitar 3.178 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini menawarkan pemandangan kebun teh yang luas, hutan tropis yang asri, hingga panorama kawah aktif yang bikin perjalanan terasa indah.

Pada akhirnya, banyak pendaki yang penasaran tentang berapa lama mendaki Gunung Dempo. Pertanyaan tersebut cukup sering muncul, terutama buat mereka yang baru pertama kali berencana naik ke gunung yang berada di kawasan Pagar Alam ini. Estimasi waktu pendakian Gunung Dempo sendiri cukup bervariasi, tergantung kondisi fisik, cuaca, dan ritme perjalanan.

Supaya kamu bisa mempersiapkan pendakian dengan lebih matang, berikut penjelasan lengkap soal durasi pendakian Gunung Dempo dari jalur populer Kampung IV. Tertarik buat mendaki Gunung Dempo?

1. Berapa lama mendaki Gunung Dempo?

ilustrasi mendaki bersama guide lokal (pexels.com/Kamaji Ogino)

Secara umum, waktu pendakian Gunung Dempo dari titik awal Kampung IV menuju puncak membutuhkan sekitar 6—10 jam. Jalur ini merupakan rute paling populer yang sering digunakan para pendaki karena aksesnya relatif mudah dijangkau.

Kalau kamu punya kondisi fisik yang cukup prima dan berjalan dengan ritme stabil tanpa terlalu banyak berhenti, puncak bisa dicapai dalam waktu sekitar 6—7 jam. Sementara itu, kalau pendakian dilakukan dengan santai sambil beberapa kali istirahat, estimasi waktu rata-ratanya ada di kisaran 7—8 jam.

Buat pendaki pemula, perjalanan bisa memakan waktu lebih lama, bahkan 9—10 jam. Ini sangat normal karena jalur Gunung Dempo memiliki karakter trek yang cukup menguras tenaga, terutama saat memasuki area tanjakan terjal menjelang puncak.

Makanya, kalau kamu bertanya berapa lama mendaki Gunung Dempo, jawabannya tidak bisa disamaratakan. Semua bergantung pada kesiapan fisik dan strategi perjalanan yang kamu terapkan.

2. Seperti apa medan pendakian yang memengaruhi durasi?

Salah satu alasan kenapa durasi pendakian Gunung Dempo bisa cukup panjang adalah karakter jalurnya yang beragam. Dari Kampung IV, perjalanan biasanya diawali dengan melintasi area perkebunan teh yang terbuka.

Di bagian ini, trek memang masih tergolong ramah. Namun, karena minimnya naungan, kamu bakal cukup cepat merasa kepanasan kalau mulai mendaki terlalu siang. Itulah kenapa banyak pendaki memilih start pagi buta atau dini hari.

Setelah melewati perkebunan teh, jalur mulai masuk ke kawasan hutan. Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai. Trek berubah jadi lebih lembap dan licin saat musim hujan, serta didominasi oleh tanjakan yang cukup konsisten.

Semakin mendekati puncak, jalurnya makin terjal dan menuntut stamina ekstra. Banyak pendaki menyebut bagian akhir pendakian Gunung Dempo sebagai sesi yang paling bikin kaki terasa berat.

Faktor medan seperti ini jelas sangat memengaruhi waktu tempuh. Kalau cuaca sedang kurang bersahabat, seperti hujan atau kabut tebal, perjalanan bisa lebih lama karena kamu harus berjalan lebih hati-hati.

3. Kapan waktu terbaik untuk mulai mendaki?

Gunung Dempo di Pagaralam, Sumatera Selatan (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)

Kalau target kamu adalah sampai puncak dengan waktu yang ideal, memilih jam mulai pendakian itu penting banget. Sebagian besar pendaki biasanya memulai perjalanan sekitar pukul 04.00—06.00 pagi.

Kenapa harus sepagi itu? Karena suhu masih cukup bersahabat dan kamu bisa menghindari terik matahari saat melintasi area perkebunan teh. Selain itu, start lebih pagi bikin peluang sampai puncak sebelum siang jadi lebih besar.

Kalau kamu mendaki dengan estimasi santai 7—8 jam, mulai pukul 05.00 pagi, berarti kemungkinan besar kamu sudah tiba di puncak sekitar tengah hari. Musim pendakian juga sangat berpengaruh. Saat musim kemarau, jalur biasanya lebih kering dan waktu tempuh cenderung lebih cepat. Sebaliknya, musim hujan bikin trek licin sehingga perjalanan bisa melambat cukup signifikan.

4. Tips supaya pendakian lebih cepat dan tidak terlalu melelahkan

ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Katya-Wolf)

Kalau ingin waktu pendakian tetap sesuai estimasi, ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan sebelum naik Gunung Dempo.

  1. Pastikan kondisi fisik sudah siap. Tidak harus atlet, tapi minimal biasakan jogging atau latihan naik turun tangga beberapa minggu sebelumnya.

  2. Bawa perlengkapan secukupnya. Carrier yang terlalu berat bikin langkah cepat terasa lambat. Fokus pada perlengkapan esensial seperti air minum, jas hujan, makanan ringan, headlamp, dan pakaian hangat.

  3. Atur ritme jalan sejak awal. Banyak pendaki pemula terlalu semangat di awal, lalu cepat kehabisan tenaga. Lebih baik jalan stabil dengan kecepatan konstan.

  4. Terakhir, jangan terlalu lama saat istirahat. Cukup 5 sampai 10 menit untuk memulihkan tenaga sebelum lanjut.

Jadi, kalau kamu masih bertanya berapa lama mendaki Gunung Dempo, rata-rata jawabannya adalah 7 sampai 8 jam untuk perjalanan santai, atau sekitar 6 sampai 10 jam tergantung kondisi. Dengan persiapan yang matang, perjalanan menuju salah satu gunung ikonik Sumatra ini bakal terasa lebih aman dan menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team