Besarnya pengeluaran tentu bergantung pada kebutuhan dan gaya hidup masing-masing orang. Tinggal di kamar kos bersama penghuni lain akan membutuhkan bujet berbeda dibandingkan menyewa apartemen sendiri, begitu pula kebiasaan makan di hawker centre dibandingkan restoran setiap hari. Kalau kamu sedang mempertimbangkan Singapura sebagai tempat tinggal sementara atau ingin traveling lebih lama, tiga pos pengeluaran berikut bisa menjadi gambaran awal untuk menyusun bujet tiap bulannya.
Biaya Hidup di Singapura, Berapa Bujet Tiap Bulannya?

- Tempat tinggal menjadi pengeluaran terbesar; sewa kamar bersama berkisar 600–800 dolar Singapura per bulan, sedangkan studio di pinggiran mencapai 1.200–2.400 dolar Singapura.
- Biaya makan dapat ditekan lewat hawker centre, food court, atau memasak; MRT dan bus menjadi opsi transportasi yang lebih hemat dibanding taksi maupun kendaraan pribadi.
- Tagihan utilitas, internet, telepon, laundry, dan kebutuhan pribadi turut memengaruhi bujet; total biaya hidup bergantung pada hunian, kebiasaan makan, mobilitas, serta gaya hidup.
Singapura sering menjadi pilihan bagi orang Indonesia yang ingin liburan, kuliah, atau bekerja di luar negeri karena lokasinya dekat dan akses transportasinya sangat mudah. Namun, sebelum memutuskan tinggal lebih lama di negara ini, biaya hidup di Singapura perlu diperhitungkan dengan cermat karena harga tempat tinggal, makanan, dan kebutuhan sehari-hari bisa jauh berbeda dibandingkan di Indonesia.
1. Tempat tinggal menjadi pengeluaran terbesar

ilustrasi komplek apartemen di Singapura (unsplash.com/Kelvin Han) Tempat tinggal biasanya menjadi pos pengeluaran paling besar ketika kamu menetap di Singapura. Pilihannya cukup beragam, mulai dari menyewa satu kamar di apartemen bersama, kamar dengan fasilitas bersama, hingga apartemen studio, tetapi harga sangat dipengaruhi lokasi, luas ruangan, kondisi bangunan, serta fasilitas yang tersedia. Hunian yang berada dekat pusat kota atau stasiun MRT biasanya memiliki harga sewa lebih tinggi dibandingkan tempat tinggal di kawasan pinggiran.
Salah satu pilihan untuk menekan pengeluaran adalah menyewa satu kamar di hunian bersama. Berdasarkan referensi biaya yang tersedia, kamar sewaan dapat berada di kisaran 600–800 dolar Singapura per bulan atau sekitar Rp7,7–10,3 juta jika menggunakan asumsi kurs Rp12.879 per dolar Singapura. Sementara itu, apartemen studio di kawasan pinggiran dapat mencapai sekitar 1.200–2.400 dolar Singapura per bulan, setara dengan sekitar Rp15,5–31,2 juta.
Harga tersebut menunjukkan bahwa pilihan tempat tinggal akan sangat menentukan total biaya hidup di Singapura. Jika kamu hanya traveling atau liburan selama beberapa hari, tentu biaya akomodasi perlu dihitung dengan sistem harian dan pilihan seperti hotel atau hostel akan lebih relevan. Namun, kalau kamu berencana tinggal selama sebulan atau lebih, menyewa kamar dan berbagi fasilitas bisa menjadi pilihan yang jauh lebih masuk akal daripada menyewa apartemen pribadi.
Lokasi juga sebaiknya tidak hanya dinilai berdasarkan harga sewanya. Kamar yang sedikit lebih mahal tetapi berada dekat MRT atau halte bus dapat membantu mengurangi biaya transportasi sekaligus membuat waktu tempuh ke tempat kerja, kampus, atau kawasan wisata lebih singkat. Karena itu, sebelum menyewa tempat tinggal, perhatikan juga akses transportasi, fasilitas di sekitar hunian, serta apakah tagihan listrik, air, dan internet sudah termasuk dalam biaya sewa.
2. Makan dan transportasi paling mudah disesuaikan

ilustrasi Hawker Centre (unsplash.com/ANNIE HATUANH) Biaya makan di Singapura tidak selalu semahal yang dibayangkan karena ada banyak pilihan makanan terjangkau di hawker centre dan food court. Satu kali makan di tempat seperti ini bisa berada di kisaran 5–10 dolar Singapura, sedangkan makan di restoran tentu membutuhkan bujet lebih besar. Jika kamu memasak sendiri, pengeluaran untuk makanan juga dapat ditekan, meskipun harga bahan pangan tetap perlu diperhitungkan ketika menyusun anggaran bulanan.
Kebiasaan makan akan sangat menentukan pengeluaran dalam sebulan. Jika kamu membeli sarapan, makan siang, dan makan malam di luar setiap hari tentu membutuhkan bujet lebih besar dibandingkan mereka yang memasak atau memilih hawker centre untuk sebagian besar waktu makan. Untuk traveling atau liburan, kamu bisa menentukan batas pengeluaran makanan per hari agar keinginan mencoba kuliner khas Singapura tidak membuat bujet perjalanan membengkak.
Transportasi justru menjadi salah satu pengeluaran yang relatif mudah dikendalikan karena Singapura memiliki jaringan MRT dan bus yang menjangkau banyak kawasan. Tarif transportasi publik ditentukan berdasarkan perjalanan, sehingga total pengeluaran akan mengikuti seberapa sering kamu berpindah tempat. Dibandingkan menggunakan taksi atau kendaraan pribadi setiap hari, MRT dan bus biasanya menjadi pilihan yang lebih hemat untuk traveling maupun aktivitas rutin.
Penggunaan transportasi umum juga cukup praktis karena banyak kawasan wisata dapat dijangkau dengan MRT kemudian dilanjutkan berjalan kaki. Untuk perjalanan yang lebih sering, kamu bisa menggunakan metode pembayaran transportasi yang sesuai dengan kebutuhan, sedangkan wisatawan dapat mempertimbangkan pilihan tiket khusus jika memang lebih menguntungkan untuk durasi liburannya. Dengan begitu, biaya transportasi tidak perlu menjadi pos yang terlalu besar hanya karena kamu sering berpindah dari satu kawasan wisata ke kawasan lainnya.
3. Tagihan dan kebutuhan pribadi ikut menentukan total bujet

ilustrasi Singapura (unsplash.com/Han Le) Selain tempat tinggal, makanan, dan transportasi; ada sejumlah pengeluaran lain yang sering terlupakan ketika menghitung biaya hidup di Singapura. Tagihan listrik, air, internet, paket telepon, laundry, perlengkapan mandi, hingga kebutuhan rumah tangga bisa menambah pengeluaran setiap bulan. Besarnya biaya tersebut bergantung pada jenis hunian dan kesepakatan dengan pemilik tempat tinggal, karena sebagian apartemen atau kamar sewaan sudah memasukkan beberapa tagihan ke dalam harga sewa.
Sebagai gambaran, referensi biaya hidup yang tersedia mencatat kebutuhan dasar seperti listrik, pendingin ruangan, air, dan pengelolaan sampah sekitar 214 dolar Singapura per bulan. Paket data dan telepon berada di kisaran 23 dolar Singapura, sedangkan internet rumah sekitar 48 dolar Singapura per bulan. Angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak karena penggunaan setiap orang berbeda, sementara penyewa kamar tertentu mungkin sudah mendapatkan fasilitas internet atau utilitas sebagai bagian dari biaya sewa.
Kebutuhan pribadi juga perlu dipisahkan dari pengeluaran wajib agar lebih mudah dikendalikan. Belanja pakaian, perlengkapan sehari-hari, laundry, hiburan, hingga aktivitas akhir pekan dapat membuat pengeluaran bertambah tanpa terasa, terutama jika kamu tinggal selama beberapa bulan. Untuk traveling atau liburan, pos ini dapat disesuaikan dengan agenda karena Singapura juga memiliki banyak pilihan hiburan gratis, seperti taman kota, area tepi laut, ruang publik, dan sejumlah kawasan wisata yang bisa dinikmati tanpa tiket masuk.
Jadi, tidak ada patokan angka pasti yang bisa menggambarkan biaya hidup di Singapura. Pilihan tempat tinggal, kebiasaan, frekuensi menggunakan transportasi, dan gaya traveling akan menentukan seberapa besar uang yang perlu disiapkan setiap bulan. Kalau kamu punya kesempatan tinggal di Singapura selama sebulan, bagian mana yang paling ingin kamu hemat tempat tinggal, makan, atau transportasi?




















