Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potret Tugu Samin yang berada di kawasan Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro (IDN Times/Ardiansyah Fajar)
  • Geopark Bojonegoro, Jawa Timur, resmi menjadi UNESCO Global Geopark setelah sebelumnya berstatus geopark nasional, berkat nilai geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budayanya.

  • Lima geopark Indonesia mempertahankan Green Card melalui revalidasi UNESCO: Raja Ampat, Belitong, Merangin Jambi, Ijen, dan Maros Pangkep.

  • Belitong kembali meraih Green Card pada 2026 setelah berstatus Yellow Card pada 2024, usai pengelola, pemerintah, dan masyarakat menindaklanjuti rekomendasi UNESCO.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabar membanggakan datang lagi dari dunia pariwisata dan kekayaan alam Nusantara! Melansir dari unggahan akun Instagram resmi Kementerian Pariwisata RI @kemenpar.ri, Sidang Dewan UNESCO Global Geoparks yang berlangsung pada 2-4 November 2026 membawa hasil manis bagi taman bumi (geopark) kebanggaan Tanah Air.

Menanggapi pencapaian ini, Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan status UNESCO Global Geopark adalah amanah dunia, di mana ia meminta semua pengelola untuk konsisten menjaga kelestarian dan mematuhi penuh rekomendasi dari asesmen Dewan UGGp demi mempertahankan Green Card untuk keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat.

Penasaran geopark mana saja di Indonesia yang berhasil meraih predikat internasional ini? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Bojonegoro resmi naik kelas jadi UNESCO Global Geopark

Kabar paling menggembirakan datang dari Bojonegoro, Jawa Timur. Geopark Bojonegoro yang sebelumnya berstatus geopark nasional, kini resmi lolos dan naik predikat sebagai Bojonegoro UNESCO Global Geopark.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa kekayaan situs geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya di Bojonegoro punya nilai universal yang luar biasa di mata dunia. Sementara itu, untuk usulan Geopark Ranah Minang Silokek, statusnya saat ini Deferred dan diberikan kesempatan dua tahun untuk melengkapi rekomendasi dari UNESCO.

Lima Geopark Indonesia sukses pertahankan Green Card

Potret keindahan Raja Ampat (IDN Times/Dewi Suci Rahayu)

Selain penetapan geopark baru, sidang Dewan UGGp juga mengumumkan hasil revalidasi untuk lima UNESCO Global Geopark di Indonesia. Hasilnya, kelimanya berhasil mengamankan predikat Green Card!

Kelima geopark yang sukses meraih Green Card tersebut adalah:

  • Raja Ampat UNESCO Global Geopark.

  • Belitong UNESCO Global Geopark.

  • Merangin Jambi UNESCO Global Geopark.

  • Ijen UNESCO Global Geopark.

  • Maros Pangkep UNESCO Global Geopark.

Predikat Green Card ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat di kelima destinasi tersebut dinilai konsisten dan berjalan dengan sangat baik.

Perjalanan pantang menyerah Belitong Geopark dari Yellow Card kembali ke Green Card

Potret liburan di Belitong (IDN Times/Lia Hutasoit)

Salah satu kisah paling menginspirasi datang dari Belitong UNESCO Global Geopark. Pada proses revalidasi tahun 2024 lalu, Belitong sempat menerima predikat Yellow Card dan diberikan waktu dua tahun untuk melakukan pembenahan.

Pengelola bersama pemerintah dan masyarakat lokal bergerak cepat menindaklanjuti lima rekomendasi UNESCO, serta empat saran perbaikan dari asesor. Hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor tersebut membuahkan hasil manis di tahun 2026 ini dengan berhasil menjemput kembali status Green Card.

Pencapaian ini makin membuktikan bahwa alam Indonesia tak cuma indah untuk berfoto, tetapi juga memiliki nilai sejarah bumi yang sangat bernilai tinggi. Dari daftar geopark di atas, mana nih yang sudah pernah kamu kunjungi atau masuk ke bucket list liburanmu berikutnya?

Curated For You

Editorial Team

Related Article