Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara ke Wae Rebo dari Surabaya beserta Tips Wisata

Cara ke Wae Rebo dari Surabaya beserta Tips Wisata
Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur (pexels.com/1918s _)
Intinya Sih
  • Perjalanan ke Wae Rebo dari Surabaya dimulai dengan penerbangan atau kapal menuju Labuan Bajo sebagai gerbang utama sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Desa Denge.
  • Dari Labuan Bajo, wisatawan menempuh jalur darat sekitar 5–7 jam menuju Desa Denge, titik terakhir kendaraan bermotor sebelum trekking menuju desa adat Wae Rebo.
  • Trekking dari Desa Denge ke Wae Rebo memakan waktu 2–3 jam, disarankan memakai pemandu lokal dan berkunjung saat musim kemarau agar jalur lebih aman dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa yang gak terpesona sama keindahan Wae Rebo, "Negeri di Atas Awan" di Nusa Tenggara Timur (NTT)? Wae Rebo memang punya daya tarik yang luar biasa, mulai dari arsitektur rumah Mbaru Niang yang ikonik sampai suasana desa adat yang tenang banget.

Kalau kamu sedang merencanakan pelarian sejenak dari hiruk-pikuk Surabaya, artikel ini bakal kasih panduan lengkap biar perjalanan kamu lancar dan gak bingung di jalan. Menuju Wae Rebo memang butuh perjuangan yang lumayan ekstra karena letaknya cukup terpencil di Pegunungan Manggarai.

Namun, rasa lelah kamu bakal langsung hilang begitu melihat kabut tipis yang menyelimuti desa yang melingkar cantik ini. Yuk, simak cara ke Wae Rebo dari Surabaya mulai dari pilihan transportasi udara, jalur darat yang menantang, sampai tips penting biar trekking kamu tetap aman dan nyaman berikut ini.

1. Dari Surabaya ke Labuan Bajo sebagai titik awal

ilustrasi pesawat
ilustrasi pesawat (pexels.com/Atlantic Ambience)

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menuju Labuan Bajo, karena kota ini merupakan gerbang utama untuk mengeksplorasi daratan Flores. Pilihan yang paling direkomendasikan adalah menggunakan pesawat dari Bandara Juanda (SUB) menuju Bandara Komodo (LBJ). Sekarang sudah banyak maskapai yang melayani penerbangan langsung atau transit singkat di Denpasar, jadi kamu bisa menghemat waktu dan tenaga sebelum memulai petualangan darat yang panjang.

Kalau kamu punya waktu lebih banyak dan ingin pengalaman yang beda, kamu bisa mencoba jalur laut. Kamu bisa naik kapal Roro seperti KM Dharma Rucitra 7 atau 8 dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Perjalanan laut ini memang memakan waktu sekitar 1—2 hari, tapi harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan tiket pesawat. Selain itu, fasilitas kapal Roro saat ini sudah sangat nyaman. Kamu gak perlu khawatir bosan selama di perjalanan.

2. Perjalanan darat dari Labuan Bajo ke Desa Denge

ilustrasi traveler menggunakan motor
ilustrasi traveler menggunakan motor (unsplash.com/Jordan Opel)

Setelah mendarat atau berlabuh di Labuan Bajo, perjalanan kamu berlanjut ke arah timur menuju Desa Denge atau Dintor di Kecamatan Satar Mese Barat. Desa ini adalah titik terakhir yang bisa dijangkau oleh kendaraan bermotor sebelum kamu mulai berjalan kaki. Perjalanan darat ini bakal memakan waktu sekitar 5—7 jam, tergantung kondisi jalan dan seberapa sering kamu berhenti untuk memotret pemandangan Flores yang cantik.

Kamu punya beberapa pilihan transportasi untuk tahap ini. Kalau kamu pergi bareng rombongan, menyewa mobil, biasanya jenis Innova atau mobil 4WD adalah pilihan yang paling nyaman dan fleksibel. Namun, buat kamu yang solo traveling atau ingin lebih hemat, kamu bisa mencari jasa travel lokal atau menyewa motor. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima karena medan yang dilewati cukup berkelok-kelok dan menanjak, khas pegunungan Manggarai.

3. Persiapan trekking dari Desa Denge ke Wae Rebo

Wae Rebo
Wae Rebo (unsplash.com/Marcella Oscar)

Inilah inti dari petualangan kamu, yaitu berjalan kaki menembus hutan untuk sampai ke Desa Adat Wae Rebo. Dari Desa Denge, kamu harus melakukan trekking selama kurang lebih 2—3 jam. Jalurnya didominasi oleh tanjakan dan jalan setapak di tengah hutan yang rimbun. Meskipun melelahkan, udara segar dan suara burung-burung hutan bakal jadi teman perjalanan yang sangat menenangkan.

Sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu lokal agar kamu gak tersesat dan tetap aman di jalur. Kalau merasa membawa barang terlalu berat atau ingin menghemat waktu trekking, kamu bisa menyewa ojek dari desa menuju pos batas jalan terakhir yang bisa dilalui kendaraan. Cara ini lumayan efektif buat memangkas waktu jalan kaki, jadi energi kamu gak terlalu terkuras habis sebelum sampai di desa utama.

4. Tips saat berkunjung ke Wae Rebo

ilustrasi milky way di Wae Rebo, Flores
ilustrasi milky way di Wae Rebo, Flores (pexels.com/Alief Baldwin)

Biar liburan kamu maksimal, pemilihan waktu adalah kunci utama. Sangat disarankan untuk datang pada bulan April—November yang merupakan musim kemarau. Di bulan-bulan ini, jalur trekking cenderung kering dan gak licin, sehingga risiko terpeleset bisa diminimalisir. Selain itu, pemandangan langit malam di Wae Rebo saat musim kemarau biasanya jauh lebih bersih dan bertabur bintang (milky way).

Jangan lupa siapkan fisik dan barang bawaan dengan teliti. Karena Wae Rebo berada di ketinggian, suhunya sangat dingin terutama di malam hari, jadi pastikan kamu membawa pakaian hangat atau jaket. Gunakan sepatu trekking yang nyaman dan punya cengkeraman yang kuat.

Satu hal lagi yang paling krusial adalah membawa uang tunai secukupnya, karena di sana tidak ada ATM dan sinyal internet pun sangat terbatas. Siapkan dirimu untuk benar-benar unplugged dan menikmati alam di Wae Rebo, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More