Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cegah Overtourism, Venesia Berencana Naikkan Biaya Masuk pada 2027
Venesia, Italia (unsplash.com/Henrique Ferreira)
  • Pemerintah Venesia mempertimbangkan menaikkan biaya masuk wisatawan asing hingga maksimal 30 Euro pada 2027, dengan penerapan yang berpotensi diperluas sepanjang tahun.

  • Biaya masuk diperkenalkan pada 2024 untuk pengunjung harian; tarif 2026 berlaku pada tanggal tertentu, sementara pemesanan lebih awal lebih murah dan anak di bawah 14 tahun dikecualikan.

  • Sekitar 30 juta wisatawan mengunjungi Venesia tiap tahun, banyak yang hanya singgah sebentar, sehingga membebani bangunan, infrastruktur, lingkungan, dan kenyamanan warga lokal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Venesia, Italia untuk mencegah overtourism semakin parah pada 2027. Beberapa tahun belakangan, jumlah wisatawan asing yang datang melebihi kapasitas daya tampung kota kanal ini yang menyebabkan kerusakan pada lingkungan, infrastruktur, hingga kenyamanan hidup penduduk lokal.

Baru-baru ini, pemerintah setempat pun berencana untuk menaikkan biaya masuk ke Venesia bagi wisatawan asing hingga enam kali lipat di tahun depan. Namun, tentunya kebijakan ini harus didiskusikan dan disepakati oleh berbagai pihak sebelum disahkan. Lantas, bagaimana perkembangannya sejauh ini, ya?

1. Venesia berencana naikkan biaya masuk wisatawan asing pada 2027

Venesia, Italia (unsplash.com/Angelo Casto)

Pemerintah Venesia berencana untuk memperketat aturan biaya masuk bagi wisatawan asing. Tarif harian yang harus dibayar berpotensi naik hingga maksimal 30 Euro atau sekitar Rp610.000 mulai 2027. Bahkan, kebijakan tersebut dipertimbangan untuk diterapkan dalam jangka waktu yang lebih panjang dalam setahun, tidak hanya pada hari-hari libur nasional atau akhir pekan.

Dilansir dari Reuters, anggota dewan bidang anggaran dan perpajakan di kota kanal tersebut, Michele Zuin, mengatakan bahwa biaya masuk bagi wisatawan asing saat ini sebesar 5—10 Euro atau Rp100—200 ribuan terlalu rendah untuk mencegah overtourism. Namun, beliau mengatakan tarif harian baru ini masih harus didiskusikan dan disepakati bersama oleh berbagai pihak sebelum disahkan.

"Biaya masuk saat ini sebesar 5—10 Euro terjangkau bagi hampir semua orang, tetapi risikonya adalah tarif tersebut tidak lagi memiliki efek jera seperti yang seharusnya," kata Michele Zuin.

2. Kebijakan mulai berlaku pada 2024

Venesia, Italia (unsplash.com/Ljubomir Žarković)

Dalam pernyataan yang banyak diberitakan oleh media nasional pada Senin (21/9/2026) lalu, anggota dewan bidang anggaran dan perpajakan Venesia, Michele Zuin, juga memaparkan bahwa bahkan ada pembicaraan untuk menaikkan biaya masuk hingga 50 Euro. Namun, kemungkinan besar mereka hanya akan mematok atau memutuskan tarif maksimal sebesar 30 Euro tersebut.

Biaya masuk ke Venesia ini diperkenalkan pada 2024, sebagai "kebijakan yang hanya berlaku untuk pengunjung harian" pertama di dunia. Namun, jika wisatawan asing memesan tiket dari jauh-jauh hari sebelum tanggal kedatangan, mereka akan mendapatkan harga yang lebih murah daripada yang mendadak.

Selain itu, tidak semua wisatawan asing wajib membayar biaya masuk tersebut. Terdapat kategori-kategori tertentu menurut pemerintah Venesia yang dibebaskan dari pungutan ini, salah satunya adalah anak-anak yang usianya belum mencapai 14 tahun.

3. Overtourism ancam "ketenangan" Venesia

Venesia, Italia (unsplash.com/Angelo Casto)

Pada 2026, biaya masuk bagi wisatawan asing hanya diberlakukan pada hari-hari tertentu, dari 3 April 2026 hingga 26 Juli 2026, mulai pukul 08.30 pagi hingga 04.00 sore waktu setempat. Melalui pungutan tersebut, Venesia menyumbang lebih dari 5,2 juta Euro atau sekitar Rp106,45 miliar ke kas kota dari hasil penjualan hampir 680 ribu tiket.

Sementara itu, meski dikenal sebagai La Serenissima atau "kota yang paling tenang," faktanya adalah Venesia pada hari biasa pun sama sekali tidak tenang. Sekitar 30 juta wisatawan asing mengunjungi kota ini setiap tahun, yang sebagian besar adalah pengunjung harian yang datang dari wilayah Veneto atau turun dari kapal pesiar.

Mayoritas wisatawan asing hanya tinggal beberapa jam dan melihat sedikit hal selain landmark terkenal, seperti Jembatan Rialto, Istana Doge, dan Lapangan Santo Markus, serta akan membeli beberapa suvenir dan pergi. Pengunjung harian seperti itu hanya memberikan sedikit manfaat ekonomi bagi kota, tetapi jumlah mereka merusak bangunan-bangunan Venesia yang rapuh, membebani infrastrukturnya, dan menghambat kenyamanan penduduk lokal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article