- pagi: Probolinggo pukul 04.10 WIB → Surabaya pukul 06.45 WIB.
- sore dan malam: Surabaya pukul 18.10 WIB → Probolinggo pukul 20.57 WIB.
- malam: Probolinggo pukul 21.22 WIB → Surabaya pukul 23.36 WIB.
Commuter Line Surabaya-Probolinggo Bakal Beroperasi Sebelum Lebaran

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan pengoperasian Commuter Line Supaspro yang melayani rute Surabaya–Pasuruan–Probolinggo paling lambat pada 1 Maret 2026. Kepastian ini mengemuka setelah jajaran direksi PT KCI melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota Probolinggo untuk membahas kesiapan layanan.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan pihaknya siap menyambut kehadiran moda transportasi massal tersebut. Ia menilai rute baru ini selaras dengan arah pembangunan kota sebagai kawasan penyangga pelabuhan, pusat transit, dan destinasi pariwisata. Menurut Aminuddin, pembahasan terkait operasional Commuter Line Supaspro telah dilakukan sejak enam bulan lalu bersama DAOP 9 Jember dan kementerian terkait.
Harganya Rp8.000 sekali jalan
Pada tahap awal, PT KCI menyiapkan dua jadwal perjalanan pulang-pergi (PP) yang menghubungkan Probolinggo dan Surabaya. Berikut jadwal keberangkatannya.
Jadwal sementara (3 frekuensi):
Presiden Direktur PT KCI, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan tarif yang diusulkan tergolong terjangkau, karena mendapat dukungan subsidi. Perjalanan dengan jarak di bawah 85 kilometer, tarif dipatok sebesar Rp6.500 per perjalanan.
Sementara itu, untuk perjalanan di atas 85 kilometer dikenakan tarif Rp8.000, yang menjadi tarif maksimal untuk rute penuh Surabaya–Probolinggo. Meski demikian, penetapan tarif ini masih menunggu persetujuan resmi dari Kementerian Perhubungan.
Purnomosidi juga menjelaskan pembelian tiket nantinya hanya dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Access by KAI. Ke depan, PT KCI membuka peluang penambahan rangkaian kereta khusus rute Probolinggo–Surabaya apabila permintaan penumpang menunjukkan tren peningkatan setelah layanan resmi beroperasi.
Seiring rencana pengoperasian Commuter Line Supaspro, Pemerintah Kota Probolinggo turut menyiapkan strategi untuk memaksimalkan dampak ekonomi, terutama dari sektor pariwisata. Salah satunya melalui revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo, agar menjadi ikon destinasi utama yang lokasinya berdekatan dengan stasiun. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pergerakan wisatawan, menghidupkan UMKM di pusat kota, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata.


















