5 Kesalahan yang Harus Dihindari saat Solo Traveling di China

China merupakan destinasi populer yang menawarkan perpaduan unik antara sejarah kuno, modernitas, hingga kekayaan alam. Bahkan akses transportasi umum yang mudah membuat Negeri Tirai Bambu ini pun sangat ramah bagi para solo traveler, lho.
Bahkan, solo traveling ke China adalah cara praktis untuk lebih banyak berinteraksi dengan warga lokal. Namun, para solo traveler sering kali melakukan beberapa kesalahan yang jarang mereka sadari. Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.
1. Tidak belajar dasar-dasar bahasa China

Jangan cuma bermodalkan bahasa Inggris saat solo traveling ke China. Petunjuk dalam bahasa Inggris biasanya hanya ditemui di kota-kota besar di China saja. Sementara jika mengeksplorasi wilayah-wilayah kecil, keterangan maupun komunikasi akan sepenuhnya memakai bahasa China, lho.
Karena itu, siapkan dasar-dasar bahasa China sebelum solo traveling ke China, ya. Terutama, pelajari kalimat-kalimat simpel yang umumnya digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk menyapa warga lokal, tawar-menawar, menanyakan tempat, dan memesan makanan atau minuman di restoran.
2. Tidak siap cashless

Bukti kemajuan teknologi di China adalah hampir semua wilayah, baik di kota besar hingga pedesaan telah menerapkan pembayaran cashless atau nontunai, lho. Jadi, baiknya tidak perlu membawa terlalu banyak uang tunai saat solo traveling ke China.
Namun, tidak semua jenis pembayaran cashless berlaku saat pelesir ke China, nih. Hanya transaksi dengan WeChat Pay atau Alipay yang bisa dipakai. Jadi, kosongkan sedikit ruang di penyimpanan ponselmu untuk mengundul aplikasi-aplikasi tersebut, ya.
3. Itinerary yang terlalu padat

Meski ingin mengeksplor banyak tempat wisata di China, itinerary yang padat malah akan membuat perjalananmu kurang asyik. Saat solo traveling, sebaiknya kosongkan satu hari ataupun dua hari untuk menyusun rencana dadakan.
Nah, jangan ragu untuk meminta rekomendasi tempat wisata kepada warga lokal saat solo traveling. Hari yang telah kamu kosongkan itu dapat diisi dengan mengeksplorasi tempat wisata tersebut ataupun sekadar jalan-jalan santai di sekitar penginapan.
4. Tidak ikut tur harian

Tujuan solo traveling adalah untuk meningkatkan kemandirian dan self-healing. Namun, bukan berarti tanpa interaksi apa pun, lho. Bahkan mengikuti tur harian di China sangat disarankan guna menambah wawasan terkait tempat-tempat yang dikunjungi.
Tur harian akan dipandu oleh local guide yang biasanya mengetahui begitu banyak sejarah, budaya, dan fakta-fakta menarik, nih. Selain itu, tur harian juga merupakan cara yang praktis untuk mengunjungi tempat-tempat populer di China.
5. Tidak banyak persiapan

Solo traveling memang paling seru saat semua hal dilakukan secara spontan, nih. Namun, sebaiknya ubah sedikit mindset tersebut saat akan mengeksplor China, ya. Rencanakan dengan matang akomodasi dan transportasi yang akan digunakan selama liburan di China.
Tentukan jenis akomodasi apa yang akan dipesan. Jika kamu adalah seorang solo traveler, pilih hostel atau apartemen dengan fokus pada lokasi strategis dekat transportasi umum. Cara ini juga dapat sedikit menghemat pengeluaranmu selama traveling, lho.
Agar solo traveling ke China lancar, jadikan kesalahan-kesalahan di atas sebagai pelajaran. Persiapkan sebaik mungkin aplikasi-aplikasi untuk pembayaran cashless dan akomodasi yang tepat.

















