Daftar Negara Paling Sedikit Dikunjungi Turis, Kamu Mau ke Sini?
Kalau biasanya orang berlomba-lomba liburan ke destinasi populer seperti Paris, Bali, atau Tokyo, ternyata ada juga negara-negara yang justru sepi turis, lho. Jumlah kunjungannya bisa dibilang sangat sedikit, bahkan jauh dari kata ramai.
Meski demikian, bukan berarti negara-negara ini tidak menarik untuk dikunjungi. Justru suasana yang lebih tenang dan antimainstream menjadi daya tarik unik bagi wisatawan yang ingin pengalaman berbeda.
Penasaran negara mana saja yang masuk daftar paling sedikit dikunjungi turis? Yuk, simak daftarnya berikut ini!
1. Tuvalu jadi negara dengan jumlah kunjungan turis paling sedikit di dunia
Kalau biasanya negara kecil punya daya tarik unik yang bikin wisatawan penasaran, lain halnya dengan Tuvalu. Negara kepulauan di Samudera Pasifik ini justru tercatat sebagai destinasi dengan jumlah kunjungan turis paling sedikit di dunia.
Berdasarkan analisis Telegraph Travel terhadap data UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia PBB), Tuvalu hanya menerima sekitar 200 wisatawan saja dalam setahun. Jumlah ini bahkan setara dengan satu penerbangan saja.
Tidak ada data terbaru dari tahun 2023 dan 2024, tetapi tren sepertinya tidak jauh berbeda. Sebagai perbandingan, negara kecil lainnya seperti Mikronesia masih menerima sekitar 2.000 pengunjung, sementara Kepulauan Marshall kedatangan 6.500 orang.
2. Daftar negara dengan turis sedikit

Selain Tuvalu, ada beberapa negara lain yang juga minim wisatawan hingga 2024. Berikut daftar lengkapnya.
Tuvalu (200 orang).
Micronesia (2.000 orang).
Marshall Islands (6.500 orang)
Kiribati (8.200 orang).
Montserrat (9.000 orang).
Niue (11.000 orang).
Bhutan (21.000 orang).
Solomon Islands (25.100 orang).
Sao Tome and Principe (35.000 orang).
Comoros (45.000 orang).
3. Sekilas tentang Tuvalu
Tuvalu sendiri merupakan negara kecil dengan luas hanya 26 kilometer persegi dan populasi sekitar 11.500 orang. Terdiri dari sembilan pulau, lima di antaranya berupa atol karang. Kehidupan di sini sederhana, bahkan air bersih didapat dengan menampung air hujan, karena tidak ada sungai.
Negara yang dulu dikenal sebagai Ellice Islands ini merupakan anggota Commonwealth dengan sistem monarki parlementer, sehingga Inggris bertanggung jawab menjaga kedaulatannya. Ibu kotanya berada di Funafuti, satu-satunya tempat dengan fasilitas transportasi dan akomodasi. Uniknya, lebih dari separuh penduduk Tuvalu tinggal di pulau tersebut.
Diketahui, perjalanan dari Indonesia ke Tuvalu butuh waktu sekitar 37 jam dengan tiga kali transit. Rutenya biasanya dari Jakarta ke Sydney (Australia), lanjut ke Fiji, lalu baru bisa terbang ke Bandara Internasional Funafuti Atol di Tuvalu. Cukup panjang, ya!
Meski jarang dikunjungi, Tuvalu punya pesona tersendiri sebagai negara kecil di Pasifik dengan budaya yang unik dan kehidupan sederhana. Tantangan akses dan keterbatasan fasilitas mungkin jadi alasan minimnya wisatawan, tapi justru di situlah letak daya tariknya. Cocok banget buat kamu yang suka destinasi antimainstream!