5 Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Ultralight Hiking, Seru Abis!

Ultralight hiking kini makin digemari karena menawarkan pengalaman mendaki yang lebih praktis dan fleksibel. Dengan membawa perlengkapan seminimal mungkin, kamu bisa lebih menikmati jalur pendakian tanpa terbebani ransel berat. Tapi tentu saja, memilih gunung yang tepat jadi kunci agar pendakian tetap aman dan menyenangkan.
Indonesia punya banyak gunung ramah pendaki yang cocok untuk konsep ultralight hiking. Jalurnya relatif jelas, waktu tempuh singkat, dan tidak menuntut logistik berlebihan. Kalau kamu penasaran harus mulai dari mana, daftar gunung berikut bisa jadi inspirasi pendakian ringanmu berikutnya.
1. Gunung Prau, Jawa Tengah

Gunung Prau dikenal sebagai salah satu gunung favorit pendaki pemula hingga pencinta ultralight hiking. Jalur pendakiannya relatif landai dan bisa ditempuh dalam waktu singkat. Kondisi ini memungkinkan kamu membawa perlengkapan minimal tanpa mengurangi kenyamanan.
Selain jalurnya yang bersahabat, Gunung Prau juga punya banyak basecamp resmi yang tertata rapi. Akses air cukup mudah ditemukan sehingga tidak perlu membawa cadangan air berlebihan. Sunrise dengan latar Sindoro dan Sumbing jadi bonus manis dari pendakian ringan ini.
2. Gunung Andong, Jawa Tengah

Gunung Andong sangat cocok untuk ultralight hiking karena ketinggiannya yang tidak terlalu ekstrem. Jalur pendakiannya singkat dan bisa ditempuh hanya dalam hitungan jam. Ini membuat pendaki tak perlu membawa perlengkapan camping yang berat.
Meski singkat, pemandangan di puncak Gunung Andong tetap memanjakan mata. Hamparan awan dan siluet gunung-gunung di sekitarnya terasa sangat memuaskan. Cocok untuk kamu yang ingin mendaki santai tapi tetap dapat pengalaman alam yang maksimal.
3. Gunung Ijen, Jawa Timur

Gunung Ijen menawarkan jalur lebar dan tertata, sangat ramah untuk konsep ultralight hiking. Pendakian menuju kawahnya bisa dilakukan tanpa harus bermalam. Hal ini membuat beban logistik bisa ditekan seminimal mungkin.
Selain jalur yang jelas, fasilitas di kawasan Gunung Ijen juga cukup lengkap. Kamu bisa fokus membawa perlengkapan esensial saja seperti air, jaket, dan senter. Fenomena blue fire dan kawah hijau jadi daya tarik utama yang sulit dilewatkan.
4. Gunung Nglanggeran, Yogyakarta

Gunung Nglanggeran dikenal sebagai gunung api purba dengan jalur yang singkat dan terawat. Pendakiannya cocok untuk ultralight hiking karena tidak membutuhkan peralatan teknis. Waktu tempuh yang pendek membuatnya ideal untuk pendakian satu hari.
Meski tergolong rendah, pemandangan dari puncak Gunung Nglanggeran tetap mengesankan. Bentang alam khas batuan purba memberi pengalaman berbeda dari gunung pada umumnya. Cocok untuk kamu yang ingin hiking ringan dengan nuansa unik.
5. Gunung Bromo, Jawa Timur

Gunung Bromo juga bisa masuk daftar gunung untuk ultralight hiking jika memilih jalur yang tepat. Pendakian menuju kawah Bromo relatif singkat dan tidak terlalu menguras tenaga. Kamu pun tidak perlu membawa perlengkapan berat seperti carrier besar.
Area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki jalur wisata yang jelas dan aman. Dengan persiapan ringan, kamu sudah bisa menikmati lanskap lautan pasir yang ikonik. Pendakian singkat ini cocok untuk kamu yang ingin eksplor alam tanpa ribet.
Kalau ransel ringan sudah siap dan sepatu hiking tinggal dipakai, gunung-gunung ini bisa jadi tujuan seru berikutnya. Tinggal sesuaikan cuaca, waktu, dan kondisi tubuh, lalu nikmati sensasi ultralight hiking yang bikin nagih.


















