Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Desa Wotawati Gunungkidul Ditutup hingga Desember
Potret Lembah Bengawan Solo Purba Padukuhan Wotawati di Gunungkidul (youtube.com/Kalurahan Pucung)
  • Desa Wotawati atau Kampung Bengawan Solo Purba di Kalurahan Pucung, Gunungkidul, dikenal dengan suasana arsitektur perpaduan Majapahit dan Mataraman.
  • Pemerintah Kalurahan Pucung menutup kunjungan wisatawan ke Wotawati mulai 20 Juli hingga 21 Desember 2026 karena pembangunan Kawasan Terpadu Wotawati Tahap III.
  • Selama penutupan, wisatawan dapat mengunjungi alternatif sekitar Gunungkidul dan Wonogiri, seperti Pantai Sadeng, Wediombo, Jungwok, Desa Wisata Paranggupito, serta Waduk Gajahmungkur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Beberapa tahun terakhir, nama Desa Wotawati terasa cukup familier di kalangan wisatawan yang berlibur ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini juga disebut sebagai Kampung Bengawan Solo Purba Padukuhan Wotawati. Berbeda dengan desa wisata pada umumnya, Wotawait menawarkan suasana jadul ala Kerajaan Majapahit, lho!

Pagar-pagar rumah penduduk terbuat dari batu-bata merah dengan arsitektur perpaduan Majapahit dan Mataraman. Desa Wotawati ini sebenarnya adalah sebuah dusun yang terletak di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Jaraknya dari pusat Kota Yogyakarta sekitar 77 kilometer atau 2-3 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi.

Wisatawan dari berbagai daerah pun berbondong-bondong datang ke sini untuk menikmati suasana jadul yang ditawarkannya. Bagi kamu yang berencana ke sana dalam waktu dekat, sebaiknya urungkan niat tersebut, ya! Pasalnya, Desa Wotawati ditutup sementara dari kunjungan wisatawan hingga bulan Desember mendatang.

Hhmmm...kenapa, ya? Selengkapnya, simak informasinya di bawah ini, yuk!

Sedang ada proses pembangunan Kawasan Terpadu Wotawati Tahap III

Pemerintah Kalurahan Pucung menyampaikan alasan penutupan sementara Wotawati melalui akun Instagram resminya, yakni @kalurahan.pucung.

"Demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran proses pembangunan Kawasan Terpadu Wotawati Tahap III Tahun 2026, kami menginformasikan kepada seluruh wisatawan bahwa kunjungan ke Kampung Bengawan Solo Purba Padukuhan Wotawati ditutup sementara," tulis akun Instagram @kalurahan.pucung pada Selasa (28/7/2026).

Dalam unggahan tersebut, tertulis tanggal penutupannya, yakni mulai 20 Juli 2026 hingga 21 Desember 2026. Artinya, tidak ada aktivitas kunjungan wisatawan ke kawasan ini selama lima bulan ke depan. Pihak pemerintah desa juga menegaskan bahwa penutupan ini memiliki tujuan jangka panjang.

"Mohon pengertian dan kerja sama dari seluruh masyarakat serta calon pengunjung. Wotawati sedang berbenah untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih baik di masa mendatang," imbuhnya.

Destinasi di sekitar Desa Wotawati

Potret perahu wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas)

Jika kamu sudah terlanjur merencanakan liburan ke Desa Wotawati dan wilayah Gunungkidul pada bulan-bulan penutupan tempat tersebut, jangan khawatir! Ada beberapa alternatif destinasi wisata di Desa Wotawati yang bisa kamu jelajahi. Berikut di antaranya.

  1. Pantai Sadeng.
    Pantai ini merupakan muara dari aliran Bengawan Solo purba, sekaligus berfungsi sebagai pelabuhan perikanan terbesar di Gunungkidul. Kamu bisa menyaksikan perahu nelayan berwarna-warni yang berlabuh, membeli beragam seafood segar hasil tangkapan nelayan, memancing, dan berfoto di pantainya.

  2. Pantai Wediombo.
    Pantai ini dikelilingi bebatuan karang dan terdapat kolam renang alami (laguna) di antara bebatuan tersebut. Kamu bisa berenang di laguna tersebut saat air laut surut dan menikmati panorama matahari terbenam yang sangat memukau.

  3. Pantai Jungwok.
    Tak jauh dari Pantai Wediombo, tempat ini cocok buat kamu yang menyukai ketenangan. Garis pantainya yang melengkung indah dengan hamparan pasir putih yang bersih akan membuat liburanmu makin berkesan. Selain itu, kamu juga bisa berkemah di tepi pantai sambil menikmati suasana malam bertabur bintang.

  4. Desa Wisata Paranggupito.
    Desa Wisata Paranggupito berada di wilaya Wonogiri dan menyuguhkan pesona alam dan budaya yang masih autentik. Kamu bisa melihat perbukitan karst, tradisi lokal masyarakat yang terjaga, deretan pantai cantiknya, serta menikmati beragam kuliner lokal yang menggugah selera.

  5. Waduk Gajahmungkur.
    Ikon wisata Kabupaten Wonogiri ini menawarkan pesona pesona berupa perairan yang dikelilingi perbukitan hijau. Kamu bisa keliling danau naik perahu motor, mencicipi kuliner ikan air tawar khas waduk di warung terapung, naik jembatan kaca, atau jalan-jalan santai di tepian danau sembari menikmati senja.

Jadi, selama Desa Wotawati ini tutup, karena kamu bisa mengunjungi destinasi wisata lain di sekitarnya. Liburanmu pun tetap jalan dan menyenangkan, deh! Kamu mau mampir ke destinasi yang mana dulu, nih?

Curated For You

Editorial Team

Related Article