Beberapa tahun terakhir, nama Desa Wotawati terasa cukup familier di kalangan wisatawan yang berlibur ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini juga disebut sebagai Kampung Bengawan Solo Purba Padukuhan Wotawati. Berbeda dengan desa wisata pada umumnya, Wotawait menawarkan suasana jadul ala Kerajaan Majapahit, lho!
Pagar-pagar rumah penduduk terbuat dari batu-bata merah dengan arsitektur perpaduan Majapahit dan Mataraman. Desa Wotawati ini sebenarnya adalah sebuah dusun yang terletak di Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Jaraknya dari pusat Kota Yogyakarta sekitar 77 kilometer atau 2-3 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi.
Wisatawan dari berbagai daerah pun berbondong-bondong datang ke sini untuk menikmati suasana jadul yang ditawarkannya. Bagi kamu yang berencana ke sana dalam waktu dekat, sebaiknya urungkan niat tersebut, ya! Pasalnya, Desa Wotawati ditutup sementara dari kunjungan wisatawan hingga bulan Desember mendatang.
Hhmmm...kenapa, ya? Selengkapnya, simak informasinya di bawah ini, yuk!
