5 Destinasi dengan Pajak Turis Termahal pada 2026

- Mulai 2026, lima destinasi populer seperti Kyoto, Edinburgh, Venesia, Amsterdam, dan Bali akan menerapkan pajak turis tinggi untuk mengendalikan overtourism dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
- Kyoto menaikkan pajak penginapan hingga 10.000 yen per malam, Edinburgh mengenakan Visitor Levy 5 persen, sementara Venesia menetapkan retribusi masuk kota sebesar 10 euro di hari puncak.
- Amsterdam mematok pajak hotel tertinggi di Eropa sebesar 12,5 persen dan Bali mempertahankan pungutan Rp150.000 bagi turis asing demi mendukung pelestarian budaya serta lingkungan.
Kalau kamu lagi menyusun rencana liburan ke luar negeri atau ke destinasi populer pada 2026, ada satu komponen biaya yang pantang buat dilewatkan dari catatan budgeting, yakni pajak turis. Fenomena overtourism yang makin parah bikin banyak pemerintah daerah putar otak dan akhirnya membebankan biaya ekstra alias retribusi khusus buat para pendatang.
Bagi kaum traveler yang biasanya menghitung bujet ngepas, adanya biaya "siluman" seperti pajak akomodasi atau tiket masuk kota ini jelas bisa bikin dompet menjerit. Biar rencana traveling kamu gak berujung boncos, catat lima destinasi dengan aturan pajak turis paling mahal pada 2026 berikut ini, ya!
1. Kyoto, Jepang

Jepang memang lagi kebanjiran turis dan Kyoto jadi salah satu kota yang paling kena imbas overtourism ini. Mulai Maret 2026, pemerintah Kyoto resmi menaikkan pajak penginapan secara gila-gilaan untuk mengendalikan arus massa.
Kalau dulu pajaknya masih tergolong murah, sekarang tarifnya disesuaikan dengan harga kamar, bahkan bisa mencapai 10.000 yen (sekitar Rp1 juta lebih) per malam untuk kelas penginapan mewah. Dana miliaran yen yang terkumpul ini rencananya bakal dipakai untuk memelihara warisan sejarah dan operasional layanan kota.
2. Edinburgh, Skotlandia

Kabar kurang sedap buat kamu yang berencana main ke festival musim panas di Skotlandia, karena Edinburgh resmi jadi kota pertama di Inggris yang menerapkan Visitor Levy alias pajak pengunjung. Mulai 24 Juli 2026, semua tamu yang menginap wajib membayar tambahan pajak sebesar 5 persen dari total tagihan akomodasi mereka. Kebijakan ini diprediksi bakal memberi pemasukan puluhan juta poundsterling per tahun, yang nantinya bakal difokuskan untuk perbaikan infrastruktur pariwisata mereka yang mulai kewalahan.
3. Venesia, Italia

Venesia sudah lama banget kesulitan menghadapi turis harian yang cuma datang numpang foto tanpa menginap alias day-tripper. Nah, pada 2026 ini, Venesia makin galak dengan menaikkan tarif retribusi masuk kota menjadi 10 euro pada hari-hari puncak liburan.
Pajak yang sudah ditetapkan belum termasuk pajak akomodasi terpisah buat turis yang memutuskan buat menginap di hotel. Langkah tegas ini diambil murni buat menekan lonjakan kepadatan orang di gang-gang sempit sekaligus merawat fondasi kota yang perlahan mulai tenggelam.
4. Amsterdam, Belanda

Ngomongin soal pajak turis paling sadis di Benua Biru, Amsterdam adalah pemegang takhta tertinggi. Demi menekan jumlah wisatawan massal, kota ini mematok pajak penginapan dengan persentase tertinggi di Eropa, yaitu 12,5 persen dari total harga kamar hotel. Gak cuma pengunjung hotel yang kena screening pajak, para penumpang kapal pesiar yang cuma bersandar sebentar di pelabuhan juga diwajibkan membayar pajak sekitar 11 euro per orang.
5. Bali, Indonesia

Ternyata, destinasi lokal kebanggaan kita juga punya kebijakan serupa demi menjaga kelestarian alamnya. Aturan pajak turis asing sebesar Rp150.000 yang sudah diterapkan sejak 2024 dipastikan bakal terus berjalan dengan sistem pengecekan yang lebih ketat pada 2026.
Langkah ini diambil karena Bali sedang menghadapi krisis ketersediaan air bersih dan masalah sampah yang parah. Dengan membayar retribusi, turis diharapkan dapat ikut berkontribusi langsung pada perlindungan budaya dan perbaikan ekosistem pulau tersebut.
Kelima destinasi yang mewajibkanmu merogoh kocek lebih dalam cuma untuk urusan pajak pariwisata. Buat kamu yang lagi merencanakan itinerary liburan selanjutnya, pastikan pos pengeluaran buat bayar retribusi ini udah masuk pada pembukuan finansialmu biar gak panik pas bayar tagihan hotel, ya!

















