Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KA Anggrek: Identitas Baru KA Argo Bromo Anggrek

KA Anggrek: Identitas Baru KA Argo Bromo Anggrek
Potret rangkaian kereta api (unsplash.com/alvianwidyatama)

PT KAI (Persero) baru saja mengumumkan perubahan nama pada salah satu rangkaian keretanya. Mulai 9 Mei 2026 nanti, KA Argo Bromo Anggrek akan hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek. Perubahan nama ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi @kai121_ pada Selasa (5/5/2026).

"Sebuah penyederhanaan dari nama Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia," tulis @kai121_.

KAI pun menegaskan perubahan nama ini juga menjadi wujud komitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dalam setiap perjalanan.

"Dengan rute andalan yang menghubungkan kota-kota penting, KA Anggrek siap menemani perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan," tulisnya.

Sejarah singkat KA Argo Bromo Aggrek

Selama lebih dari 28 tahun, nama Argo Bromo Anggrek disematkan untuk kereta ini yang dijuluki sebagai "Raja Jalur Utara." Melansir situs resmi PT INKA (Persero), KA Argo Bromo Anggrek merupakan produk pengembangan dari generasi Argo Bromo yang diluncurkan pada 24 September 1997. Di belakang namaya juga tersemat kode JS-852 yang bermakna Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu 8 jam dan diluncurkan saat HUT ke-52 RI.

Namanya merupakan gabungan dari kata Bromo dan Anggrek. Bromo merujuk pada sebuah gunung di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Sementara itu, kata Anggrek merujuk pada bunga asli Indonesia, yaitu bunga anggrek dengan nama latin Orchidaceae.

Seiring dengan perkembangan teknologi perkeretaapian di Indonesia, KA Argo Bromo Anggrek juga mengalami berbagai pembaharuan dan perubahan sarana. Mulai dari bagian interior dan eksteriornya, toilet yang ramah lingkungan, livery atau desain badan kereta, hingga sarana tempat duduk yang nyaman.

Dalam satu rangkaian kereta, KA Argo Bromo Anggrek terdiri dari 7-9 kereta eksekutif, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit. Fasilitasnya terdiri dari tempat duduk, pijakan kaki, lampu baca, colokan listrik, bantal, selimut, meja lipat, pendingin ruangan, TV LCD, dan toilet yang bersih.

Setiap harinya, KA Argo Bromo Anggrek berangkat dari Stasiun Gambir dan pemberhentian terakhirnya di Stasiun Surabaya Pasar Turi (pulang pergi). Jarak sepanjang 725 kilometer ini ditempuh selama 7 jam 45 menit, lebih cepat dibandingkan kereta lain yang memerlukan waktu hingga 8,5-11 jam untuk rute dan kelas yang sama. Selama perjalanan, kereta hanya berhenti di Stasiun Cirebon dan Stasiun Semarang Tawang.

Penumpang tetap bisa menggunakan tiket KA Argo Bromo Anggrek

Kereta Api Argo Bromo Anggrek
Kereta Api Argo Bromo Anggrek (commons.wikimedia.org/TyewongX)

Penumpang yang sudah membeli tiket KA Argo Bromo Anggrek untuk keberangkatan tanggal 9 Mei dan seterusnya tidak perlu khawatir. KAI mengungkapkan tiket tersebut dapat digunakan untuk perjalanan dengan KA Anggrek sesuai dengan jadwal dan kelas layanan yang telah dipilih. Sementara itu, masyakarat yang akan membeli tiket diharapkan tidak kebingungan dengan adanya perubahan nama per 9 Mei nanti.

Perubahan nama dari KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek ini menandai berakhirnya rangkaian nama "panjang" yang legendaris. Semoga hal ini membuat perjalanan makin aman dan nyaman ke depannya. Kamu sendiri, sudah pernah naik kereta ini, belum?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Related Articles

See More

7 Tempat Instagrammable Terbaru di Bangkok, Jangan sampai Terlewatkan!

05 Mei 2026, 12:45 WIBTravel
Apa Itu Pajak Turis?

Apa Itu Pajak Turis?

04 Mei 2026, 14:30 WIBTravel