Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Destinasi Wisata di Eropa selain Kota Populer, Lebih Tenang!
Paris, Prancis (unsplash.com/Anthony DELANOIX)
  • Artikel menyoroti tujuh alternatif destinasi Eropa yang menawarkan suasana lebih tenang dibanding kota populer seperti Amsterdam, Paris, Roma, dan Santorini.
  • Bordeaux, Utrecht, Valencia, Chioggia, Naxos, dan Ghent memadukan kanal, bangunan bersejarah, kuliner, pantai, serta kehidupan lokal yang lebih santai.
  • Bled di Slovenia menawarkan Danau Bled, kastil di tebing, latar Pegunungan Alpen, dan aktivitas luar ruangan seperti berjalan kaki serta bersepeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Eropa punya banyak tempat yang menarik untuk menghabiskan liburan. Ada kota-kota tua dengan bangunan berusia ratusan tahun, jalan kecil yang mengarah ke alun-alun, kafe cantik di sudut kota, hingga lanskap alam yang terasa seperti keluar dari kartu pos. Gak heran kalau benua ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Namun, popularitasnya juga memiliki sisi lain. Destinasi seperti Amsterdam, Paris, Roma, dan Santorini bisa begitu ramai, terutama saat musim liburan tiba. Alih-alih berjalan santai menikmati suasana, kamu justru bisa menghabiskan waktu untuk mengantre atau berdesakan di tempat wisata populer.

Padahal, Eropa punya banyak pilihan destinasi menarik yang gak kalah menarik dan menawarkan pengalaman berbeda. Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Eropa serta ingin keluar sedikit dari rute wisata mainstream, berikut tujuh destinasi alternatif yang bisa masuk ke dalam bucket list.

1. Bordeaux, Prancis

ilustrasi suasana di Bordeaux (unsplash.com/Clovis Wood)

Keindahan Paris memang sulit digantikan. Namun, kalau kamu ingin menikmati suasana Prancis dengan ritme yang lebih santai, Bordeaux layak dipertimbangkan.

Kota di barat daya Prancis ini terkenal dengan tradisi wine dan kawasan bersejarahnya. Kamu bisa mengunjungi Port de la Lune di Bordeaux yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO karena nilai arsitektur serta sejarahnya. Pusat kota Bordeaux juga menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Di sini, terdapat alun-alun, bangunan klasik, tepi sungai, hingga kawasan yang dipenuhi kafe dan restoran.

2. Utrecht, Belanda

ilustrasi tepi kanal di Utrecht (unsplash.com/Kaja Sariwating)

Saat ke Belanda, alih-alih liburan di Amsterdam, cobalah berkunjung ke Utrecht. Kota di bagian tengah Belanda ini menawarkan kanal-kanal yang dihiasi deretan toko, restoran, dan bangunan bersejarah yang tidak seramai di Amsterdam.

Pusat kotanya yang bersejarah dibangun dengan ciri khas kanal, area bersepeda, rumah dari batu bata, dan jalan-jalan sempit. Namun, kanal-kanal di sini memiliki satu keunikan yang gak dimiliki Amsterdam, yakni gudang dermaga kuno serta teras yang terletak tepat di permukaan air. Kamu bisa menaiki Dom Tower, menyusuri Oudergracht, bersantai sambil minum di tepi kanal, atau menghabiskan sebagian besar waktu dengan berjalan kaki.

3. Valencia, Spanyol

ilustrasi Valencia di Spanyol (unsplash.com/travelnow.or.crylater)

Di Spanyol, terdapat Valencia yang dikenal sebagai tempat asal hidangan paella dan kompleks arsitektur futuristik bernama City of Arts and Sciences. Kota ini juga menjadi pilihan alternatif yang menawarkan perpaduan antara pengalaman kota besar Eropa dan nuansa Mediterania.

Menara Serranos yang menghadap ke kawasan pusat bersejarah memadukan arsitektur berusia berabad-abad dengan suasana yang lebih santai dan tidak padat. Selain itu, kamu bisa menikmati pantai berpasir, makan malam hingga larut, serta jalanan dan arsitektur bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Bahkan, bekas aliran Sungai Turia di sini juga telah diubah menjadi taman panjang yang melintasi kota, menjadikannya tempat yang menyenangkan untuk berjalan kaki atau bersepeda.

4. Chioggia, Italia

ilustrasi suasana di Chioggia (unsplash.com/Riccardo Chiarini)

Chioggia merupakan sebuah kota pesisir dan comune di wilayah Veneto, Italia utara. Kota ini sering disebut Little Venice karena memiliki tata kota berupa kanal-kanal seperti Canale Vena, jembatan-jembatan, dan jalan sempit yang mirip dengan Venesia, tetapi suasananya lebih santai dan gak terlalu padat.

Daya tarik di sini bukan untuk berlomba-lomba mengunjungi berbagai monumen terkenal. Melainkan menyusuri kanal, menyaksikan lalu lalang perahu nelayan, menjelajahi pasar ikan, serta menikmati hidangan laut dalam suasana menyatu dengan kehidupan masyarakat sekitar laguna. Bahkan, terdapat bangunan bergaya Mediterania tua yang menyuguhkan sisi lain dari Laguna Venesia.

5. Naxos, Yunani

ilustrasi Naxos, Yunani (unsplash.com/Chris Barbalis)

Kalau Santorini dan Mykonos terasa terlalu mainstream, Naxos bisa menjadi pilihan untuk mengenal sisi lain Kepulauan Cyclades. Pulau ini punya pantai berpasir, desa-desa tradisional, kawasan pegunungan, hingga situs bersejarah yang membuat pengalaman liburan lebih beragam.

Salah satu ikon Naxos adalah Portara, gerbang marmer dari kuil Apollo yang berada di sebuah pulau kecil di dekat pelabuhan utama. Selain menikmati kawasan pesisir, kamu juga bisa menjelajahi desa-desa seperti Halki dan Apeiranthos yang menawarkan suasana khas pedalaman Naxos. Bagi kamu yang ingin menikmati liburan di Yunani dengan ritme lebih santai, Naxos bisa menjadi alternatif menarik.

6. Ghent, Belgia

ilustrasi Ghent di Belgia (unsplash.com/Gokul)

Brussels mungkin lebih sering masuk dalam itinerary wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Belgia. Namun, Ghent menawarkan perpaduan menarik antara sejarah, kanal, bangunan tua, serta kehidupan kota yang tetap terasa hidup.

Salah satu daya tarik utamanya adalah Gravensteen, kastil abad pertengahan yang berada di pusat kota. Ada pula kawasan Graslei dan Korenlei yang menawarkan pemandangan bangunan bersejarah di sepanjang kanal. Menariknya, Ghent juga merupakan kota pelajar sehingga atmosfernya gak terasa seperti wisata terbuka yang hanya dipenuhi wisatawan.

7. Bled, Slovenia

ilustrasi panorama di Danau Bled (unsplash.com/Pika Žvan)

Kalau yang kamu cari dari liburan ke Eropa bukan hiruk-pikuk pusat kota, Bled bisa menjadi pilihan. Kota kecil di Slovenia ini terkenal dengan Danau Bled yang memiliki pulau kecil di tengah danau serta kastil yang berdiri di atas tebing dengan latar Pegunungan Alpen.

Pemandangan tersebut memang terlihat seperti negeri dongeng, tetapi daya tariknya tidak hanya berhenti pada panorama. Kawasan di sekitarnya juga menawarkan berbagai aktivitas luar ruangan, mulai dari berjalan kaki, bersepeda, hingga menjelajahi lanskap pegunungan.

Menikmati Eropa gak harus selalu datang dari destinasi yang paling populer. Kota kecil, pulau yang lebih santai, hingga kawasan alam seperti Bled justru bisa memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda. Jadi, kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Eropa dan ingin menghindari sesuatu yang terlalu ramai, tujuh destinasi alternatif di atas bisa menjadi pilihan untuk menikmati sisi Eropa dengan ritme lebih tenang dan santai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article