Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Emirates Hadirkan Premium Economy Class Baru di Pesawat A380

Emirates Hadirkan Premium Economy Class Baru di Pesawat A380
Emirates (unsplash.com/Will Waters)
Intinya Sih
  • Emirates resmi memperkenalkan Premium Economy Class di pesawat A380 setelah proses modifikasi dua bulan, menggantikan sebagian kursi ekonomi untuk meningkatkan kapasitas kabin premium.
  • Penerbangan perdana A380 berkonfigurasi baru menuju Birmingham menandai ekspansi layanan Premium Economy Emirates di Inggris, menambah daftar kota seperti London, Manchester, dan Edinburgh.
  • Program modernisasi armada senilai Rp88 triliun mencakup 219 pesawat dengan target selesai akhir 2026, termasuk retrofit A380 dan Boeing 777 serta kedatangan pesawat baru A350.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Emirates terus bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik untuk penumpang mereka. Maskapai raksasa berbasis di Dubai tersebut baru-baru ini resmi menghadirkan kelas anyar di pesawat A30, yakni Premium Economy Class.

Sebelumnya, pesawat A380 tipe tersebut hanya memiliki dua kelas saja. Namun, Emirates kemudian melakukan modifikasi armada selama 2 bulan dan telah melakukan penerbangan pertamanya ke Birmingham, Inggris, pada Sabtu (16/5/2026).

1. Emirates hadirkan Premium Economy Class baru di Pesawat A380

Emirates
Emirates (unsplash.com/Unleashed Agency)

Meski Emirates memiliki lebih dari 100 pesawat A380 dalam armadanya, pesawat-pesawat tersebut dibagi menjadi beberapa sub-armada berdasarkan konfigurasi kabin. Salah satunya adalah konfigurasi A380 dua kelas dengan kepadatan tinggi, yang terdiri dari 557 kursi ekonomi dan 58 kursi bisnis, sehingga mampu menampung hingga 615 penumpang.

Pesawat A380 pertama dari konfigurasi ini, yang disebut A6-EUX, telah menyelesaikan perbaikan dan kembali beroperasi secara komersial, yang memiliki tiga kelas kabin, termasuk Premium Economy Class, dengan total kapasitas sebanyak 569 kursi. Proses retrofit untuk armada tersebut memakan waktu sekitar 2 bulan, tetapi Emirates memastikan 14 pesawat A380 lainnya akan dimodifikasi dalam waktu setengahnya.

Pada dasarnya, Emirates menghilangkan 120 kursi Economy Class di dek atas pesawat A380 dan memasang 56 kursi Premium Economy Class serta 18 kursi Business Class tambahan di ruang tersebut. Karena itu, proses retrofit ini sebenarnya mengurangi total kapasitas pesawat sebesar 7,5 persen, tetapi meningkatkan kapasitas premiumnya secara signifikan untuk membantu maskapai meraih pendapatan yang lebih tinggi.

2. Ecomony Class Premium pesawat A380 debut dalam penerbangan ke Birmingham

Emirates
Emirates (unsplash.com/Fabian Joy)

Pesawat A380 A6-EUX awalnya dijadwalkan untuk mulai aktif pada pertengahan April, tetapi baru kembali beroperasi pada Sabtu (16/5/2026) lalu. Penerbangan pertama dengan konfigurasi baru ini adalah ke Bandara Internasional Birmingham (BHX), salah satu dari banyak destinasi yang dilayani oleh Emirates di Inggris. Selain itu, maskapai ini umumnya mengoperasikan dua penerbangan harian ke kota tersebut.

Namun, karena Emirates belum sepenuhnya memulihkan jaringannya, layanan pesawat A380 harian kedua di Bandara Internasional Birmingham (BHX) masih belum dilanjutkan untuk saat ini, seperti dilansir Simple Flying. Meski demikian, Inggris merupakan pasar penting bagi Emirates dan Birmingham juga menjadi kota terbaru dalam jaringan Inggris maskapai tersebut yang menerima Premium Economy Class.

Meski London termasuk di antara destinasi pertama yang dilayani oleh Emirates dengan Premium Economy Class, maskapai ini kemudian menawarkan produk terbaru tersebut pada penerbangan ke kota-kota lain, seperti Manchester, Edinburgh, Newcastle, dan baru-baru ini Birmingham. Saat ini, Emirates tercatat telah mengoperasikan 18 penerbangan harian ke 8 bandara di Inggris yang tersebar di 6 kota, lho.

3. Emirates gelontorkan Rp88 triliun untuk memodernisasi koleksi armada

Emirates
Emirates (unsplash.com/Felix)

Proyek pembaruan Emirates senilai miliaran dolar ini pertama kali diumumkan pada 2021 lalu karena maskapai mengalami keterlambatan pengiriman pesawat baru. Dengan memperkirakan pertumbuhan permintaan di masa depan dan kebutuhan kapasitas, Emirates memulai misi untuk memodernisasi kabin armadanya, yang awalnya hanya 120 pesawat. Namun, program tersebut kemudian diperluas hingga mencakup 219 pesawat dan total investasi pun telah meningkat menjadi 5 miliar dolar AS atau setara Rp88 triliun.

Sejauh ini, Emirates telah menyelesaikan retrofit pada 95 pesawat, termasuk 42 pesawat A380,dan 53 pesawat Boeing 777. Perlu juga dicatat bahwa beberapa pesawat A380 terakhir yang dikirimkan ke maskapai tersebut telah dilengkapi dengan Premium Economy Class dan desain kabin baru. Lalu, Emirates juga memiliki 19 pesawat A350-900 dengan konfigurasi serupa.

Emirates bertujuan untuk menyelesaikan proses modernisasi pada 14 pesawat A380 berkapasitas tinggi yang tersisa di akhir 2026. Hal ini juga akan dilakukan secara bersamaan dengan pembaruan pada pesawat A380 dan 777 lainnya. Nah, dengan ditambahnya pesawat A350 yang akan tiba akhir tahun ini, maskapai yang berbasis di Dubai tersebut diperkirakan memiliki lebih banyak pesawat yang menampilkan penawaran produk terbaru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More