Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta Unik Gokayama, Desa Wisata Kembaran Shirakawa-go Jepang

5 min read
Fakta Unik Gokayama, Desa Wisata Kembaran Shirakawa-go Jepang
Potret Gokayama di Jepang (pexels.com/KENJI IWASAKI)
  • Gokayama di Prefektur Toyama mencakup 40 desa kecil di lima lembah, dikelilingi pegunungan dan aliran sungai sepanjang 115 kilometer.

  • Desa Ainokura dan Suganuma menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1995, menampilkan rumah gassho-zukuri beratap jerami yang dibangun tanpa paku besi dan bertahan ratusan tahun.

  • Wisatawan dapat mengunjungi museum, kuil, pemandian air panas, serta menikmati kuliner lokal dan pilihan menginap dari rumah gassho-zukuri hingga perkemahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat merencanakan liburan ke Jepang, Desa Shirakawa-go sering masuk ke dalam bucket list para wisatawan, karena pesona rumah tradisional beratap jerami yang mengagumkan. Namun, tahukah kamu bahwa Shirakawa-go memiliki "kembaran" yang tak kalah memukau dan cenderung lebih tenang?

Destinasi tersembunyi tersebut bernama Gokayama, sebuah kawasan pedesaan bersejarah yang terletak di Prefektur Toyama, Jepang. Dua desa di sini juga telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995. Kamu bisa menyaksikan bentang alam perbukitan yang asri dengan arsitektur rumah tradisional gassho-zukuri.

Jika kamu mencari tempat yang menawarkan budaya yang autentik, ketenangan, dan keramahan warga lokal, Gokayama ini barangkali menjadi jawabannya. Sebelum memutuskan ke sana, kamu pasti penasaran apa saja keunikan destinasi ini, kan?

Yuk, simak fakta unik Gokayama, desa wisata kembaran Shirakawa-go di Jepang, berikut ini!

  1. 1. Terdapat 40 desa kecil yang dikelilingi perbukitan dan sungai

    Potret Gokayama di Jepang
    Potret Gokayama di Jepang (unsplash.com/cowboysir)

    Melansir situs resmi Gokayama, wilayah ini terletak di bagian barat daya Prefektur Toyama dan dikelilingi pegunungan setinggi 1.500 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di sepanjang aliran sungai jernih yang mengalir sejauh 115 kilometer dari dataran tinggi Hida ke Laut Jepang.

    Gokayama panjangnya sekitar 21,7 kilometer dari timur ke barat, sekitar 22 kilometer dari utara ke selatan, dan luas total 18.879 hektare. Terdapat lima lembah yang menjadi rumah bagi 40 desa kecil, yakni Lembah Akaodani, Lembah Kaminashidani, Lembah Shimonashidani, Lembah Otani, dan Lembah Togadani.

  2. 2. Dua desa terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO

    Potret Gokayama di Jepang (unsplash.com/Pitipat Usanakornkul)
    Potret Gokayama di Jepang (pexels.com/Kenji Iwasaki)

    Dari 40 desa kecil yang ada di Gokayama, dua di antaranya, yakni Ainokura dan Suganuma, terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia bersama dengan Desa Ogimachi di Shirakawago, Prefektur Gifu, pada tahun 1995.

    Dari enam syarat yang diperlukan untuk pengakuan sebagai Situs Warisan Dunia, desa-desa tersebut sudah memenuhi dua hal. Di antaranya memiliki struktur, arsitektur, atau pemandangan yang mewakili periode sejarah penting, serta desa atau wilayah tradisional yang menampilkan budaya tertentu yang berisiko punah.

    Selain penghargaan Situs Warisan Dunia UNESCO, Ainokura dan Suganuma juga telah ditetapkan sebagai National Historical Landmarks atau pada tahun 1970 dan menjadi Nationally Important Traditional Building Conservation Areas pada 1994.

  3. 3. Rumah beratap gassho-zukuri yang bertahan ratusan tahun

    Potret Gokayama di Jepang
    Potret Gokayama di Jepang (pexels.com/Pitipat Usanakornkul)

    Daya tarik utama Gokayama terletak pada keberadaan rumah-rumah tradisional berasitektur gassho-zukuri. Atapnya terbuat dari jerami dan berbentuk miring seperti tangan yang berdoa. Atap tersebut sangat kuat dan bisa menahan beban tumpukan salju yang sangat tebal selama musim dingin di sana.

    Selain itu, konstruksi bangunannya dibuat secara alami tanpa menggunakan paku besi, melainkan memanfaatkan ikatan tali jerami dan pasak kayu yang sangat kuat. Keunikan struktur ini terbukti ampuh bertahan selama ratusan tahun melintasi berbagai musim.

  4. 4. Banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi

    Potret Gokayama di Jepang
    Potret Gokayama di Jepang (commons.wikimedia.org/Minque)

    Ada banyak destinasi menarik yang bisa dikunjungi di Gokayama, terutama di Desa Ainokura dan Desa Suganum. Di antaranya seperti Ainokura Folk Museum (Ainokura Minzokukan), Ainokura Traditional Industry Museum (Ainokura Dento Sangyokan), Kuil Shinmeisha, Gokayama Folk Museum (Gokayama Minzokukan), Niter Museum (Ensho no Yakata), Iwase House, Kuil Sonenji, Kuil Jinushi Jinja, Murakami House, dan Mugiyabushi

    Selain tempat-tempat untuk belajar tradisi dan budaya setempat, ada pula Kuroba Hot Spring, toko oleh-oleh dan suvenir, tempat makan, kedai teh, hingga penginapan. Beberapa oleh-oleh yang bisa kamu beli di sini, antara lain kertas washi Gokayama (ecchu washi), tahu khas Gokayama, alat musik sasara, tochimochi (mochi dari kastanye), sake lokal Sanshoraku, acar lobak merah, hingga kecambah jahe myoga.

  5. 5. Sajian lokal yang menggugah selera

    Potret mi soba
    Potret mi soba (pexels.com/Change C.C)

    Berkunjung ke Gokayama kurang lengkap kalau tidak kulineran dan mencicipi beragam sajian lokal yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Tempat makannya tersebar di beberapa titik kawasan tersebut dan mudah dijangkau wisatawan.

    Kamu bisa menikmati beberapa jenis makanan, seperti mi soba, ikan iwana bakar, mi soba jamur nameko, pangsit gyoza khas Gokayama, mi soba sansai (sayuran gunung), sup kacang merah manis dengan kue beras kastanye, tahu khas Gokayama, dan masih banyak lagi lainnya.

  6. 6. Sensasi menginap di bangunan berusia ratusan tahun

    Potret Gokayama di Jepang
    Potret Gokayama di Jepang (pexels.com/KENJI IWASAKI)

    Selain kulineran, pengalaman berkunjung ke Gokayama bakal makin lengkap kalau menginap di beberapa penginapan yang ada di sana. Tempat tersebut terbagi menjadi beberapa jenis, berikut di antaranya.

    • Gassho Style Inns.
      Penginapan ini menggunakan rumah berarsitektur gassho-zukuri yang berusia ratusan tahun. Harganya sekitar 12 ribu-33 ribu Yen (sekitar Rp1,4 juta-Rp3,8 juta) per orang per malam, termasuk makan malam dan sarapan.
    • Inns with hot springs.
      Penginapan ini dilengkapi onsen atau pemandian air panas yang cocok untuk bersantai. Harganya mulai dari 13 ribu-16 ribu Yen (sekitar Rp1,5-Rp1,9 juta) per orang per malam, termasuk makan malam dan sarapan.
    • Ryokan dan Minshuku.
      Penginapan berupa rumah warga tradisional dan berarsitektur gassho-zukuri, tapi lebih modern. Harganya sekitar 8.000-16.500 Yen (sekitar Rp900 ribu-Rp1,8 juta) per orang per malam, termasuk makan malam dan sarapan.
    • Guest house, cottages, dan camp sites.
      Kalau pengin lebih murah, kamu bisa menginap di guest house, cottages, dan camp sites. Harganya sekitar 5.000-9.000 Yen (sekitar Rp570 ribu-Rp1,1 juta) per orang per malam, tapi biasanya belum termasuk makan malam dan sarapan.

    Nah, itu dia beberapa fakta unik dari Gokayama, kembarannya Shirakawa-go. Gimana, jadi makin tertarik buat mengunjungi tempat cantik ini? Selamat merencanakan perjalanan ke Negeri Sakura, ya!

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More