Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Okunoshima, Pulau Kelinci di Jepang yang Punya Sejarah Kelam

4 min read
5 Fakta Okunoshima, Pulau Kelinci di Jepang yang Punya Sejarah Kelam
Okunoshima (commons.wikimedia.org/Vickerman625)
  • Okunoshima di Prefektur Hiroshima dikenal sebagai Pulau Kelinci karena banyak kelinci hidup bebas dan terbiasa dengan manusia, namun pengunjung wajib mengikuti aturan interaksi demi keamanan hewan dan lingkungan.
  • Pada Perang Dunia II, pulau ini menjadi lokasi rahasia produksi senjata kimia Angkatan Darat Kekaisaran Jepang, bahkan dihapus dari peta; dokumen dihancurkan dan sisa bahan kimia ditangani Sekutu.
  • Asal kelinci masih diperdebatkan, termasuk teori pelepasan delapan kelinci pada 1971. Reruntuhan fasilitas serta Museum Gas Beracun Okunoshima kini menyimpan jejak sejarah dan dampak perang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Okunoshima merupakan sebuah pulau kecil di Prefektur Hiroshima, Jepang, yang dikenal dengan sebutan Pulau Kelinci. Julukan tersebut membuat Okunoshima terdengar seperti tempat yang sederhana dan menggemaskan. Namun, di balik julukannya, pulau ini ternyata memiliki sisi masa lalu yang cukup kelam.

Okunoshima pernah menjadi lokasi pabrik senjata kimia rahasia dan bahkan sengaja dihapus dari peta. Tidak hanya itu, pulau ini juga masih menyimpan sejumlah peninggalan serta misteri yang berkaitan dengan keberadaan kelinci di sana. Yuk, simak lima fakta tentang Okunoshima berikut ini!

  1. 1. Dikenal sebagai Pulau Kelinci

    kelinci di Okunoshima
    kelinci di Okunoshima (commons.wikimedia.org/zamojojo)

    Okunoshima dikenal dengan sebutan Usagi Jima atau Pulau Kelinci karena banyak kelinci yang hidup bebas di pulau ini. Hewan-hewan tersebut dapat ditemukan berkeliaran di berbagai sudut pulau dan cukup terbiasa dengan kehadiran manusia. Tidak jarang, beberapa kelinci akan mendekati orang yang membawa makanan.

    Meski terlihat jinak, kelinci di Okunoshima tetap perlu diperlakukan dengan baik. Pengunjung tidak diperbolehkan menggendong atau mengangkat kelinci, serta sebaiknya tidak membawa hewan peliharaan ke sekitar mereka. Saat memberi makan pun, pengunjung perlu mengikuti aturan yang berlaku agar kelinci tetap aman dan tidak mengganggu lingkungan di sekitarnya.

  2. 2. Pernah sengaja dihapus dari peta

    suasana di Okunoshima
    suasana di Okunoshima (commons.wikimedia.org/そらみみ)

    Okunoshima pernah sengaja dihapus dari peta sebagai bagian dari upaya menjaga kerahasiaan pulau tersebut. Langkah ini dilakukan karena Okunoshima menjadi lokasi program senjata kimia rahasia milik Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Aktivitas tersebut dirahasiakan, terlebih karena Jepang merupakan salah satu negara yang telah menandatangani Protokol Jenewa 1925 yang melarang penggunaan senjata kimia dalam peperangan.

    Kerahasiaan ini membuat Okunoshima seolah-olah tidak pernah ada. Setelah perang berakhir, berbagai dokumen terkait aktivitas tersebut dihancurkan dan bahan kimia yang tersisa kemudian ditangani oleh pasukan Sekutu.

  3. 3. Dahulu menjadi lokasi pabrik senjata kimia rahasia

    bekas fasilitas produksi di Okunoshima
    bekas fasilitas produksi di Okunoshima (commons.wikimedia.org/Addy Cameron-Huff)

    Pada masa Perang Dunia II, Okunoshima menjadi lokasi produksi senjata kimia oleh Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Di fasilitas tersebut, berbagai jenis gas beracun diproduksi dalam jumlah besar, salah satunya adalah gas mustard. Senjata kimia yang dihasilkan kemudian digunakan Jepang dalam konflik di Cina pada era 1930-an hingga 1940-an dan menimbulkan banyak korban.

    Setelah Perang Dunia II berakhir, aktivitas produksi senjata kimia di Okunoshima dihentikan dan fasilitas yang ada ditinggalkan. Berakhirnya kegiatan tersebut menandai perubahan besar dalam sejarah pulau ini. Meski fungsinya sebagai pusat produksi senjata telah berakhir, masa lalu kelam tersebut tetap menjadi bagian penting dari cerita Okunoshima hingga sekarang.

  4. 4. Asal-usul kelinci di pulau ini masih misterius

    kelinci di Okunoshima
    kelinci di Okunoshima (commons.wikimedia.org/そらみみ)

    Asal-usul kelinci yang kini hidup di Okunoshima masih menjadi perdebatan. Salah satu teori menyebutkan bahwa kelinci-kelinci tersebut merupakan keturunan dari hewan yang dahulu digunakan untuk menguji senjata kimia di pulau itu. Ada dugaan bahwa kelinci uji coba tersebut dilepaskan setelah perang berakhir. Namun, teori ini banyak diragukan karena catatan sejarah menyebutkan bahwa kelinci percobaan yang tersisa telah dimusnahkan setelah perang.

    Teori lain menyebutkan bahwa sekitar delapan ekor kelinci dilepaskan oleh sekelompok siswa pada 1971. Kelinci tersebut kemudian berkembang biak dengan cepat karena tidak memiliki banyak predator alami di pulau tersebut. Meski belum terbukti secara pasti, teori ini kerap dikaitkan dengan keberadaan kelinci di Okunoshima saat ini.

  5. 5. Masih menyimpan jejak masa lalu

    Okunoshima Poison Gas Museum
    Okunoshima Poison Gas Museum (commons.wikimedia.org/そらみみ)

    Sisa-sisa bangunan dari masa lalu masih tersebar di berbagai sudut Okunoshima. Beberapa di antaranya berupa reruntuhan beton, bekas tempat penyimpanan, dan bangunan tua yang mulai ditumbuhi tanaman. Salah satu yang cukup mencolok adalah bekas pembangkit listrik yang masih berdiri dengan dinding dan rangka jendela yang tersisa.

    Selain reruntuhan, Okunoshima juga memiliki Okunoshima Poison Gas Museum yang dibangun pada 1988. Museum ini menyimpan berbagai artefak dan informasi mengenai sejarah pulau serta dampak perang. Kehadirannya menjadi sarana untuk mengenang masa lalu Okunoshima sekaligus mengingatkan pentingnya perdamaian bagi generasi berikutnya.

    Itulah beberapa fakta tentang Okunoshima. Di balik suasananya yang tenang dan kelinci yang berkeliaran, pulau ini punya cerita masa lalu yang cukup panjang. Berbagai peninggalan yang masih ada hingga kini menjadi bagian dari kehidupan Okunoshima saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More