Jadi Latar Video Yellow Claw, Ini Keistimewaan Bromo yang Diakui Dunia

Duo DJ dan produser musik elektronik asal Belanda, Yellow Claw, menarik perhatian publik setelah merilis video dengan latar Gunung Bromo pada Selasa (3/3/2026). Dalam video trap mix bertajuk The Interstellar ini, Jim Taihuttu dan Nils Rondhuis memilih kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur sebagai latar tempatnya, lho!
Keduanya terlihat mengenakan pakaian ala astronot di film Interstellar, kemudian memainkan DJ gear di tengah hamparan pasir Bromo yang tenang. Video sepanjang 38 menit 24 detik tersebut terlihat dramatis dan memukau penonton. Kehadiran Bromo dalam karya musisi dunia juga semakin memperkenalkan keindahan alam Indonesia ke panggung internasional.
Unggahan ini pun langsung menarik perhatian warganet di berbagai platform media sosial. Kehadiran Bromo dalam karya musisi dunia juga semakin memperkenalkan keindahan alam Indonesia ke panggung internasional. Ditambah lagi gunung ini memang memiliki berbagai keistimewaan yang membuatnya begitu terkenal.
Selain panorama alam yang luar biasa, Bromo juga menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari tempat lain. Berikut beberapa keistimewaan Gunung Bromo yang membuatnya layak masuk daftar destinasi impian banyak orang. Simak sampai habis, ya!
1. Lanskap alam yang dramatis dan ikonik

Keistimewaan Gunung Bromo yang pertama adalah memiliki lanskap alam yang dramatis, ikonik, dan berbeda dengan pegunungan pada umumnya. Gunung ini berada di tengah hamparan lautan pasir luas yang dikenal sebagai Lautan Pasir Bromo. Area ini terbentuk dari material vulkanik hasil letusan gunung berapi yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Pemandangan lautan pasir yang luas tersebut menciptakan suasana seperti berada di gurun. Di tengah hamparan tersebut, berdiri kawah Bromo yang masih aktif dan sering mengeluarkan asap tipis dari dalamnya. Kontras antara pasir, kawah, dan pegunungan di sekitarnya menciptakan panorama yang sangat unik.
Keindahan lanskap ini menjadi alasan banyak wisatawan, fotografer, hingga kreator konten datang ke Bromo. Tak sedikit pula film, iklan, dan video musik internasional yang menjadikannya sebagai latar. Kombinasi panorama yang megah dan atmosfer alam yang dramatis membuat Bromo terlihat begitu sinematik.
2. Spot sunrise yang menawan

Gunung Bromo juga terkenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati momen sunrise atau matahari terbit di Indonesia. Wisatawan biasanya berangkat sejak dini hari dengan melawan rasa kantuk dan udara dingin menuju beberapa titik, seperti Penanjakan 1 Bromo atau Bukit Kingkong Bromo. Dari titik-titik tersebut, wisatawan bisa melihat pemandangan gunung dan lembah yang perlahan disinari cahaya pagi.
Saat matahari mulai muncul, langit di kawasan Bromo akan berubah warna menjadi gradasi oranye, merah, dan emas. Pemandangan ini semakin indah dengan siluet Gunung Bromo dan Gunung Semeru yang terlihat menjulang dari kejauhan. Wisatawan akan mengabadikan momen ini dari kamera masing-masing.
3. Suku Tengger dan tradisi yang masih terjaga

Keistimewaan lain dari kawasan Bromo adalah keberadaan masyarakat Suku Tengger yang tinggal di sekitar gunung. Mereka masih mempertahankan tradisi dan budaya leluhur, yakni Hindu Jawa, hingga sekarang. Kehidupan masyarakat Tengger juga sangat erat dengan keberadaan Gunung Bromo.
Salah satu tradisi suku Tengger paling terkenal adalah Yadnya Kasada, yaitu upacara adat yang dilakukan setiap tahun. Dalam ritual ini, masyarakat membawa berbagai sesajen, seperti hasil panen, buah-buahan, dan ternak, untuk dipersembahkan ke kawah Bromo. Upacara ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan.
Tradisi ini tidak hanya memiliki makna spiritual bagi masyarakat Tengger, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya. Banyak wisatawan datang khusus untuk menyaksikan prosesi Yadnya Kasada, karena dianggap sebagai salah satu ritual paling unik di Indonesia.
4. Banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan di Bromo

Selain menikmati pemandangan dan matahari terbit, ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan wisatawan di Gunung Bromo. Pertama, menjelajahi lautan pasir menggunakan Jeep Bromo. Salah satu titik lautan pasir yang paling terkenal adalah Pasir Berbisik. Dinamakan demikian karena tempat ini pernah jadi lokasi syuting film berjudul Pasir Berbisik (2001) yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Christine Hakim.
Selanjutnya, wisatawan bisa naik sampai bibir kawah Bromo. Ada yang berjalan kaki, ada pula yang memilih menunggang kuda. Dari titik tersebut, aktivitas vulkanik gunung dapat terlihat dengan jelas dan dramatis. Bagi para pencinta fotografi dan petualangan, Bromo menawarkan banyak spot menarik, seperti Bukit Teletubbies. Setiap tempat memiliki karakter yang berbeda, sehingga pengalaman menjelajah Bromo terasa semakin lengkap dan tak membosankan.
Nah, itu dia beberapa keistimewaan Bromo yang diakui dunia hingga menjadi lokasi syuting berbagai kepentingan film dan musik, termasuk latar video musik Yellow Claw. Kamu sendiri, sudah pernah ke Gunung Bromo, belum? Jika belum, segera buat rencana, yuk!

















