Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Itinerary 3 Hari di Toronto Kanada untuk Menyaksikan Piala Dunia 2026

Itinerary 3 Hari di Toronto Kanada untuk Menyaksikan Piala Dunia 2026
ilustrasi Toronto (unsplash.com/Sandro Schuh)
Share Article

Toronto terasa seperti kota yang bergerak cepat, tapi tetap punya sisi santai di tepi Danau Ontario. Gedung tinggi, kawasan waterfront, dan keramaian fans bola akan membuat suasana Piala Dunia 2026 terasa hidup sejak keluar dari stasiun.

Itinerary ini dirancang untuk mengurangi perpindahan area saat matchday. Rutenya memusat di downtown, waterfront, Liberty Village, dan Fort York agar perjalanan menuju Toronto Stadium lebih rapi, tidak terlalu banyak transit, dan tetap punya waktu menikmati kota sebelum atau sesudah pertandingan.

1. 09.00 sampai 13.00 hari ke-1: berkunjung ke Union Station, CN Tower, dan Ripley’s Aquarium

Union Station
Union Station (commons.wikimedia.org/apasciuto)

Hari pertama paling aman dimulai dari Union Station karena area ini menjadi simpul transportasi utama di downtown. Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan jalan kaki sekitar 10 sampai 15 menit ke CN Tower dan Ripley’s Aquarium. Slot pagi dipilih karena Destination Toronto menyarankan CN Tower didatangi pagi atau saat sunset untuk foto terbaik, sementara Ripley’s Aquarium lebih nyaman saat pagi hari kerja.

Area ini cocok untuk titik awal tanpa perlu langsung naik turun transportasi. Setelah puas melihat skyline dari sekitar CN Tower, waktu makan siang bisa diarahkan ke sekitar South Core atau Entertainment District. Simpan tiket atraksi secara digital karena periode Piala Dunia bertepatan dengan musim ramai dan Destination Toronto menyarankan reservasi atraksi jauh sebelum keberangkatan.

2. 14.30 sampai 18.30 hari ke-1: menikmati suasana ke St. Lawrence Market dan The Well

St. Lawrence Market Toronto
St. Lawrence Market Toronto (pexels.com/@coldbeer)

Setelah area CN Tower, perjalanan bisa dilanjutkan ke St. Lawrence Market dengan transportasi umum atau kombinasi jalan kaki sekitar 25 sampai 30 menit. St. Lawrence Market cocok ditempatkan siang menuju sore karena ritmenya lebih santai untuk makan, membeli camilan, dan melihat suasana pasar tanpa mengejar banyak destinasi.

Dari St. Lawrence Market, lanjut ke The Well membutuhkan sekitar 25 menit dengan transit atau taksi pendek bila ingin menghemat tenaga. The Well direkomendasikan Destination Toronto sebagai destinasi baru untuk makan, belanja, dan menikmati arsitektur outdoor. Pemberhentian ini sengaja ditaruh sore karena cocok untuk transisi santai sebelum istirahat, terutama bila hari kedua dipakai untuk matchday.

3. 10.00 sampai 14.00 hari ke-2: menikmati matchday ke Stackt Market dan Liberty Village

Liberty Village
Liberty Village (commons.wikimedia.org/Dillan Payne)

Hari pertandingan sebaiknya tidak langsung menuju stadion terlalu pagi. Stackt Market bisa menjadi pemanasan yang lebih santai karena Destination Toronto menyebut tempat ini sebagai hub belanja dari kontainer pengiriman dan berjarak tidak jauh dari Toronto Stadium. Estimasi kunjungan sekitar 90 menit cukup untuk kopi, belanja, dan foto.

Dari Stackt Market, lanjut ke Liberty Village sekitar 15 sampai 20 menit menggunakan streetcar atau jalan kaki santai. Liberty Village diletakkan sebelum stadion karena kawasan ini berada dekat Exhibition Place dan punya banyak kafe, bar, serta patio. Siapkan pembayaran TTC dengan PRESTO, debit, atau kartu kredit. Tarif adult pay as you go TTC saat ini sekitar 3,30 dolar Kanada, dan transfer dua jam berlaku jika tap memakai PRESTO, debit, kartu kredit, atau PRESTO Ticket.

4. 14.00 sampai 22.00 hari ke-2: menyaksikan pertandingan ke Toronto Stadium dan FIFA Fan Festival

Toronto Stadium
Toronto Stadium (pexels.com/Harrison Haines)

Untuk laga sore, area stadion idealnya sudah dicapai sekitar dua jam sebelum kick off. Toronto Stadium berada di Exhibition Place dan menurut Destination Toronto dapat diakses dengan TTC, GO Transit, jalan kaki, atau sepeda. Rute streetcar 509 Harbourfront dan 511 Bathurst menuju Exhibition Loop menjadi opsi praktis dari area downtown.

Setelah pertandingan, jangan langsung memaksakan keluar dengan taksi dari sekitar stadion. City of Toronto menegaskan tidak ada parkir publik di Toronto Stadium, Exhibition Place, Liberty Village, dan Fort York pada matchday. Lanjutkan jalan kaki atau streetcar ke FIFA Fan Festival di Fort York dan The Bentway. Lokasi ini menayangkan seluruh 104 laga, punya layar besar, musik, program budaya, dan vendor makanan global.

5. 10.00 sampai 15.00 hari ke-3: menikmati suasana ke Toronto Islands dan Waterfront

Toronto Islands
Toronto Islands (pexels.com/Jeffrey Eisen)

Hari ketiga sengaja dibuat lebih pelan karena matchday biasanya menguras energi. Mulai dari Jack Layton Ferry Terminal menuju Toronto Islands, lalu alokasikan sekitar tiga sampai empat jam untuk jalan santai, melihat skyline, dan menikmati sisi Toronto yang lebih lega. Destination Toronto menyebut ferry Toronto Islands sebagai spot foto skyline yang sangat menarik.

Setelah kembali ke mainland, habiskan sisa waktu di Waterfront. Rute ini sengaja ditaruh di hari terakhir karena tidak perlu banyak pindah moda dan tetap dekat dengan Union Station. Tips terakhir yang sering dilupakan adalah mengecek service advisory TTC dan jadwal ferry pada pagi hari, karena perubahan layanan saat event besar bisa memengaruhi waktu pulang ke hotel atau bandara.

Tiga hari di Toronto saat Piala Dunia 2026 bisa terasa padat tanpa harus melelahkan bila rutenya dibuat berdekatan dengan downtown, waterfront, dan area stadion. Kombinasi CN Tower, St. Lawrence Market, Stackt Market, Toronto Stadium, FIFA Fan Festival, dan Toronto Islands memberi pengalaman lengkap antara suasana kota, matchday, kuliner, dan sisi santai Toronto.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

5 Alasan Mengapa Shibuya Jepang Cocok untuk Solo Traveler

15 Jun 2026, 06:06 WIBTravel