Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Ilam Jadi Destinasi Favorit Pencinta Teh di Nepal?
Ilam, Nepal (commons.wikimedia.org/Hari gurung77)

Kalau Nepal selama ini lebih sering dikaitkan dengan Everest dan jalur trekking di pegunungan Himalaya, ada sisi lain negeri ini yang menarik untuk dijelajahi, terutama di bagian timur. Ilam berada di perbukitan timur Nepal dan dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil teh utama di negara tersebut, dengan perkebunan yang membentang di lereng-lereng hijau dekat perbatasan India.

Kawasan ini bukan cuma menarik untuk melihat kebun teh dari kejauhan, tetapi juga punya sejumlah tempat yang bisa dikunjungi dalam satu perjalanan. Berikut alasan kenapa Ilam menarik untuk dimasukkan ke itinerary Nepal, terutama kalau kamu memang suka teh dan perjalanan ke daerah pegunungan.

1. Kanyam jadi tempat paling mudah untuk melihat perkebunan teh

Kanyam (commons.wikimedia.org/Rajivkilanashrestha)

Kanyam berada di Suryodaya Municipality, Distrik Ilam, dan menjadi salah satu kawasan perkebunan teh yang paling dikenal oleh wisatawan. Perkebunan Kanyam berada di ketinggian sekitar 1.676 meter dan memiliki area sekitar 216 hektare, dengan kurang lebih 200 hektare yang digunakan untuk tanaman teh. Lokasinya berada di jalur antara Fikkal dan Ilam Bazaar sehingga cukup mudah dimasukkan ke dalam perjalanan darat menuju Ilam.

Aktivitas di Kanyam juga tidak berhenti pada melihat kebun dari pinggir jalan. Wisatawan bisa berjalan di antara barisan tanaman teh, berfoto, piknik, atau menikmati pemandangan lereng perkebunan. Kanyam merupakan tempat untuk berjalan-jalan, piknik, dan melihat pemandangan, sementara Fikkal yang berada di dekatnya berfungsi sebagai pusat perdagangan kawasan tersebut.

Kanyam juga menarik bagi pencinta teh karena perkebunannya menghasilkan orthodox tea, jenis pengolahan teh yang menghasilkan daun dengan bentuk lebih utuh dan berbeda dari teh CTC yang biasa digunakan untuk teh susu. Karakter ini pula yang membuat teh Ilam kerap dibandingkan dengan teh dari Darjeeling di India karena kedua wilayah tersebut berada dalam kawasan  yang berdekatan dan memiliki kondisi untuk budidaya teh yang serupa.

2. Ilam punya sejarah teh yang panjang

Ilam Tea Estate (commons.wikimedia.org/Pranish Subedi)

Teh bukan tanaman baru bagi Ilam karena perkebunan teh sudah berkembang di kawasan ini sejak abad ke-19. Ilam Tea Estate mulai ditanami pada 1863, menggunakan bibit teh yang berasal dari Tiongkok. Perkebunan tersebut berada pada kisaran ketinggian 4.500–5.000 kaki atau sekitar 1.370–1.520 meter, di kawasan perbukitan yang secara geografis terhubung dengan bentang pegunungan Darjeeling. Bagi wisatawan, hal ini membuat perjalanan ke Ilam terasa berbeda dari sekadar datang ke tempat yang memiliki pemandangan kebun teh, karena teh memang menjadi bagian penting dari kegiatan pertanian dan ekonomi daerah tersebut.

Teh merupakan industri terbesar di Ilam, bersama komoditas seperti kapulaga, jahe, cabai, kentang, susu, dan tanaman sapu.  Kalau ingin melihat aktivitas perkebunan ketika tanaman sedang dipetik, waktu perjalanan juga perlu diperhatikan. Musim panen pertama atau first flush biasanya berlangsung sekitar Maret–April, meskipun waktunya dapat berubah mengikuti ketinggian kebun dan kondisi cuaca pada tahun tersebut.

3. Perjalanan ke kebun teh bisa sekalian ke Shree Antu

Shree Antu (ommons.wikimedia.org/Hari gurung77)

Perjalanan ke Ilam tidak harus berhenti di Kanyam. Salah satu tempat yang bisa dituju dalam rute adalah Shree Antu atau Antu Danda, sebuah kawasan perbukitan di ketinggian sekitar 2.328 meter yang terkenal sebagai lokasi untuk melihat matahari terbit. Dari sini, ketika cuaca cerah, wisatawan bisa melihat Kanchenjunga yang memiliki ketinggian 8.586 meter, sekaligus bentang perbukitan dan dataran di sekitar Ilam.

Shree Antu berjarak sekitar 35 kilometer dari Ilam Bazaar dan tersedia homestay bagi wisatawan yang ingin bermalam. Karena tujuan utamanya adalah melihat matahari terbit, menginap di sekitar kawasan ini lebih masuk akal daripada datang dari Ilam Bazaar pada pagi buta. Setelah menikmati matahari terbit, perjalanan bisa dilanjutkan ke kawasan perkebunan teh dan Fikkal sehingga beberapa tempat di Ilam dapat dikunjungi dalam satu perjalanan.

4. Mai Pokhari menawarkan suasana yang berbeda dari perkebunan teh

Mai Pokhari (commons.wikimedia.org/Hari gurung77)

Kalau ingin menyisipkan kegiatan selain berkeliling kebun, arahkan perjalanan ke Mai Pokhari, danau alami yang berada sekitar 13 kilometer dari Ilam Bazaar. Danau ini berada pada ketinggian sekitar 2.100 meter dan telah ditetapkan sebagai situs Ramsar sejak 2008 karena nilai ekologisnya. Kawasan di sekitarnya terdiri atas hutan dan menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan, burung, serta satwa lainnya.

Mai Pokhari berada sekitar 13 kilometer dari Ilam Bazaar dan bisa ditempuh dengan kendaraan dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. Danau ini berada di ketinggian sekitar 2.100 meter dengan lingkungan hutan yang masih terjaga, sehingga suasananya cenderung tenang dibandingkan dengan kawasan kebun teh di sekitarnya. Area ini juga memiliki nilai keagamaan bagi masyarakat setempat dan menjadi lokasi yang ramai saat festival Kartik Ekadasi pada periode Oktober–November. Karena jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Ilam, Mai Pokhari biasanya dimasukkan sebagai perjalanan setengah hari sebelum kembali ke Ilam Bazaar.

5. Ilam cocok untuk menikmati teh sambil menjelajahi perbukitan

Ilam (commons.wikimedia.org/Nirjal Shrestha)

Daya tarik Ilam bukan hanya perkebunan tehnya, tetapi juga cara kawasan tersebut bisa dijelajahi tanpa harus melakukan trekking panjang. Kegiatan seperti berjalan di kebun teh, short hike, piknik, dan menjelajahi hutan merupakan aktivitas wisata di Ilam. Jalan-jalan di kawasan perkebunan juga memberi kesempatan untuk melihat langsung bentuk lereng yang digunakan untuk menanam teh, sementara beberapa jalur di sekitarnya membawa wisatawan ke kawasan pedesaan dan perbukitan.

Ilam Bazaar bisa dijadikan tempat menginap sekaligus titik awal untuk mengunjungi beberapa lokasi di sekitarnya. Dari Kathmandu, pilihan yang lebih praktis adalah terbang menuju Bhadrapur Airport lalu melanjutkan perjalanan darat; perjalanan dari Bhadrapur ke Ilam membutuhkan waktu sekitar 2 jam, sedangkan perjalanan darat dari Kathmandu dapat memakan waktu sekitar 5 jam dari Biratnagar setelah penerbangan. Untuk waktu kunjungan, Nepal Tourism Board merekomendasikan Oktober–Desember atau Februari–April, sementara musim Maret–April menarik bagi wisatawan yang ingin melihat periode awal panen teh.

Ilam paling menarik untuk dikunjungi kalau kamu ingin melihat teh bukan sekadar sebagai minuman, melainkan sebagai bagian dari perjalanan di perbukitan Nepal. Dua atau tiga hari cukup masuk akal untuk menggabungkan beberapa destinasi tersebut tanpa harus terburu-buru berpindah tempat. Kalau kamu pencinta teh, Ilam bisa jadi salah satu tujuan yang menarik untuk dimasukkan ke itinerary Nepal, terutama saat Maret–April ketika aktivitas pemetikan mulai berlangsung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article