Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Gunung Burangrang, Tetangga Tangkuban Parahu yang Punya Pesona Tersendiri

5 Fakta Gunung Burangrang, Tetangga Tangkuban Parahu yang Punya Pesona Tersendiri
ilustrasi Gunung Burangrang (pexels.com/Muhammad Syahroyni)
  • Gunung Burangrang memiliki dua versi asal nama: dari kata renggang yang menggambarkan lembah dan jurang, serta kisah Sangkuriang tentang ranting perahu yang berubah menjadi gunung.
  • Gunung setinggi 2.050 mdpl di perbatasan Bandung Barat-Purwakarta ini disebut dalam catatan Bujangga Manik, yang mencatat keberadaan Kerajaan Saung Agung di kakinya.
  • Burangrang menawarkan panorama Bandung, Tugu Triangulasi, dan empat jalur pendakian: Pangheotan ramah pemula, Tanjakan Mentari lebih menantang, Legok Haji favorit, serta Komando paling ekstrem berizin khusus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau ada waktu waktu untuk mendaki gunung, jangan lewatkan Gunung Burangrang. Gunung ini punya sejarah yang unik dengan pemandangan indah sebagai daya tarik. Pendaki pemula atau profesional punya rasa puas tersendiri jika sudah menaklukkan gunung ini. 

Tapi sebelum memutuskan untuk mendaki Gunung Burangrang, sebaiknya ketahui dulu fakta gunung burangrang berikut ini. Tak hanya menjelaskan bagaimana nama Burangrang berasal tapi juga serba-serbi pendakiannya.

  1. 1. Asal-usul nama

    ilustrasi mendaki gunung
    ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Oziel Gómez)

    Bukan sekedar nama, Gunung Burangrang memiliki dua versi makna. Versi pertama, Burangrang dari kata jarang atau carang yang berarti renggang. Hal ini dikarenakan bentuk lembah dan jurang yang jarang atau renggang satu dengan yang lain.

    Versi kedua berhubungan dengan kisah Sangkuriang di Gunung Tangkuban Parahu. Konon, Burangrang memiliki arti rangrang yang artinya ranting pohon. Saat itu, Sangkuriang membuat perahu dari kayu dan ranting atau rangrang berubah jadi gunung yang kemudian disebut Gunung Burangrang.

  2. 2. Disebut dalam sejarah

    ilustrasi buku
    ilustrasi buku (pexels.com/Atlantic Ambience)

    Selain arti nama, Gunung Burangrang juga memiliki nilai sejarah. Burangrang pernah disebutkan dalam catatan perjalanan yang sekarang tersimpan di Perpustakaan Bodleian. Bukan di Indonesia, perpustakaan tersebut berada di Universitas Oxford, Inggris.

    Sebelum bangsa Eropa datang ke Nusantara, Bujangga Manik, bangsawan dari Kerajaan Pakuan melakukan perjalanan mengelilingi Pulau Jawa. Perjalanan yang dilakukan pada 1500-an Masehi tersebut, melahirkan catatan perjalanan dari tahun 1627. Dalam catatan tersebut, disebutkan bahwa di kaki Gunung Burangrang pernah ada sebuah kerajaan bernama Saung Agung.

  3. 3. Lokasi dan ketinggian Gunung Burangrang

    ilustrasi gunung
    ilustrasi gunung (pixabay.com/klaus_schrodt)

    Gunung Burangrang merupakan gunung yang ada di perbatasan dua kabupaten, Bandung Barat dan Purwakarta. Gunung ini terletak di bagian barat Gunung Tangkuban Parahu dan masih satu kawasan dengan Gunung Sunda pada zaman dahulu kala. Konon, Gunung Burangrang adalah hasil letusan dari Gunung Sunda.

    Gunung ini berada di ketinggian 2.050 mdpl yang bisa dicapai dari Bandung ke Cimahi terlebih dahulu. Setelah itu, bisa naik ojek menuju Cisarua ke Legok Haji yang merupakan titik pendakian. Di puncak gunung, pemandangan indah siap menyambut pendaki.

  4. 4. Daya tarik bagi pendaki

    ilustrasi mendaki gunung
    ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/photo nic)

    Setiap puncak gunung memiliki daya tarik tersendiri terutama pemandangan. Di Gunung Burangrang, pendaki bisa melihat Kota Bandung di balik awan yang menutupi langit. Jika sudah di puncak, jangan lupa untuk foto di Tugu Triangulasi yang merupakan tugu ikonik Gunung Burangrang.

    Pemandangan semakin indah dengan adanya objek wisata di sekitar Gunung Burangrang. Di kawasan ini ada Bukit senyum, Junghil, Buangan Cirata hingga Lembah Dano. Selain mendaki, bisa juga berlama-lama menikmati keindahan Gunung Burangrang dengan cara berkemah.

  5. 5. Empat jalur pendakian

    ilustrasi gunung
    ilustrasi gunung (freepik.com/freestockcenter)

    Sebelum memutuskan untuk mendaki, ketahui dulu jalur pendakian yang bisa digunakan. Ada empat jalur yang bisa digunakan, tapi ada satu jalur populer dan jalur yang ekstrim bagi pendaki. Berikut ini beberapa jalur yang bisa digunakan untuk mendaki Gunung Burangrang.

    • Via Pangheotan bisa ditempuh sekitar 5 jam pendakian. Jalur ini ramah pemula karena tergolong landai dan ringan sehingga cocok untuk pertama kali mendaki. Jalur ini ada di Cikalong Wetan, di Kabupaten Purwakarta.
    • Via Tanjakan Mentari bisa ditempuh sekitar 3 jam pendakian. Jalur ini lebih susah dibandingkan Pangheotan karena terdapat tanjakan ekstrim dan harus melewati hutan pinus.
    • Via Legok Haji adalah jalur favorit pendaki karena memiliki fasilitas lengkap. Berada di Desa Nyalindung, jalur ini didominasi hutan pinus dengan kemiringan yang semakin curam saat mendekati puncak.
    • Via Komando adalah jalur paling ekstrim dan sulit dijangkau karena perlu perijinan khusus dari Kopassus. Di jalur ini terdapat pepohonan yang rapat dan padat serta tanjakan yang curam. Jalur paling menantang karena pendaki harus lewat tepian jurang yang berbahaya.

    Itulah fakta Gunung Burangrang yang patut diketahui bagi para pendaki gunung. Gak cuma tertarik untuk mendaki, belajar tentang sejarah gunung ini juga gak ada salahnya. Selain mengenal sejarahnya, jangan lupa untuk tetap jaga kelestarian kawasan Gunung Burangrang ketika mendaki ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More