Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Fakta Gunung Butak, Destinasi Padang Sabana yang Memukau di Jawa Timur!

4 Fakta Gunung Butak, Destinasi Padang Sabana yang Memukau di Jawa Timur!
foto Gunung Butak (commons.wikimedia.org/Hasan Daffa)
  • Gunung Butak, gunung nonvulkanik setinggi 2.868 mdpl di perbatasan Malang-Blitar, dapat didaki melalui jalur Sirah-Kencong, Gadingkulon, atau Panderman yang populer.
  • Pendakian menyajikan hutan hujan, hutan lumut, Tanjakan PHP, hutan pinus, hingga padang sabana luas selepas Pos 4 jalur Panderman yang memiliki sumber mata air.
  • Puncak menawarkan panorama Arjuno-Welirang, sunrise, dan lautan awan saat cuaca mendukung; pendaki perlu menyiapkan fisik, logistik, pakaian hangat, serta perlengkapan camping.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gunung Butak merupakan salah satu destinasi pendakian di Jawa Timur yang menawarkan perpaduan jalur alami dan panorama pegunungan. Gunung ini berada di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar dengan ketinggian mencapai 2.868 meter di atas permukaan laut. Meski gak sepopuler beberapa gunung lain di Jawa Timur, Gunung Butak punya sejumlah daya tarik yang membuat perjalanan menuju puncaknya layak dicoba.

Jalur pendakiannya menyuguhkan suasana hutan yang tenang, hutan lumut, hingga padang sabana yang luas untuk beristirahat atau mendirikan tenda. Pendaki juga bisa menikmati sunrise dengan hamparan awan dari kawasan puncak, sementara beberapa jalurnya memiliki karakter trek yang berbeda. Sebelum memasukkan gunung ini ke daftar pendakian berikutnya, yuk simak empat fakta menarik Gunung Butak berikut!

  1. 1. Gunung Butak berada di perbatasan Malang dan Blitar

    Gunung Butak merupakan gunung nonvulkanik yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Puncaknya memiliki ketinggian 2.868 meter di atas permukaan laut, sehingga perjalanan menuju atas tetap membutuhkan persiapan fisik yang baik. Lokasinya juga berada di sekitar Gunung Kawi yang membuat kawasan ini dikelilingi lanskap pegunungan.

    Untuk mencapai puncak, pendaki bisa memilih beberapa jalur yang tersedia, yaitu Sirah-Kencong, Gadingkulon, atau Panderman. Dari ketiganya, jalur via Panderman disebut sebagai salah satu yang paling populer karena karakter treknya dinilai gak terlalu sulit. Meski begitu, setiap jalur tetap memiliki medan dan waktu tempuh yang berbeda sehingga pendaki perlu menyesuaikan pilihan dengan kemampuan.

  2. 2. Gunung Butak punya padang sabana yang luas

    Salah satu daya tarik utama Gunung Butak adalah padang sabana yang terbentang cukup luas di jalur menuju puncak. Kawasan ini sering dimanfaatkan pendaki untuk beristirahat sekaligus mendirikan tenda sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Suasananya semakin menarik karena area sabana juga memiliki sumber mata air yang bisa dimanfaatkan pendaki.

    Pada jalur via Panderman, sabana berada setelah Pos 4 dan menjadi bagian trek yang cukup ikonik. Dari kawasan tersebut, pendaki bisa melihat puncak Gunung Butak sekaligus menikmati hamparan padang rumput yang terbuka. Saat malam tiba, kawasan sabana juga bisa terasa sangat dingin sehingga perlengkapan camping dan pakaian hangat perlu dipersiapkan dengan baik.

  3. 3. Jalur Gunung Butak melewati hutan lumut hingga tanjakan PHP

    Jalur pendakian Gunung Butak menawarkan perubahan suasana dari hutan hujan tropis hingga kawasan yang lebih terbuka. Pada beberapa bagian, pendaki akan melewati hutan lumut dengan pepohonan yang ditumbuhi lumut sehingga suasananya terasa lebih teduh sekaligus unik. Di jalur via Panderman, pendaki juga akan menemukan Tanjakan PHP alias Pemberi Harapan Palsu yang dikenal memiliki tanjakan cukup panjang.

    Setelah melewati bagian tersebut, karakter jalur kembali berubah dan pendaki akan menghadapi trek yang lebih landai di beberapa titik. Menuju Pos 4, medan kembali menanjak sebelum akhirnya terbuka menuju Padang Sabana. Dari sabana ke puncak, perjalanan dilanjutkan melewati padang rumput, hutan pinus, dan tanjakan berbatu dengan estimasi sekitar 30-40 menit.

  4. 4. Puncak Gunung Butak menawarkan sunrise dan lautan awan

    Setibanya di puncak, perjuangan melewati berbagai karakter medan Gunung Butak akan terbayar dengan panorama pegunungan yang luas. Dari area puncak, pendaki dapat melihat Gunung Arjuno dan Welirang dengan sudut pandang yang disebut hampir 360 derajat. Kawasan puncaknya sendiri terdiri dari area puncak bendera dan tanah datar yang dapat menjadi tempat menikmati pemandangan.

    Selain panorama pegunungan, sunrise dan lautan awan menjadi salah satu momen yang banyak diburu pendaki. Pemandangan tersebut biasanya semakin menarik ketika cuaca mendukung sehingga langit dan hamparan awan terlihat lebih jelas. Karena itu, bermalam di area camping lalu melakukan summit attack pada pagi hari bisa menjadi pilihan bagi pendaki yang ingin mengejar momen matahari terbit.

    Gunung Butak menawarkan pengalaman mendaki yang lengkap, mulai dari jalur hutan yang masih alami, padang sabana untuk camping, hingga panorama sunrise dan lautan awan dari puncaknya. Meski begitu, medan yang cukup panjang dan beberapa tanjakan tetap membuat pendaki perlu menyiapkan fisik, logistik, serta perlengkapan yang sesuai. Jangan lupa persiapkan semuanya dengan matang agar pendakian Gunung Butak jadi lebih aman dan nyaman, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More