ARTSUBS 2026 di Surabaya: 500 Karya dari 120 Seniman yang Mengisi Jiwa

ARTSUBS 2026 bertema BORDER, THRESHOLD AND BEYOND menghadirkan lebih dari 500 karya dari 120 seniman Indonesia di Balai Pemuda Surabaya, terbagi dalam enam zona.
Pameran menampilkan karya beragam, termasuk miniatur Istana Negara IKN karya Nyoman Nuarta, visual pensil monokrom berdetail karya Bambang BP, serta karya tiga dimensi Ivan Sagita.
ARTSUBS 2026 berlangsung hingga 8 November 2026, setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB; tiket masuk Rp100 ribu dan pengunjung dapat menikmati berbagai medium serta instalasi.
Kota Surabaya kembali menjadi ruang pertemuan bagi para pencinta seni melalui ARTSUBS 2026. Mengusung tema BORDER, THRESHOLD AND BEYOND, pameran seni ini menghadirkan lebih dari 500 karya dari 120 seniman Tanah Air di Balai Pemuda, Surabaya.
Para pengunjung dapat menjelajahi enam zona yang tersebar di area pameran. Masing-masing zona menawarkan pengalaman visual yang berbeda, mulai dari karya dua dimensi hingga instalasi yang tampil lebih atraktif dan mencuri perhatian.
Tak mau ketinggalan, IDN Times pun hadir dalam pameran seni bergengsi ini. Begitu memasuki area pameran, pengunjung langsung disambut deretan karya dengan karakter yang unik dan beragam. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah karya dari Andy Rahman yang menampilkan karya kolaboratif berjudul "Cakra Manggilingan." Karyanya berbahan limbah plastik dan metal.
Tak hanya itu, ada banyak karya yang membuat langkah terhenti, entah karena bentuknya yang unik, detail yang begitu rapat, atau gagasan yang terasa berbeda dari karya di sekitarnya. Selama menjelajahi ARTSUBS 2026, beberapa karya pun cukup mencuri perhatian penulis.
Lantas, seperti apa pengalaman penulis saat menjelajahi pameran ini dan karya apa saja yang menarik perhatian? Berikut ulasan lengkapnya untukmu.
1. Melihat karya Nyoman Nuarta

Potret karya di ARTSUBS 2026 (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa) Salah satu nama yang cukup mencuri perhatian dalam ARTSUBS 2026 adalah Nyoman Nuarta. Seniman asal Bali ini dikenal lewat karya-karya patung monumental yang telah menghiasi berbagai ruang publik di Indonesia.
Di antara karya yang dipamerkan, terdapat miniatur gedung Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN). Melihatnya dari dekat memberikan pengalaman yang berbeda, karena bentuk bangunan yang selama ini dikenal dalam ukuran sebenarnya ditampilkan dalam versi lebih kecil dan detail.
Miniatur tersebut juga menjadi salah satu karya yang membuat pengunjung berhenti lebih lama. Dari kejauhan, bentuknya sudah cukup mudah dikenali. Namun, ketika didekati, detail pada struktur bangunannya semakin terlihat.
Kehadiran karya Nyoman Nuarta menjadi salah satu bagian menarik dalam ARTSUBS 2026, karena pengunjung tidak hanya melihat karya seni dalam bentuk lukisan atau instalasi, tetapi juga dapat mengamati representasi sebuah bangunan ikonik melalui sudut pandang artistik.
2. Detail luar biasa karya pensil Bambang BP

Potret karya di ARTSUBS 2026 (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa) Beranjak ke karya Bambang BP, suasana visual yang ditawarkan terasa berbeda. Jika beberapa karya lain di ARTSUBS 2026 tampil dengan warna-warna yang cukup berani, karya Bambang BP justru mengandalkan kesederhanaan medium pensil di atas kanvas.
Melalui karya-karyanya, Bambang BP mengekspresikan gagasan dengan goresan pensil yang menghasilkan visual monokrom. Meski hanya menggunakan warna hitam, putih, dan gradasi di antaranya, karya tersebut tetap terasa kaya akan detail.
Saat diamati dari dekat, tampak bagaimana goresan pensil membentuk bagian-bagian kecil dalam karya. Ada area yang dibuat lebih gelap dan kontras, sedangkan bagian lainnya dibiarkan lebih lembut. Perbedaan tersebut membuat gambar terasa memiliki dimensi dan tidak terlihat datar.
Menariknya, detail yang dihasilkan dari medium sederhana tersebut justru membuat pengunjung terdorong untuk melihat karya dari jarak yang lebih dekat. Semakin diperhatikan, semakin banyak detail kecil yang terlihat dari goresan pensilnya.
3. Karya Ivan Sagita terasa hidup dan penuh makna

Potret karya di ARTSUBS 2026 (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa) Salah satu karya yang cukup menarik perhatian adalah karya Ivan Sagita. Dari sudut pandang penulis, karya-karya Ivan terasa begitu hidup. Bentuk, ekspresi, hingga material yang digunakan seolah membuat sosok dalam karyanya memiliki cerita masing-masing, terutama dalam karya "Tertanda Berujung Sembilu." Karya tersebut dibuat menggunakan serat, akrilik, dan plat besi.
Saat melihatnya secara langsung, karya ini terasa berbeda dibandingkan lukisan yang hanya diam di bidang datar. Bentuknya yang tiga dimensi membuat mata seperti diajak mengikuti setiap bagian objek, sedangkan material yang digunakan memberikan kesan tekstur dan karakter tersendiri.
Karya-karya Ivan Sagita sendiri banyak merefleksikan tema kehidupan, kematian, spiritualitas, ketabahan, serta pergulatan eksistensial manusia. Hal tersebut terasa dalam karya yang ditampilkan. Ada kesan ganjil sekaligus menarik yang membuat pengunjung tidak bisa sekadar melihatnya sekilas, tetapi seperti diajak memikirkan cerita di balik sosok yang ditampilkan.
4. Masih banyak instalasi menarik lainnya

Potret pengunjung ARTSUBS 2026 (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa) ARTSUBS 2026 menghadirkan lebih dari 500 karya, sehingga tiga nama tersebut hanyalah sebagian kecil dari apa yang bisa ditemukan di dalam pameran. Sepanjang area Balai Pemuda, pengunjung akan menemukan karya dengan bentuk, medium, ukuran, dan pendekatan artistik yang berbeda-beda. Ada karya yang bisa dinikmati dari kejauhan, tetapi ada pula yang justru baru terasa menarik ketika diamati dari dekat.
Hal inilah yang membuat pengalaman menjelajahi ARTSUBS terasa tidak seperti sekadar datang, melihat beberapa lukisan, lalu pulang. Pengunjung bisa berjalan tanpa terburu-buru sambil menemukan karya lain yang mungkin sebelumnya tidak masuk dalam daftar untuk dilihat.

Potret karya di ARTSUBS 2026 (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa) Bisa dibilang pengalaman mengunjungi pameran ini memang terasa sangat personal yang mengisi jiwa. Karya yang paling menarik perhatian setiap orang bisa saja berbeda, tergantung apa yang mereka lihat dan rasakan saat berada di depannya.
Jika kamu tertarik berkunjung ke sini, ARTSUBS 2026 berlangsung di Balai Pemuda Surabaya hingga 8 November 2026. Pameran ini dapat dikunjungi setiap hari pada pukul 10.00–22.00 WIB dengan tiket masuk seharga Rp100 ribu. Jadi, kalau kamu sedang mencari agenda akhir pekan, ARTSUBS 2026 bisa menjadi salah satu tempat untuk berjalan-jalan sambil menikmati karya seni dari seniman Tanah Air.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















