Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pendaki Sering Dilema, Mending Mendaki pada Weekday atau Weekend?
ilustrasi rombongan pendaki dalam jumlah yang cukup banyak (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
  • Pendakian weekday cenderung lebih sepi, memberi suasana tenang agar pendaki lebih relaks, menikmati alam, dan tidak terdorong mengikuti ritme jalan orang lain.
  • Weekend memudahkan pendaki karena tidak perlu mengambil cuti atau mengganggu pekerjaan; perjalanan dapat dimulai Jumat sore dan selesai pada Minggu.
  • Weekday menawarkan pilihan lokasi tenda lebih leluasa, sedangkan weekend lebih ramai tetapi menghadirkan interaksi hangat, solidaritas, dan bantuan antarpedaki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di balik sisi serunya, mendaki gunung sering kali menghabiskan cukup banyak waktu seseorang. Seperti yang kita ketahui bahwa mendaki gunung membutuhkan waktu berhari-hari untuk mencapai puncak gunung dan kembali lagi sampai tiba di rumah. Hal ini yang biasanya membuat seseorang harus memikirkan dua kali untuk memulai perjalanan mendakinya.

Sebenarnya, lebih enak mendaki gunung di hari kerja (weekday) atau hari libur (weekend)? Untuk kamu yang masih dilema menentukan waktu ini, kali ini akan dibahas perbandingan antara mendaki di weekday dan weekend. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

1. Weekday memberikan suasana yang lebih tenang karena berkurangnya pengunjung

ilustrasi sekelompok pendaki (pexels.com/Follow Alice)

Secara logika, weekday adalah hari di mana semua orang sibuk dalam pekerjaannya dan jarang sekali mengambil cuti selain adanya kepentingan yang mendesak. Tak bisa dimungkiri bahwa semua destinasi wisata akan mengalami penurunan grafik pengunjung yang signifikan pada hari-hari kerja, salah satunya adalah gunung. Bagi kamu yang ingin merasakan suasana ketenangan gunung yang jauh lebih dalam, mendaki pada weekday adalah pilihan yang tepat.

Meskipun ada saja segelintir orang atau kelompok pendakian yang pasti kamu temui, tapi tidak akan semarak itu jumlahnya. Ketenangan yang kamu dapat ini secara tidak langsung membuat kamu lebih relaks, tidak terbawa ego karena melihat ritme jalan pendaki lebih cepat, dan menikmati setiap langkah yang ditemani suara gemericik alam yang lebih jelas terdengar karena lumayan sunyi.

2. Tidak perlu memikirkan bagaimana cara mengambil cuti pada weekend

ilustrasi tanggal merah atau hari libur pada kalender (pexels.com/Matheus Bertelli)

Ketenangan yang didapat di perjalanan mendaki tentu tidak cukup jika di kehidupan nyata saja kamu tidak tenang, salah satunya adalah meminta izin. Pada weekday, kamu terpaksa meninggalkan pekerjaan dan mengambil cuti demi mendaki gunung. Biasanya, cuti yang diberikan juga tidak akan panjang karena alasan liburan, bukan alasan mendesak yang sifatnya penting. Tak hanya itu, kamu juga harus izin kepada keluarga apakah memperbolehkan cuti di hari kerja. Terkadang, perizinan ini bisa membuat kamu lebih pusing lebih dulu sebelum pendakian dimulai.

Berbeda halnya ketika kamu mendaki gunung di hari libur (weekend), kamu tidak perlu lagi memikirkan izin cuti dan sudah lepas dari tanggung jawab pekerjaan yang seharusnya sudah tuntas semua. Waktu mendaki juga sudah bisa terlihat jelas, kamu bisa memulai perjalanan di Jumat sore setelah pulang kerja, lalu kembali ke rumah pada Minggu siang atau sore. Dengan seperti itu, proses pendakian kamu akan selesai tanpa menghambat produktivitas kerja.

3. Kebebasan memilih titik mendirikan tenda di area camp adalah keistimewaan yang didapat pada weekday

ilustrasi tenda yang berjejer ke samping (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Karena sepi pengunjung, weekday memberikan kebebasan untuk kamu memilih titik yang nyaman untuk mendirikan tenda di area camp. Meskipun ritme jalan kamu cukup lambat, kamu akan tetap mendapatkan tempat bermalam yang nyaman karena memang tidak akan banyak pemandangan tenda di area camp pada weekday. Kamu juga bisa bersantai lebih nyaman di depan tenda memandangi sunset atau menunggu fenomena matahari terbit di pagi hari (sunrise).

Kondisi seperti ini jelas tidak akan bisa kamu temui pada weekend. Di hari libur, para pendaki berbondong-bondong akan membanjiri area camp. Siapa yang berjalan lebih cepat, itulah yang akan mendapat tempat mendirikan tenda paling nyaman, begitu juga sebaliknya. Tak jarang juga ada yang mendirikan tenda di tempat yang kurang nyaman, seperti tanah penuh batu, miring, atau bahkan dekat dengan jalur pendakian, itu sudah sangat sering terjadi pada pendaki yang terlambat dan tidak mendapat lahan untuk mendirikan tenda.

4. Ramainya weekend memberikan pengalaman bersama yang jauh lebih hangat

ilustrasi rombongan pendaki dalam jumlah yang cukup banyak (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Salah satu yang dicari dari mendaki gunung adalah kehangatan bersama. Selain didapat dari kelompok pendakian yang kamu miliki, rombongan pendaki lain juga terkadang sering menjadi orang baru yang membuat kamu nyaman untuk melanjutkan perjalanan, entah itu sekadar sapaan atau interaksi sekilas. Fenomena ini tentu hanya bisa kamu dapat di waktu ramai pengunjung, yaitu pada weekend.

Selain itu, ramainya kelompok pendakian lain memberikan sisi keamanan untuk kamu dan tim secara tidak langsung. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan soal solidaritas sesama pendaki, mereka sering membantu pendaki lain yang sedang kesulitan meskipun awalnya bahkan tidak saling mengenal. Kehadiran ratusan pendaki dalam satu waktu bisa menjadi penyelamat yang sangat berharga untuk banyak orang.

Mendaki pada weekday atau weekend adalah dua pilihan waktu yang bisa kamu pilih, tidak ada yang salah di antara keduanya. Semua keputusan ada pada kamu dalam mempertimbangkan hal-hal lain di luar proses pendakian. Jadi, kamu lebih nyaman dan oke mendaki pada weekday atau weekend, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article