Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali, Cuma sampai Ranu Kumbolo!
pendaki di Ranu Kumbolo Semeru (unplash.com/Falaq Lazuardi)

Kabar baik akhirnya datang untuk para pencinta alam, terkhususnya buat kamu yang sudah lama menantikan pendakian Gunung Semeru kembali dibuka. Setelah sempat ditutup akibat kondisi cuaca dan pertimbangan keselamatan, jalur pendakian Gunung Semeru kini resmi kembali menerima kunjungan wisatawan. Meski begitu, pembukaan kali ini masih dilakukan secara terbatas sehingga pendaki belum diperbolehkan melanjutkan perjalanan hingga puncak Mahameru.

Dilansir dari akun resmi media sosial Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), keputusan membuka kembali jalur pendakian dilakukan setelah adanya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kawasan. Pemeriksaan dilakukan pada jalur pendakian, fasilitas pendukung, hingga tingkat keamanan area wisata untuk memastikan aktivitas pendakian dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman bagi pengunjung.

Meskipun jalur pendakian sudah kembali dibuka, seluruh pengunjung tetap diwajibkan mematuhi aturan yang berlaku selama berada di kawasan Semeru. Selain itu, terdapat sejumlah ketentuan baru yang perlu diperhatikan para pendaki sebelum memulai perjalanan.

Nah, supaya kamu tidak salah informasi saat merencanakan pendakian, simak penjelasan lengkap mengenai pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Semeru beserta aturan terbarunya berikut ini.

1. Jalur pendakian Semeru kembali dibuka

ilustrasi pendaki di jalur pendakian Semeru (pixabay.com/Ady_Fauzan)

Setelah sempat ditutup selama beberapa bulan, jalur pendakian Gunung Semeru akhirnya resmi kembali dibuka pada 24 April 2026. Sebelumnya, penutupan dilakukan akibat perpaduan cuaca ekstrem dan aktivitas vulkanik yang dinilai cukup berbahaya bagi pendaki.

Curah hujan tinggi membuat beberapa jalur menjadi licin, sementara potensi longsor di sejumlah titik juga meningkatkan risiko selama pendakian. Kondisi tersebut membuat pihak pengelola memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas pendakian demi menjaga keselamatan wisatawan.

Pembukaan jalur dilakukan setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama tim terkait menyelesaikan proses evaluasi lapangan. Pemeriksaan dilakukan pada jalur pendakian hingga fasilitas pendukung untuk memastikan kondisi kawasan cukup aman dan siap digunakan kembali oleh para pendaki.

Meskipun kondisi gunung dinilai lebih stabil dibandingkan sebelumnya, pengawasan tetap dilakukan secara berkala mengingat cuaca di kawasan pegunungan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, pihak pengelola mengingatkan bahwa pembukaan jalur pendakian bukan berarti kawasan Semeru sepenuhnya bebas dari risiko.

Selama melakukan perjalanan, para pendaki diminta tetap waspada dan mematuhi seluruh arahan petugas. Keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama agar aktivitas wisata alam di Gunung Semeru dapat berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak.

2. Pendakian saat Ini hanya sampai Ranu Kumbolo

pendaki camping di sekitar Ranu Kumbolo Semeru (pixabay.com/nurubaidah94)

Meski jalur pendakian sudah kembali dibuka, pendaki belum diperbolehkan melanjutkan perjalanan hingga puncak Mahameru. Dalam aturan terbaru, batas maksimal pendakian hanya sampai kawasan Ranu Kumbolo melalui jalur Ranu Pani. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah antisipasi karena aktivitas Gunung Semeru masih berada dalam pemantauan petugas vulkanologi.

Ranu Kumbolo dipilih sebagai titik akhir pendakian karena kawasan tersebut dinilai relatif aman untuk dikunjungi wisatawan. Selain itu, lokasi ini memang menjadi salah satu spot favorit para pendaki di jalur Semeru berkat keindahan danau alaminya yang dikelilingi oleh pemandangan pegunungan yang memukau.

Perjalanan menuju Ranu Kumbolo pun tetap menawarkan pengalaman pendakian yang menarik. Pendaki akan melewati jalur hutan pinus, menikmati udara pegunungan yang sejuk, hingga disuguhkan panorama alam yang masih asri dan menenangkan. Sehingga tak mengherankan jika banyak wisatawan tetap antusias datang hanya untuk sekadar menikmati suasana camping dan momen matahari terbit di kawasan tersebut.

Sementara itu, area di atas Ranu Kumbolo masih belum dinyatakan aman untuk dikunjungi karena aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih terus dipantau. Oleh sebab itu seluruh pendaki diminta mematuhi aturan yang berlaku dan tidak mencoba memasuki jalur terlarang tanpa izin resmi demi keselamatan bersama.

3. Aturan baru dan kuota pendaki diperketat

Ranu Kumbolo dari Tanjakan Cinta (commons.wikimedia.org/Richo ketut widiyanto)

Aturan pendakian terbaru juga diberlakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) seiring dengan dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Semeru. Salah satu aturan yang cukup diperhatikan adalah pembatasan kuota pendaki yang hanya dibuka untuk 200 orang per hari dengan durasi pendakian maksimal 2 hari 1 malam. Kebijakan ini diterapkan agar kondisi jalur tetap terkontrol sekaligus mengurangi risiko penumpukan pengunjung di area camping.

Proses pemesanan tiket pendakian kini juga wajib dilakukan secara online melalui laman resmi TNBTS. Booking pendakian dapat dilakukan mulai H-30 hingga paling lambat H-2 sebelum keberangkatan. Pendaki diwajibkan membawa dokumen asli, seperti kartu identitas dan surat keterangan sehat, yang nantinya akan diperiksa saat registrasi ulang di Ranupani.

TNBTS turut menetapkan sejumlah ketentuan tambahan bagi para pendaki. Pendakian minimal dilakukan oleh dua orang dan maksimal sepuluh orang dalam satu kelompok. Pendaki juga diwajibkan menggunakan jasa pemandu lokal atau porter guide Semeru guna meningkatkan pengawasan selama perjalanan.

Perhatian terhadap kebersihan lingkungan pun menjadi hal yang sangat ditekankan selama berada di kawasan taman nasional. Setiap pendaki wajib membawa kembali sampah masing-masing dan tidak diperbolehkan merusak fasilitas maupun vegetasi di sekitar jalur pendakian. Seluruh pendaki juga diwajibkan mengikuti briefing sebelum memulai perjalanan agar memahami aturan keselamatan selama berada di kawasan Gunung Semeru.

Pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Semeru memang jadi kabar baik buat para pendaki, tetapi momen ini juga jadi pengingat agar setiap pengunjung lebih peduli terhadap keselamatan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan selama berada di kawasan gunung, ya. Kepatuhan terhadap aturan pendakian serta kebiasaan menjaga kebersihan jalur bisa jadi langkah sederhana kita untuk membantu menjaga keindahan alam Semeru agar tetap lestari sekaligus nyaman dinikmati bagi para wisatawan di masa mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team