Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Tidak Boleh Berenang di Ranu Kumbolo?

Kenapa Tidak Boleh Berenang di Ranu Kumbolo?
Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Daryant.id)

Kabar baik buat para pendaki yang ingin menikmati keindahan Gunung Semeru. Kini, jalur pendakiannya dengan batas maksimal Ranu Kumbolo, resmi dibuka kembali mulai 24 April 2026. Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga mengimbau agar merencanakan pendakian dengan matang dan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku.

Ranu Kumbolo sendiri merupakan danau air tawar yang tenang dengan lanskap menawan. Di balik keindahannya, terdapat larangan bagi para pengunjung untuk berenang di sana. Kira-kira, kenapa tidak boleh berenang di Ranu Kumbolo? Yuk, cari tahu alasannya!

1. Suhu air danau sangat dingin

papan petunjuk Ranu Kumbolo
papan petunjuk Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Yusnardi)

Ranu Kumbolo terletak pada ketinggian 2.3400 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikelilingi pegunungan. Pada waktu tertentu, terutama saat malam hari, suhu air danau dapat mendekati 0 derajat Celsius. Meski suhunya bisa sedikit lebih hangat ketika pagi dan siang hari, tetap berisiko untuk kesehatan tubuh.

Suhu airnya bisa berubah-ubah, tetapi terlalu dingin untuk aktivitas renang. Jika memaksakan diri dapat menyebabkan hipotermia dan kram otot secara mendadak. Hal ini dapat membahayakan keselamatan dan berakibat fatal karena tubuh akan kehilangan panas dengan cepat.

2. Kedalaman dasar danau tidak merata

Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Daryant.id)

Sebagai danau alami, Ranu Kumbolo punya kedalaman yang tidak merata. Salah satu titik paling dalam yang pernah diketahui sekitar 28 meter. Dasar danau pun tidak selalu kokoh sebagai pijakan, sebagian berupa lumpur yang dalam membuat kaki terperosok dan terjebak di sana.

Meski tampak tenang dan jernih, jarak pandang yang terbatas dapat membuat kesulitan melihat perubahan kontur di bawah permukaan air. Selain itu, tidak mudah untuk memperkirakan batas aman ketika berenang. Kondisi berbahaya tersebut sering tidak disadari. 

3. Menjaga kelestarian ekosistem

fauna di Ranu Kumbolo
fauna di Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Tuwuh)

Perlu diingat bahwa Ranu Kumbolo menjadi bagian dari kawasan konservasi yang dilindungi. Tidak boleh berenang di sana bukan semata-mata untuk keselamatan pendaki, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem. Sebab, danau ini menjadi salah satu sumber air yang penting bagi flora, fauna, dan bahkan para pendaki.

Penggunaan sunscreen, kosmetik, dan zat kimia lainnya berpotensi mencemari air danau hingga merusak keseimbangan lingkungan. Jangankan berenang, pendaki juga dilarang mencuci peralatan memasak dan makan langsung di danau. Namun, diperbolehkan mengambilnya air secukupnya untuk digunakan di darat.

4. Dianggap sebagai tempat yang suci

Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo (commons.wikimedia.org/Candra Dwi Wicaksono)

Selain alasan keselamatan pendaki dan menjaga keseimbangan lingkungan, larangan berenang juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat. Konon, Ranu Kumbolo dipercaya berisi air suci yang sering dimanfaatkan untuk ritual. Mereka menganggap danau tersebut sebagai wadah air suci. 

Kepercayaan tersebut juga disertai mitos tentang sosok perempuan berkebaya kuning yang menjelma menjadi ikan mas besar sebagai penunggu danau. Cerita tersebut menjadi bagian dari kearifan lokal yang secara tidak langsung turut menjaga kelestarian kawasan. Oleh karena itu, pendaki tidak boleh mandi, mencuci, buang air, hingga berenang di Ranu Kumbolo.

Nah, sekarang kamu sudah tahu alasannya kenapa tidak boleh berenang di Ranu Kumbolo. Tujuan utamanya untuk keselamatan para pendaki dan menjaga lingkungan kawasan konservasi. Larangan tersebut telah menjadi salah satu peraturan tertulis yang wajib dipatuhi oleh para pendaki TNBTS. 


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Related Articles

See More

5 Aktivitas Wisata selain Main Air di Maldives, Patut Dicoba!

30 Apr 2026, 11:20 WIBTravel