Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penerbangan di Jepang Dibatalkan karena Typhoon Dolphin

Penerbangan di Jepang Dibatalkan karena Typhoon Dolphin
ilustrasi pesawat di landasan dengan cuaca berkabut (pexels.com/Maria Tyutina)
  • Typhoon Dolphin mengganggu penerbangan di Jepang barat daya, dengan lebih dari 500 penerbangan dibatalkan pada 7 Agustus 2026, terutama di Okinawa dan Kyushu.
  • Angin berkelanjutan 144 km/jam, hembusan hingga 198 km/jam, hujan deras, dan gelombang tinggi mengganggu bandara serta transportasi; Toyota menghentikan sementara sembilan pabrik.
  • Otoritas memerintahkan evakuasi hampir 260.000 warga di Kagoshima dan Okinawa; wisatawan diminta memantau pembaruan maskapai dan Badan Meteorologi Jepang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Aktivitas penerbangan di wilayah barat daya Jepang terganggu akibat kedatangan Typhoon Dolphin. Badai yang membawa angin kencang, hujan deras, dan gelombang tinggi tersebut membuat sejumlah maskapai membatalkan penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang seerta kru.

Gangguan ini terutama dirasakan di kawasan Okinawa dan sejumlah wilayah di prefektur Kyushu. Kondisi cuaca yang memburuk juga membuat otoritas setempat mengeluarkan imbauan keselamatan serta perintah evakuasi bagi warga di daerah yang berisiko terdampak.

Lantas, seberapa besar dampak Typhoon Dolphin terhadap penerbangan di Jepang? Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui, terutama jika ingin berlibur ke sini.

  1. 1. Ratusan penerbangan di Jepang terpaksa dibatalkan

    ilustrasi pesawat Japan Airlines di landasan bandara
    ilustrasi pesawat Japan Airlines di landasan bandara (pexels.com/Afif Ramdhasuma)

    Kedatangan Typhoon Dolphin atau topan dolphin mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah barat daya Jepang. Lebih dari 500 penerbangan dibatalkan pada tanggal 7 Agustus 2026 ketika badai tersebut mendekati kawasan barat daya Jepang, termasuk penerbangan yang terdampak di prefektur Okinawa dan Kyushu.

    Keputusan tersebut diambil sebagai langkah keselamatan di tengah kondisi cuaca yang memburuk dengan angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi yang menyertai pergerakan badai. Okinawa menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak cukup besar dari Typhoon dDlphin.

    Bandara Naha di Okinawa turut mengalami gangguan operasional sehingga sejumlah penerbangan harus dibatalkan ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk penerbangan berjalan normal. Situasi ini membuat wisatawan yang berada di Okinawa maupun hendak menuju wilayah tersebut perlu menyesuaikan kembali rencana perjalanan mereka.

    Penerbangan yang telah dipesan dapat mengalami pembatalan atau perubahan jadwal, sementara perjalanan lanjutan juga berpotensi ikut terdampak. Oleh karenanya, penumpang yang hendak bepergian ke wilayah yang terdampak Typhoon Dolphin sebaiknya rutin memeriksa status penerbangan maupun informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat ke bandara.

  2. 2. Angin kencang dan hujan deras menganggu aktivitas penerbangan

    ilustrasi Typhoon Dolphin mengganggu aktivitas penerbangan
    ilustrasi Typhoon Dolphin mengganggu aktivitas penerbangan (commons.wikimedia.org/Francisco Huerta)

    Pembatalan penerbangan bukan sekadar karena badai berada di dekat Jepang. Topan Dolphin membawa kondisi cuaca yang cukup berbahaya bagi penerbangan, mulai dari angin kencang, hujan deras hingga gelombang tinggi.

    Saat mendekati wilayah Jepang, Typhoon Dolphin tercatat memiliki kecepatan angin berkelanjutan sekitar 144 kilometer per jam dengan hembusan mencapai 198 kilometer per jam. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap aktivitas penerbangan dan operasional bandara.

    Cuaca ekstrem bisa memengaruhi jarak pandang, kondisi landasan pacu, hingga proses pesawat saat lepas landas dan mendarat. Situasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan maskapai untuk membatalkan penerbangan ketika kondisi dinilai tidak memungkinkan untuk terbang dengan aman.

    Dampaknya, lebih dari 500 penerbangan di Jepang dibatalkan ketika Topan Dolphin mendekati wilayah barat daya negara ini. Gangguan juga meluas ke sektor transportasi serta industri, termasuk Toyota yang menghentikan sementara operasional di sembilan pabriknya sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca ekstrem.

    Sementara itu, otoritas setempat juga mengeluarkan perintah evakuasi bagi hampir 260.000 warga di Prefektur Kagoshima serta Okinawa guna mengantisipasi ancaman angin kencang serta hujan lebat yang berpotensi merusak bangunan dan memicu banjir.

  3. 3. Wisatawan perlu memantau jadwal penerbangan

    ilustrasi layar jadwal penerbangan di terminal bandara
    ilustrasi layar jadwal penerbangan di terminal bandara (pexels.com/Atlantic Ambience)

    Buat kamu yang sedang atau berencana bepergian ke Jepang, terutama Okinawa dan wilayah barat daya Jepang, jadwal penerbangan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Penerbangan bisa mengalami penundaan atau pembatalan secara mendadak, sehingga rencana perjalanan yang sudah disusun pun berpotensi ikut berubah.

    Untuk mengantisipasi perubahan tersebut, wisatawan sebaiknya rutin mengecek informasi dari maskapai melalui situs resmi maupun kanal komunikasi yang tersedia. Jangan hanya mengandalkan jadwal yang tercantum saat pertama kali membeli tiket karena perubahan dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti perkembangan badai.

    Badan Meteorologi Jepang juga terus memantau perkembangan Typhoon Dolphin dan memberikan informasi terbaru mengenai perubahan kondisi cuaca. Wisatawan yang berada di wilayah terdampak sebaiknya turut mengikuti informasi resmi tersebut agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan sekaligus menghindari wilayah yang masih berisiko.

    Gangguan akibat Typhoon Dolphin membuktikan bahwa cuaca ekstrem bisa mengubah rencana perjalanan dalam sekejap.  Maka dari itu, sebelum mengejar liburan ke Jepang, pastikan kamu sudah mengecek informasi terbaru agar perjalanan tetap aman tanpa kejutan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More