Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Per 1 September 2026 Garuda Indonesia Ganti Aturan Bagasi Jadi Piece Concept, Apa Itu?

Per 1 September 2026 Garuda Indonesia Ganti Aturan Bagasi Jadi Piece Concept, Apa Itu?
pesawat Garuda Indonesia (commons.wikimedia.org/Photo by っ)
Intinya Sih
  • Garuda Indonesia akan menerapkan sistem bagasi baru berbasis piece concept mulai 1 September 2026 untuk semua tiket yang dibeli setelah tanggal tersebut.
  • Dalam aturan baru, penumpang ekonomi mendapat jatah satu koper maksimal 23 kg, sedangkan bisnis dan first class masing-masing satu koper maksimal 32 kg.
  • Sistem piece concept menghitung bagasi berdasarkan jumlah koper, bukan total berat, sehingga penumpang perlu menyesuaikan cara packing agar terhindar dari biaya tambahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menyiapkan barang bawaan sebelum bepergian dengan pesawat tidak hanya soal memilih koper, tetapi juga memahami ketentuan bagasi yang berlaku. Perubahan aturan dari maskapai dapat memengaruhi cara mengemas barang sekaligus biaya yang mungkin perlu disiapkan sebelum keberangkatan.

Belum lama ini, Garuda Indonesia Airlines mengumumkan pembaruan aturan bagasi yang akan berlaku untuk pembelian tiket mulai September 2026. Kebijakan tersebut menghadirkan sejumlah penyesuaian yang penting diketahui, terutama bagi penumpang yang kerap membawa koper besar atau banyak barang. Simak penjelasan lengkap tentang aturan bagasi terbaru Garuda Indonesia berikut ini.

1. Garuda Indonesia berlakukan aturan bagasi baru mulai 1 September 2026

ilustrasi menimbang bagasi
ilustrasi menimbang bagasi (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)

Garuda Indonesia akan mulai menerapkan aturan bagasi baru yakni piece concept untuk seluruh tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai 1 September 2026. Perubahan ini berlaku pada bagasi tercatat atau bagasi yang diserahkan saat proses check-in. Sedangkan ketentuan bagasi kabin tetap mengikuti aturan yang berlaku selama ini. Melalui kebijakan tersebut, informasi mengenai hak bagasi pada tiket akan disajikan dengan format baru sehingga penumpang lebih mudah mengetahui jatah bagasi sebelum berangkat.

Pada aturan terbaru untuk penerbangan domestik, penumpang economy class memperoleh jatah 1 koper dengan berat maksimal 23 kilogram. Sementara itu, penumpang business class dan first class mendapatkan jatah 2 koper dengan berat maksimal 32 kilogram. Dibandingkan kebijakan sebelumnya, batas berat tersebut mengalami peningkatan sehingga penumpang di kelas ekonomi memperoleh tambahan kapasitas dari 20 kilogram menjadi 23 kilogram, kelas bisnis dari 30 kilogram dan menjadi 32 kilogram dikali 2 koper, dan first class dari 40 kilogram juga menjadi 32 kilogram dikali 2 koper.

Kemudian untuk penerbangan internasional, bagasi terdaftar untuk kelas ekonomi adalah 2 koper dengan berat maksimal 23 kilogram dari ketentuan sebelumnya yaitu 20 kilogram. Sedangkan untuk penumpang business class dan first class diperbolehkan membawa 2 koper dengan berat masing-masing 32 kilogram.

Selain bagasi tercatat, penumpang tetap diperbolehkan membawa bagasi kabin maksimal 7 kilogram beserta satu barang pribadi, seperti tas tangan (handbag, clutch, wristlet), tas laptop, payung, atau jaket. Garuda Indonesia menjelaskan bahwa perubahan aturan ini dilakukan untuk menghadirkan informasi bagasi yang lebih jelas, mendukung proses check-in yang lebih efisien, meningkatkan konsistensi penanganan bagasi, sekaligus menyelaraskan standar layanan dengan banyak maskapai internasional yang telah menerapkan sistem serupa.

2. Apa perbedaan weight concept dan piece concept di bagasi pesawat?

ilustrasi cek koper di bandara
ilustrasi cek koper di bandara (pexels.com/Connor Danylenko)

Sebelum kebijakan baru piece concept diberlakukan, Garuda Indonesia menggunakan sistem weight concept. Pada sistem ini, hak bagasi dihitung berdasarkan total berat yang diperbolehkan. Selama seluruh koper yang didaftarkan tidak melebihi batas berat, penumpang bebas menentukan jumlah koper yang digunakan. Sebagai contoh, apabila jatah bagasi gratis adalah 20 kilogram, penumpang dapat membawa satu koper seberat 20 kilogram atau membaginya ke dalam 2 koper dengan berat masing-masing 10 kilogram.

Mulai 1 September 2026, sistem tersebut berubah menjadi piece concept, yaitu metode yang menghitung bagasi berdasarkan jumlah koper yang diperbolehkan beserta batas berat maksimum untuk setiap koper. Misalnya, jika pada tiket tertulis 1 piece x 23 kg, berarti penumpang hanya memperoleh hak membawa satu koper dengan berat maksimal 23 kilogram. Berat koper tersebut tidak dapat dikompensasi dengan koper lain di luar jatah yang dimiliki, sehingga setiap koper harus memenuhi batas berat yang telah ditentukan.

Perbedaan inilah yang membuat penumpang perlu mengubah cara menyiapkan barang bawaan. Jika sebelumnya perhatian lebih tertuju pada total kilogram, kini penumpang juga harus memperhatikan jumlah koper yang dibawa. Sistem berbasis jumlah koper dinilai lebih sederhana karena hak bagasi langsung terlihat pada tiket sekaligus memberikan standar yang lebih seragam dengan penerbangan internasional.

3. Hal yang perlu diperhatikan agar tidak kena biaya tambahan

ilustrasi membawa koper
ilustrasi membawa koper (unsplash.com/Benjamin R.)

Dengan sistem bagasi yang baru ini, kebiasaan packing barang juga perlu sedikit disesuaikan. Sebelum berangkat ke bandara, sebaiknya timbang koper di rumah menggunakan timbangan koper digital atau timbangan biasa agar tidak perlu membongkar isi koper saat proses check-in. Jika membawa banyak oleh-oleh atau perlengkapan untuk perjalanan panjang, membagi barang sejak awal akan jauh lebih praktis dibandingkan mengatur ulang isi koper di bandara.

Apabila kapasitas bagasi gratis dirasa belum mencukupi, Garuda Indonesia menyediakan layanan additional piece yang memungkinkan penumpang membeli jatah koper tambahan sebelum keberangkatan. Sementara itu, bagi koper yang melebihi batas berat yang diperbolehkan, tersedia layanan excess baggage. Khusus penumpang kelas ekonomi yang membawa koper dengan berat lebih dari batas bagasi gratis hingga maksimal 32 kilogram, Garuda juga menyediakan opsi heavy bag yang dapat dibeli di bandara sesuai ketentuan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memeriksa kembali informasi bagasi yang tercantum pada e-ticket atau saat proses pemesanan. Karena sistem baru menghitung berdasarkan jumlah koper, setiap kelas maupun jenis tiket dapat memiliki ketentuan yang berbeda. Memastikan hak bagasi sejak awal akan membantu kamu menentukan ukuran koper yang tepat, mengurangi risiko biaya tambahan, serta membuat proses keberangkatan berlangsung lebih lancar tanpa perlu melakukan penyesuaian di konter check-in.

Perubahan aturan bagasi Garuda Indonesia menuju piece concept merupakan penyesuaian terhadap standar yang telah diterapkan banyak maskapai internasional. Memahami sistem baru ini sejak awal dapat membantu kamu sebelum berangkat. Dengan persiapan yang tepat, proses keberangkatan pun dapat berjalan lebih lancar sehingga perjalanan terasa lebih nyaman sejak tiba di bandara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More