Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perbedaan Gunung Kawi Jawa Timur dan Bali, Jangan Keliru!
Gunung Kawi Bali (commons.wikimedia.org/Chainwit)

  • Gunung Kawi di Malang, Jawa Timur, adalah gunung setinggi 2.551 mdpl dengan hutan, pedesaan, dan jalur pendakian.

  • Gunung Kawi Bali merupakan kompleks candi purbakala di Gianyar.

  • Wisata Gunung Kawi Jawa Timur mencakup pesarean, keraton, pemandian alami, kuliner, dan tradisi; di Bali, daya tarik utamanya candi kuno berpahat di tebing dekat lembah Sungai Pakerisan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nama Gunung Kawi mulai familier di telinga banyak orang karena berita terkait pesugihan yang ramai di media sosial pada awal 2026. Namun, tahukah kamu kalau Gunung Kawi tak hanya satu? Jika diulik, terdapat dua Gunung Kawi di Indonesia.

Gunung Kawi pertama berlokasi di Malang, Jawa Timur, lalu Gunung Kawi kedua berlokasi di Gianyar, Bali. Meski namanya sama, tapi ada banyak perbedaan Gunung Kawi Jawa Timur dan Bali yang mencakup bentang alam, sejarah, hingga destinasi wisatanya. Bahkan, kamu akan kaget ketika mengunjungi keduanya karena perbedaannya yang sangat kontras.

1. Perbedaan lokasi dan bentang alam

Perbedaan pertama dan paling mencolok adalah lokasi. Gunung Kawi Jawa Timur adalah sebuah gunung sungguhan setinggi 2.551 mdpl yang berlokasi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Gunung tersebut juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. Sebagai sebuah gunung, Gunung Kawi punya bentang alam berupa pegunungan dan hutan yang lebat. Selain itu, di kawasan Gunung Kawi Jawa Timur terdapat pedesaan dan berbagai tempat wisata.

Nah, Gunung Kawi Bali berlokasi di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Meski bernama gunung, sebenarnya Gunung Kawi Bali adalah kompleks candi purbakala.

Lokasinya sangat dekat dengan lembah Sungai Pakerisan. Dalam perjalanan ke Candi Gunung Kawi kamu dapat melihat pemandangan pedesaan, persawahan, dan beberapa aliran sungai.

2. Perbedaan destinasi wisata

Keraton Gunung Kawi Jawa Timur (commons.wikimedia.org/Javanesecode)

Wisata yang ditawarkan oleh Gunung Kawi Jawa Timur dan Bali juga sangat berbeda. Di Gunung Kawi Bali kamu akan disuguhkan dengan pemandangan candi kuno yang menempel di dinding tepi batu. Candi tersebut nampak seperti pahatan manusia dan memberikan kesan sejarah, budaya, dan mistis yang kuat.

Sementara itu, Gunung Kawi di Jawa Timur menawarkan variasi wisata yang lebih beragam. Buat pribadi yang religius, kamu bisa mengunjungi Pesarean Gunung Kawi dan Keraton Gunung Kawi.

Ada juga Taman Wisata Selo Agung yang menawarkan pemandian alami. Nah, kalau mau wisata alam, kamu juga bisa mendaki Gunung Kawi dari beberapa jalur, yaitu Jalur Precet, Keraton, dan Kucur.

3. Perbedaan citra wisata

Gunung Kawi Jawa Timur identik dengan kesan mistis, sejarah, dan budaya yang kuat. Kamu bisa melakukan ziarah hingga menelusuri bangunan bersejarah yang memadukan arsitektur Islam, Jawa, dan Tionghoa.

Kamu pun dapat mencicipi kuliner khas Malang karena di area Gunung Kawi Jawa Timur ada banyak penjual dan warung. Bisa pula menyaksikan berbagai tradisi unik, khususnya pada malam 1 Suro.

Gunung Kawi Bali lebih erat dengan wisata purbakala dan sejarah Bali itu sendiri. Kamu akan diajak memasuki hutan, lembah, dan sungai. Setelah sampai di lokasi, nantinya kamu dapat menyaksikan kemegahan bangunan candi yang dipahat di tebing. Pengalaman tersebut akan membawamu kembali ke masa purbakala.

4. Perbedaan sejarah

Gunung Kawi Bali (commons.wikimedia.org/Philip Nalangan)

Gunung Kawi Bali diperkirakan dibangun pada abad ke-11 Masehi. Pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan Raja Sri Haji Paduka Dharmawangsa Marakata Pangkaja Stanattunggadewa (944—948 Saka/1025—1049 M) dan berakhir pada era Raja Anak Wungsu (971—999 Saka/1049—1080 M). Lebih lanjut, bukti ekstensi Gunung Kawi Bali tercatat pada Prasasti Tengkulak yang bertanggal 945 Saka atau 1023 Masehi.

Kawasan Gunung Kawi Jawa Timur sendiri mulai berkembang pada abad ke-19 Masehi. Kawasan tersebut mulai muncul ketika terjadi pembukaan hutan untuk pemukiman. Setelah adanya pemukiman mulailah dibangun pesarean dan berbagai tempat wisata. Untuk puncak gunungnya sendiri sudah ada sejak lama dan akhirnya berkembang menjadi destinasi wisata dan pendakian.

5. Perbedaan tokoh yang ada di gunung

Gunung Kawi Jawa Timur (khususnya di pesarean) merupakan tempat peristirahatan bagi Eyang Djoego atau Kiai Zakaria II, bersama R.M. Iman Soedjono. Keduanya merupakan tokoh yang berjasa bagi penyebaran Islam di Malang serta memiliki hubungan erat dengan Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa.

Gunung Kawi Bali sendiri merupakan peninggalan dari Raja Udayana yang berkuasa di masa Dinasti Marwadewa. Ia hidup pada masa Kerajaan Bali Kuno. Raja Udayana sendiri menikah dengan Gunapriya Dharma Patni yang berasal dari Jawa. Kemudian, keduanya dikarunia dua orang anak bernama Erlangga dan Anak Wungsu.

Itulah beberapa perbedaan Gunung Kawi Jawa Timur dan Bali yang bisa membantumu sebelum mengunjungi salah satunya. Perbedaan keduanya juga cukup mencolok dan mencakup banyak aspek. Jadi, jangan sampai keliru dan salah menentukan lokasinya, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article