Comscore Tracker

7 Rekreasi Anti Mainstream Buat Mbolang ke Provinsi Sulawesi Selatan

Pokoknya mengasyikkan dan seru!

Tempat wisata di Sulawesi Selatan patut dikunjungi dan akan terasa menyenangkan terutama jika bersama anggota keluarga atau teman dan kerabat lainnya. Di provinsi ini, kaya akan budaya dan sejarah, banyak keindahan alam bawah lautnya bahkan hingga panorama alam yang menyejukkan mata.

Bagi yang ingin mengunjungi Sulawesi Selatan, harus membuat daftar beberapa tempat wisata yang akan dikunjungi, jangan sampai bingung hendak berlibur ke mana dulu. Kebingungan adalah buang-buang waktu.

Untuk mengatasi hal itu, berikut ini ada 7 tempat referensi wisata anti-mainstream di Sulawesi Selatan yang harus dipertimbangkan untuk dikunjungi.

1. Pulau Lae-Lae

7 Rekreasi Anti Mainstream Buat Mbolang ke Provinsi Sulawesi Selataninstagram.com/qq_handayani

Pulau dengan luas kurang lebih 6,5 hektar ini merupakan pulau peninggalan Jepang dan berpasir putih. Berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Makassar, jika ingin ke Pulau Lae-Lae bisa berangkat dari dermaga kayu Bangkoa di Jl. Pasar Ikan No. 28. Bisa juga melalui dermaga yang berada di depan Fort Rotterdam menggunakan speedboat.

Di Pulau Lae-Lae ada situs peninggalan sejarah berupa terowongan bawah tanah, yang konon terhubung dengan Fort Rotterdam di Kota Makassar. Namun, sangat disayangkan, karena kurangnya perhatian dari instansi terkait dan penduduk setempat, pintu masuk terowongan telah terkubur oleh limbah rumah tangga.

Pulau Lae-Lae pada tahun 1997 pernah akan dijual oleh Pemerintah Kota Makassar kepada investor. Untungnya, rencana itu dibatalkan, karena penduduk setempat menolak.

2. Air Terjun Parangloe

7 Rekreasi Anti Mainstream Buat Mbolang ke Provinsi Sulawesi Selataninstagram.com/bolangowa

Air terjun yang menyerupai undak-undakan dan lanskapnya indah ini berada di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Gowa. Untuk menuju ke Air Terjun Parangloe hampir nggak ada akses jalan yang mudah.

Kabar kurang baiknya, secara umum Air Terjun Parangloe sudah ditutup. Karena, ketika sedang terjadi air bah (datangnya tiba-tiba), sangat berbahaya dan sudah ada nyawa yang melayang. Namun, bagi yang punya jiwa petualang sejati, hal itu bukanlah halangan. Bisa datang ke sini namun harus waspada terutama di musim hujan. Utamakan keselamatan, ya!

Baca Juga: 8 Jajanan Sulawesi Selatan yang Rasanya Pasti Bikin Kamu Ketagihan

3. Air Terjun Takapala

7 Rekreasi Anti Mainstream Buat Mbolang ke Provinsi Sulawesi Selataninstagram.com/achmadhy_

Beralamat di Desa Bonto Lerung, Sub-Distrik Tinggimoncong, Gowa adalah air terjun yang kurang lebih tingginya 109 meter dan terletak di dataran tinggi Kelurahan Malino (sekitar 880 meter di atas permukaan laut). Air Terjun Takapala yang dikenal juga dengan Air Terjun Malino dikelilingi perbukitan sampai hutan rimbun yang membuat suasana menjadi lebih dingin dan indah serta memiliki struktur bebatuan yang unik di dinding dasarnya.

Debit air dari Air Terjun Takapala cukup deras dan di musim hujan sangat besar serta deras. Volume besar air yang mengalir, secara alami membentuk kolam yang bisa digunakan untuk bermain air seperti berenang. Di atas kolam juga nggak jarang terlihat bias air yang membentuk pelangi di atasnya dan terkadang ada kabut tipis dengan deru air terjun.

Meskipun terletak di perbatasan Desa Bonto Lerung dengan Desa Bulutana, Air Terjun Takapala telah dikelola sebagai objek wisata melalui Desa Bonto Lerung. Air terjun ini berjarak sekitar 77 km ke arah timur dari Kota Makassar dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.

4. Masjid Raya Makassar

7 Rekreasi Anti Mainstream Buat Mbolang ke Provinsi Sulawesi Selataninstagram.com/jalanisyukurinikmati

Tempat ibadah seperti masjid, sekarang ini nggak cuman difungsikan sebagai tempat berdoa dan beribadah saja. Namun, juga dijadikan sebagai tempat wisata religi dengan catatan nggak mengganggu orang yang sedang menunaikan kewajibannya menghadap Tuhan YME.

Mengapa Masjid Raya Makassar bisa menjadi tempat wisata religi? Karena, salah satunya ada Alquran ukuran jumbo yang ditulis oleh K.H. Ahmad Faqih Muntaha yang berhasil selesai dalam waktu 12 bulan. Ukuran dimensinya 1 x 1,5 meter dan beratnya 584 kg, tebal halamannya 605 halaman lengkap dengan 114 surat di dalamnya.

Selain itu, gaya arsitekturnya yang mengusung konsep Timur Tengah dan Spanyol sangat sayang jika nggak diabadikan. Masjid Raya Makassar yang dibangun tahun 1948-1949, juga penuh sejarah. Jadi, main-mainlah ke sini!

5. Pantai Akkarena

7 Rekreasi Anti Mainstream Buat Mbolang ke Provinsi Sulawesi Selataninstagram.com/gidionsassu

Berada di Jl. Tanjung Bunga, Kota Makassar, Pantai Akkarena adalah tempat rekreasi khususnya bersama keluarga untuk sarana bersantai, bermain atau berolahraga setelah lelah dengan kegiatan sehari-hari. Pantai ini berpasir hitam dan ada hiburan berupa musik serta terkenal karena matahari terbenamnya.

Pantai Akkarena yang fasilitasnya seperti berbagai wahana air, taman bermain, cafe and lounge, hotel, MVP, restoran dan lain-lain, dibangun pada area kurang lebih seluas 12 hektar dan berjarak sekitar 5 kilometer dari Pantai Losari atau bisa sampai tujuan kurang lebih 15 menit menggunakan transportasi bermotor.

6. Pantai Marumasa

7 Rekreasi Anti Mainstream Buat Mbolang ke Provinsi Sulawesi Selataninstagram.com/ferdinandrau

Pantai ini dikelilingi oleh tebing-tebing di sekitarnya dan berpasir putih. Keberadaan Pantai Marumasa bisa dibilang tersembunyi yang alamatnya ada di Desa Darubiah, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba atau sangat dekat dengan Tanjung Bira. Air di pantai ini bersih dan bening serta ombaknya cukup tenang.

Jika ingin ke Pantai Marumasa dari Kota Makassar, akan memerlukan waktu sekitar 4,5 jam perjalanan untuk sampai ke pantai ini. Dan jangan lupa untuk mengabadikan momen tenggelamnya matahari.

7. Pulau Khayangan

7 Rekreasi Anti Mainstream Buat Mbolang ke Provinsi Sulawesi Selataninstagram.com/januarjaury

Bukan berarti pulaunya berada di awang-awang, ya. Pulau Khayangan yang kecil ini bisa menjadi destinasi wisata bersama keluarga yang nggak jauh dari Kota Makassar dan memakan waktu sekitar 15 menit jika berangkat dari dermaga di depan Fort Rotterdam. Suasana pantai yang berpasir putih ini sangat indah dan tenang.

Untuk yang ingin menginap, juga bisa. Karena, fasilitas penginapan tersedia di Pulau Khayangan. Selain itu, fasilitas lainnya juga ada, seperti dermaga, kafe dan kolam renang. Ada juga penyewaan perlengkapan untuk menyelam guna menjelajah pemandangan bawah lautnya yang apik.

Beruntungnya, bagi yang nggak bisa lepas dari dunia maya, beberapa lokasi di Pulau Khayangan menyediakan akses Wi-Fi. Jadi, jangan khawatir mati gaya selama di sini.

Bagus-bagus dan indah, ya. Buruan main ke sini!

Baca Juga: 7 Referensi Wisata Berlanskap Instagramable di Sulawesi Selatan

Riyan Sumarno Photo Community Writer Riyan Sumarno

♐ Bermimpi, Bergegas, Berusaha, Berdoa dan Sukses!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You