Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Resmi Turun Takhta, Tokyo Kalah dari Kyoto Sebagai Kota Terbaik

Resmi Turun Takhta, Tokyo Kalah dari Kyoto Sebagai Kota Terbaik
ilustrasi Tokyo, Jepang (unsplash.com/Jezael Melgoza)
Intinya Sih
  • Kyoto resmi menyalip Tokyo sebagai kota terbaik di Asia-Pasifik versi Travel + Leisure Luxury Awards 2026, berkat pengalaman wisata autentik dan pelayanan yang meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung.
  • Kekayaan budaya Kyoto, termasuk situs Warisan Dunia UNESCO, distrik geisha Gion, serta kuliner tradisional kaiseki, menjadi daya tarik utama yang memadukan tradisi dan kemewahan secara harmonis.
  • Sepanjang 2025, Kyoto mencatat rekor lebih dari 62 juta kunjungan wisatawan dengan peningkatan lama menginap, menegaskan posisinya sebagai destinasi favorit yang menawarkan pengalaman budaya menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau selama ini kamu mengira Tokyo adalah kota terbaik di kawasan Asia-Pasifik, hasil terbaru ini mungkin cukup mengejutkan. Dalam ajang Travel + Leisure Luxury Awards 2026, Kyoto berhasil mengambil alih posisi puncak yang sebelumnya ditempati Tokyo. Pergeseran peringkat tersebut menunjukkan bahwa wisatawan kini semakin menghargai destinasi yang menawarkan pengalaman autentik, bukan sekadar kota dengan fasilitas modern.

Kyoto dinilai mampu menghadirkan perpaduan budaya, sejarah, keramahan, dan pengalaman mewah yang sulit ditandingi. Bahkan, Travel + Leisure menggambarkan Kyoto sebagai kota yang memadukan tradisi berusia ratusan tahun dengan sentuhan kemewahan yang tetap terasa hangat dan bersahaja. Hasil ini sekaligus membuktikan bahwa pesona kota bersejarah masih memiliki tempat istimewa di hati para pelancong dunia.

1. Kyoto sukses menggeser dominasi Tokyo

ilustrasi Kyoto, Jepang
ilustrasi Kyoto, Jepang (pexels.com/Satoshi Hirayama)

Kyoto resmi menempati peringkat pertama sebagai kota terbaik di Asia-Pasifik versi Travel + Leisure Luxury Awards 2026. Sementara itu, Tokyo yang tahun lalu berada di posisi teratas harus turun ke peringkat keempat. Bangkok dan Singapura berhasil mengisi posisi kedua dan ketiga dalam daftar tersebut.

Penilaian penghargaan ini gak hanya melihat popularitas sebuah kota, tapi juga mempertimbangkan kepuasan wisatawan, kualitas pelayanan, standar hospitality, hingga pengalaman berwisata secara menyeluruh. Dengan kata lain, kota yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung memiliki peluang lebih besar untuk berada di posisi teratas. Faktor-faktor itulah yang akhirnya membuat Kyoto berhasil mengungguli Tokyo pada tahun ini.

2. Kekayaan budaya menjadi nilai jual terbesar Kyoto

ilustrasi kuil di Kyoto, Jepang
ilustrasi kuil di Kyoto, Jepang (pexels.com/Brian Zhang)

Salah satu alasan utama Kyoto berhasil meraih posisi pertama adalah kemampuannya menjaga identitas budaya Jepang. Kota yang pernah menjadi ibu kota Jepang selama lebih dari seribu tahun ini memiliki 14 situs Warisan Dunia UNESCO, ratusan kuil Buddha, serta kuil Shinto yang masih aktif digunakan hingga sekarang. Suasana tradisional yang tetap terjaga membuat banyak wisatawan merasa memperoleh pengalaman yang lebih autentik.

Travel + Leisure juga menilai Kyoto sebagai kota yang mampu memadukan masa lalu dan masa kini dengan sangat harmonis. Wisatawan masih bisa menemukan distrik geisha Gion, jalanan berbatu yang bersejarah, rumah kayu tradisional, hingga restoran yang menyajikan kaiseki, hidangan khas Jepang dengan penyajian yang sangat artistik. Semua elemen tersebut membuat Kyoto memiliki karakter yang sulit ditiru kota lain.

3. Bukan hanya indah, tapi juga kaya pengalaman

ilustrasi hutan bambu Arashiyama, Kyoto, Jepang
ilustrasi hutan bambu Arashiyama, Kyoto, Jepang (pexels.com/Vinny Anugraha)

Daya tarik Kyoto bukan sekadar bangunan bersejarah yang fotogenik. Kota ini menawarkan pengalaman yang melibatkan hampir seluruh indra, mulai dari deretan gerbang merah kuil, hutan bambu Arashiyama yang menenangkan, hingga aroma teh hijau matcha yang begitu melekat dengan kehidupan masyarakat setempat. Kombinasi tersebut membuat perjalanan terasa lebih bermakna dibanding sekadar berburu tempat wisata populer.

Travel + Leisure menggambarkan Kyoto sebagai destinasi yang mampu memberikan pengalaman berbeda di setiap sudut kota. Kamu bisa menikmati suara lonceng kuil, mencicipi kuliner tradisional, mengikuti upacara minum teh, hingga berjalan santai di kawasan bersejarah yang masih mempertahankan arsitektur khas Jepang. Pengalaman seperti inilah yang membuat banyak wisatawan ingin kembali berkunjung.

4. Jumlah wisatawan terus mencetak rekor

ilustrasi Kyoto, Jepang
ilustrasi Kyoto, Jepang (pexels.com/Ryutaro Tsukata)

Popularitas Kyoto juga tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Sepanjang 2025, kota ini menerima sekitar 62,79 juta pengunjung, menjadi pertama kalinya angka kunjungan berhasil menembus 60 juta wisatawan dalam setahun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa minat wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap Kyoto terus mengalami peningkatan.

Gak hanya jumlah kunjungan harian, lama menginap wisatawan juga ikut mencetak rekor. Total kunjungan menginap mencapai sekitar 16,59 juta malam sepanjang tahun. Data tersebut menunjukkan bahwa banyak wisatawan memilih menikmati Kyoto lebih lama untuk mengeksplorasi berbagai kawasan budaya, kuliner, hingga destinasi alam yang tersebar di seluruh kota.

5. Kota-kota Asia-Pasifik semakin bersaing menarik wisatawan

ilustrasi street market, pasar di Bangkok, Thailand
ilustrasi street market, pasar di Bangkok, Thailand (pexels.com/Wei86 Travel)

Meski turun ke posisi keempat, Tokyo tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di dunia. Kota ini masih unggul berkat transportasi yang sangat efisien, pusat perbelanjaan kelas dunia, kuliner yang beragam, hingga kehidupan metropolitan yang dinamis. Namun, tren wisata saat ini menunjukkan semakin banyak pelancong yang mencari pengalaman lokal dan budaya yang lebih mendalam.

Selain Kyoto, Bangkok dan Singapura juga berhasil menempati posisi tiga besar kota terbaik di Asia-Pasifik. Daftar 10 besar kemudian dilengkapi oleh Hong Kong, Sydney, Ho Chi Minh City, Seoul, Kuala Lumpur, serta Chiang Mai. Persaingan tersebut menunjukkan bahwa setiap kota kini berlomba menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkualitas, bukan hanya membangun destinasi yang modern.

Keberhasilan Kyoto menggeser Tokyo menjadi kota terbaik di Asia-Pasifik menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan pengalaman autentik masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Kota ini gak hanya menawarkan bangunan bersejarah, tapi juga menghadirkan suasana yang membuat pengunjung benar-benar merasakan kehidupan tradisional Jepang.

Dukungan fasilitas wisata yang berkualitas membuat Kyoto mampu memadukan kenyamanan modern dengan warisan budaya yang tetap lestari. Jadi, kalau kamu berencana berlibur ke Jepang, Kyoto layak masuk daftar destinasi yang wajib dikunjungi sebelum atau sesudah menjelajahi hiruk-pikuk Tokyo.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More