Potret festival lampion di Candi Borobudur (pexels.com/Olivier Darny)
Selain wisata dan hiburan, kawasan candi juga tetap menjadi ruang penting bagi aktivitas spiritual dan keagamaan. Misalnya seperti Candi Borobudur yang tetap mempertahankan fungsinya sebagai ruang spiritual dan budaya yang penting bagi umat Buddha.
Salah satu momen yang paling dinantikan setiap tahun adalah rangkaian perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak, yang umumnya berlangsung pada bulan Mei atau Juni, menyesuaikan kalender lunar Buddhis. Perayaan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga atraksi budaya yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
Salah satu yang paling ikonik adalah Festival Lampion Waisak Borobudur, yang biasanya digelar pada malam puncak Waisak setelah rangkaian ibadah selesai dilaksanakan. Ribuan lampion yang diterbangkan ke langit malam menjadi simbol harapan, kedamaian, dan doa bagi kehidupan yang lebih baik.
Pada tahun ini, Festival Lampion Waisak Borobudur telah diselenggarakan pada 31 Mei 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE. Acara tersebut kembali menarik ribuan peserta dan wisatawan yang ingin menyaksikan momen pelepasan lampion dengan latar kemegahan Candi Borobudur. Tak hanya menjadi agenda keagamaan, festival ini juga telah berkembang menjadi salah satu atraksi budaya yang paling ditunggu setiap tahunnya.
Selain festival lampion, terdapat pula Kirab dan Parade Budaya Waisak yang menampilkan prosesi umat Buddha, pertunjukan seni budaya, serta iring-iringan yang berlangsung dengan khidmat. Pengunjung juga dapat menyaksikan ritual San Bu Yi Bai (三步一拜), yakni tradisi berjalan tiga langkah sambil melafalkan parita suci, kemudian melakukan satu kali sujud atau namaskara sebagai bentuk penghormatan dan latihan spiritual.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat kemegahan bangunan candi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memahami tradisi, nilai spiritual, dan kekayaan budaya yang masih hidup hingga saat ini. Hal inilah yang membuat pengalaman berkunjung ke Borobudur terasa lebih berkesan dan bermakna.