7 Kota Mati di Amerika yang Masih Bisa Dijelajahi hingga Kini

- Amerika Serikat memiliki tujuh kota mati yang kini menjadi destinasi sejarah, mempertahankan bangunan, jalan, dan jejak kehidupan dari era tambang, industri, perdagangan, hingga Route 66.
- Batsto, Bodie, Cahaba, Glenrio, Kennecott, Rhyolite, dan St. Elmo ditinggalkan setelah industri melemah, cadangan mineral habis, perubahan jalur transportasi, bencana, atau perpindahan pusat pemerintahan.
- Pengunjung masih dapat menjelajahi situs-situs tersebut, termasuk bangunan asli, reruntuhan, bekas pabrik, motel, serta struktur bersejarah yang dipelihara atau dibiarkan menua alami.
Kota mati atau ghost town selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencinta sejarah dan wisata unik. Meski telah lama ditinggalkan penghuninya, tempat-tempat ini masih menyimpan bangunan, jalanan, hingga berbagai kisah yang menggambarkan kehidupan di masa lalu. Berjalan menyusuri kota-kota tersebut seolah membawa kita kembali ke era ketika aktivitas tambang, perdagangan, atau industri pernah berkembang pesat.
Amerika Serikat memiliki banyak kota mati yang kini dijadikan destinasi wisata sejarah. Sebagian besar tetap dipertahankan dalam kondisi aslinya agar pengunjung dapat merasakan atmosfer masa lampau. Berikut tujuh kota mati di Amerika yang masih bisa dijelajahi hingga sekarang.
1. Batsto Village, New Jersey

Batsto Village merupakan salah satu kota mati tertua yang masih berdiri di Amerika Serikat. Kawasan ini didirikan pada 1766 sebagai pusat pengolahan besi yang memanfaatkan bijih besi dari rawa-rawa di sekitarnya. Pada masa Revolusi Amerika, hasil produksinya bahkan digunakan untuk memasok kebutuhan Tentara Kontinental sehingga memiliki nilai sejarah yang cukup penting.
Ketika industri besi mulai meredup pada abad ke-19, Batsto Village beralih menjadi pusat pembuatan kaca dan kembali menikmati masa kejayaan. Namun, industri tersebut juga akhirnya mengalami penurunan hingga penduduk perlahan meninggalkan kawasan ini. Kini Batsto Village menjadi situs bersejarah yang masih mempertahankan bangunan asli seperti pabrik kaca hingga kantor pos yang bahkan masih digunakan.
2. Bodie, California

Bodie pernah menjadi kota tambang emas yang sangat ramai pada akhir abad ke-19. Setelah William S. Bodey menemukan emas di kawasan tersebut pada 1859, ribuan penambang berdatangan dan membangun kota dengan cepat. Berbagai fasilitas seperti hotel, toko, sekolah, hingga tempat hiburan bermunculan untuk melayani para pendatang yang berharap menemukan keberuntungan.
Sayangnya, ketika cadangan emas mulai habis dan beberapa kebakaran besar melanda kota, jumlah penduduk terus menurun hingga akhirnya Bodie ditinggalkan. Saat ini kawasan tersebut menjadi Bodie State Historic Park dan dipelihara dalam kondisi arrested decay, yaitu dibiarkan menua secara alami tanpa mengubah tampilannya. Bahkan, furnitur bangunan masih dibiarkan seperti saat pemiliknya pergi puluhan tahun lalu.
3. Cahaba, Alabama

Cahaba memiliki sejarah yang cukup unik karena pernah menjadi ibu kota pertama negara bagian Alabama. Kota ini mulai berkembang sejak 1819 dan menjadi pusat pemerintahan hingga 1826. Namun, kekhawatiran terhadap ancaman banjir membuat pemerintah memindahkan ibu kota ke Tuscaloosa sehingga aktivitas di Cahaba perlahan menurun.
Meski sempat bangkit berkat kehadiran jalur kereta api, Cahaba kembali memburuk ketika Perang Saudara Amerika pecah. Setelah perang usai, kota ini diterpa banjir dan kebakaran berulang kali hingga sebagian besar bangunannya rusak. Kini pengunjung dapat berjalan menyusuri reruntuhan jalan, fondasi bangunan, serta beberapa struktur bersejarah yang masih tersisa sebagai saksi bisu masa kejayaannya.
4. Glenrio, Texas–New Mexico

Bagi penggemar film Cars, nama Glenrio mungkin terasa tidak asing. Kota kecil yang berada tepat di perbatasan Texas dan New Mexico ini pernah menjadi salah satu pemberhentian favorit di jalur legendaris Route 66. Pada masa itu, motel, restoran, pom bensin, dan berbagai usaha lokal hidup berkat para pelancong yang melintasi jalan raya tersebut.
Semuanya berubah ketika Interstate 40 dibangun dan membuat arus kendaraan tak lagi melewati Glenrio. Sejak saat itu, perekonomian kota perlahan mati dan banyak bangunan terbengkalai. Walaupun kini hanya tersisa beberapa motel, kafe, restoran, dan pom bensin tua, suasana klasik Route 66 masih sangat terasa sehingga menjadi destinasi favorit bagi pencinta sejarah jalan raya Amerika Serikat.
5. Kennecott, Alaska

Kennecott tumbuh sebagai kota tambang tembaga yang sangat penting pada awal abad ke-20. Tambang mulai beroperasi pada 1903 dan sempat menarik investasi dari tokoh-tokoh besar, termasuk kalangan pebisnis ternama, karena tingginya permintaan tembaga saat itu. Selama beberapa dekade, kota ini berkembang pesat berkat aktivitas pertambangan yang menghasilkan keuntungan besar.
Namun, ketika cadangan tembaga habis dan Depresi Besar melanda Amerika Serikat, seluruh aktivitas tambang akhirnya dihentikan pada 1938. Kini Kennecott menjadi objek wisata sejarah yang memungkinkan pengunjung mengikuti tur jalan kaki melewati bekas pabrik pengolahan, gudang, dan bangunan yang berdiri di lereng pegunungan Alaska dengan pemandangan memukau.
6. Rhyolite, Nevada

Rhyolite adalah contoh kota yang tumbuh sangat cepat akibat demam emas di awal 1900-an. Setelah seorang pencari emas menemukan kandungan emas yang melimpah pada 1904, kota ini langsung dipenuhi para penambang dan investor. Dalam waktu singkat, Rhyolite memiliki jaringan listrik, telepon, bank, hotel mewah, hingga gedung-gedung permanen yang menunjukkan kemakmurannya.
Namun, masa kejayaan tersebut hanya berlangsung sebentar. Ketika emas mulai habis, penduduk meninggalkan kota dan banyak material bangunan dibongkar untuk digunakan di tempat lain. Saat ini Rhyolite kembali hidup sebagai destinasi wisata berkat lokasinya yang dekat dengan Death Valley National Park serta instalasi seni modern yang berdiri di sekitar reruntuhan kota.
7. St. Elmo, Colorado St. Elmo

St. Elmo sering disebut sebagai salah satu kota mati dengan kondisi terbaik di Colorado, bahkan di wilayah Amerika bagian barat. Kota ini didirikan pada 1880 setelah ditemukannya tambang emas dan perak di sekitarnya. Kehadiran jalur kereta api membuat St. Elmo berkembang pesat karena memudahkan pengangkutan hasil tambang dan kebutuhan sehari-hari.
Meski begitu, kebakaran dan menurunnya hasil tambang membuat banyak warga memilih pindah ke daerah lain. Pada 1940-an, hanya segelintir orang yang masih bertahan tinggal di sana. Kini sekitar 40 bangunan asli masih berdiri dan menjadi daya tarik wisata sejarah, bahkan berkembang cerita lokal bahwa salah satu mantan penghuni masih menghantui kawasan tersebut.
Dari bekas kota tambang hingga pusat perdagangan yang pernah ramai, semuanya menyimpan cerita sejarah yang menarik untuk dipelajari. Jika berkesempatan mengunjungi Amerika Serikat, kota mati mana yang paling ingin kamu jelajahi terlebih dahulu?




















![[QUIZ] Event Seru Apa yang Bakal Kamu Tonton Bulan Agustus 2026 Ini?](https://image.idntimes.com/post/20260605/upload_1a5e12d85728fb6fbf0db333a2353d3f_907cdf88-28d9-4575-bd9d-dfd9090e4658.jpg)

