Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tren Wisata Indigenous Firsts: Cara Baru Traveling yang Menghormati Budaya Lokal

ilustrasi suasana di Desa Wae Rebo
ilustrasi suasana di Desa Wae Rebo (unsplash.com/Ash Hayes)

Masyarakat adat adalah kelompok masyarakat yang terikat secara turun-temurun pada asal-usul leluhur, wilayah geografis tertentu, serta memiliki sistem yang khas dalam hidup sehari-hari. Sejak lahir, mereka hidup dalam kekayaan alam, mempertahankan warisan budaya, serta mempunyai hubungan mendalam dengan lingkungannya. Pola hidup unik seperti ini seringkali mengundang ketertarikan dunia luar untuk datang berkunjung dan berkenalan dengan budaya masyarakat adat yang khas.

Berkunjung ke sebuah masyarakat adat bisa menjadi kegiatan wisata yang menarik. Gaya wisata seperti ini bernama Indigenous Firsts dan diprediksi akan semakin diminati oleh wisatawan global untuk mendapatkan pengalaman kultur yang autentik di tahun 2026 ini.

Tertarik untuk kenalan dengan Indigenous Firsts lebih jauh? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

1. Apa itu tren wisata Indigenous Firsts?

Perang Pandan oleh masyarakat adat Desa Tenganan Pegringsingan
Perang Pandan oleh masyarakat adat Desa Tenganan Pegringsingan (dok.pribadi/Natalia Indah)

Wisata Indigenous Firsts merupakan pengalaman wisata yang memberdayakan masyarakat adat, menghargai pengetahuan tradisional, dan menawarkan pengalaman budaya yang berbeda dengan tur biasa. Tren wisata ini cocok diikuti oleh setiap orang yang ingin mencari makna, keterlibatan budaya, serta hubungan langsung dengan komunitas lokal. Dengan datang dan mengikuti aktivitas langsung bersama masyarakat adat, kamu akan mendapatkan pengalaman baru yang menarik.

2. Mengapa tren ini semakin populer?

ilustrasi Taman Nasional Uluru Australia
ilustrasi Taman Nasional Uluru Australia (unsplash.com/Antoine Fabre)

Dilansir dari National Geographic, pariwisata masyarakat adat di seluruh dunia telah menjadi industri wisata senilai £35,5 miliar dan tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang luar biasa untuk pengalaman wisata baru, dengan Australia dan Kanada sebagai pelopornya.

Di wilayah utara Australia, kemitraan antara masyarakat Anangu dan Tasmanian Walking Company membuat wisatawan bisa menginap semalam di Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta untuk pertama kalinya. Selain itu, di Queensland, Pusat Pariwisata Eastern Kuku Yalanji Bamanga Muruku yang baru akan menampilkan budaya Eastern Kuku Yalanji di Taman Nasional Daintree.

3. Destinasi Indigenous Firsts yang menarik

ilustrasi suasana di Nepal
ilustrasi suasana di Nepal (unsplash.com/Tobias Federle)

Wisata Indigenous Firsts bisa dilakukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kamu bisa mengunjungi desa-desa wisata seperti Wae Rebo, Tenganan Pegringsingan dengan tradisi Bali Aga, Desa Sade yang mempertahankan budaya Sasak, atau Kete Kesu di Tana Toraja dengan rumah adat menarik.

Selain di Indonesia, kamu juga bisa merasakan bersentuhan dengan masyarakat lokal dengan datang ke komunitas adat di Nepal dan tinggal dalam homestay yang disediakan. Pilihan lainnya pun ada tur dipandu masyarakat adat di Tasmania, Australia, serta masih banyak lagi.

Tren wisata Indigenous Firsts bukan sekadar memberi pengalaman bagi pelancong, tetapi juga memberdayakan masyarakat adat serta ekonomi lokal. Wisata ini juga dapat memberikan pengalaman lebih bermakna, interaktif, dan berkelanjutan bersama komunitas adat. Gimana, tertarik untuk menjajal salah satu tren wisata ini di tahun 2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Kota untuk Menikmati Festival Tet di Vietnam, Penuh Sukacita!

14 Jan 2026, 20:45 WIBTravel