Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kasugataisha Shrine, Nara: Lokasi, Harga Tiket, dan Tips Wisata

potret Kasugataisha Shrine
potret Kasugataisha Shrine (commons.wikimedia.org/Saigen Jiro)

Nara punya banyak spot wisata bersejarah yang wajib dikunjungi, salah satunya Kasugataisha Shrine. Kuil berwarna merah vermillion ini terkenal dengan ribuan lentera batu dan perunggu yang tersebar di sepanjang jalur menuju area utama. Dibangun sejak abad ke-8, tempat ini jadi salah satu situs warisan dunia UNESCO yang bikin banyak wisatawan kagum. Suasananya mistis tapi tenang, cocok buat kamu yang suka spot foto estetik dan budaya Jepang.

Lokasinya strategis di kaki Gunung Mikasa, gak jauh dari pusat kota Nara. Aksesnya gampang karena bisa dijangkau dengan jalan kaki dari Nara Park sambil lihat rusa-rusa jinak yang berkeliaran. Agar perjalananmu lebih lancar, simak informasi lengkap soal lokasi, harga tiket, dan tips wisata ke Kasugataisha Shrine berikut ini!

1. Lokasi dan cara menuju ke Kasugataisha Shrine

potret Kasugataisha Shrine
potret Kasugataisha Shrine (commons.wikimedia.org/Guilhem Vellut)

Kasugataisha Shrine berdiri megah di kawasan Taman Nara, Prefektur Nara, Jepang. Kuil Shinto yang sangat bersejarah ini terletak tepat di kaki Gunung Mikasa dan dikelilingi oleh hutan purba yang asri. Letaknya yang berada di ujung timur taman menjadikannya salah satu titik paling tenang dan sakral di seluruh kawasan wisata Nara.

Para traveler dapat menjangkau lokasi tersebut dengan berjalan kaki selama 20 sampai 30 menit dari Stasiun Kintetsu Nara atau Stasiun JR Nara sembari berinteraksi dengan rusa-rusa liar. Jika ingin menghemat tenaga, tersedia layanan bus Nara City Loop yang berhenti di halte Kasuga Taisha Honden. Akses menuju lokasi sangat mudah ditemukan berkat petunjuk arah yang tersebar luas di sepanjang jalur pedestrian bagi pejalan kaki.

2. Jam operasional dan harga tiket masuk Kasugataisha Shrine

potret Kasugataisha Shrine
potret Kasugataisha Shrine (commons.wikimedia.org/Hyppolyte de Saint-Rambert)

Gerbang kuil mulai terbuka bagi pengunjung sejak pukul 06.30 pagi pada periode April hingga September atau pukul 07.00 pagi untuk periode Oktober hingga Maret. Kawasan ini resmi ditutup pada pukul 17.30 sore setiap harinya. Waktu kunjung yang cukup panjang memungkinkan kamu untuk mengatur jadwal perjalanan dengan lebih fleksibel tanpa harus terburu-buru.

Pengunjung tidak perlu membayar biaya masuk sepeser pun untuk sekadar berjalan-jalan di area halaman luar kuil yang dikelilingi ribuan lentera batu. Namun, jika ingin memasuki area bangunan utama (Inner Sanctum), tersedia tiket seharga 500 Yen per orang. Museum Kasugataisha yang menyimpan berbagai pusaka kuil juga mengenakan tarif masuk tambahan bagi mereka yang tertarik mendalami sejarah budaya Jepang lebih mendalam.

3. Aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di Kasugataisha Shrine

potret Kasugataisha Shrine
potret Kasugataisha Shrine (commons.wikimedia.org/Hyppolyte de Saint-Rambert)

Menjelajahi jalur setapak yang diapit ribuan lentera batu memberikan pengalaman unik yang tidak boleh terlewatkan. Lentera-lentera tersebut merupakan persembahan dari para penganut Shinto selama berabad-abad dan menciptakan suasana mistis yang menenangkan. Kamu juga dapat membeli jimat keberuntungan atau menulis doa pada ema (papan kayu) berbentuk kepala rusa yang sangat khas.

Saat musim semi tiba, tepatnya pada bulan Mei, taman botani Kasuga Taisha Manyo menampilkan keindahan bunga wisteria yang menjuntai cantik. Pengunjung juga bisa berinteraksi secara sopan dengan rusa yang dianggap sebagai utusan dewa di kawasan kuil tersebut. Mengamati arsitektur bangunan berwarna merah menyala yang kontras dengan hijaunya hutan sekitarnya memberikan ketenangan batin tersendiri bagi siapa pun yang datang.

4. Tips wisata ke Kasugataisha Shrine yang aman dan nyaman

potret Kasugataisha Shrine
potret Kasugataisha Shrine (commons.wikimedia.org/Hyppolyte de Saint-Rambert)

Kenakan sepatu jalan yang nyaman karena jalur menuju kuil didominasi oleh jalan setapak berbatu yang menanjak perlahan. Mengingat lokasi tersebut merupakan tempat ibadah yang sangat disucikan, jagalah ketenangan dan hindari perilaku berlebihan demi menghormati para peziarah. Siapkan pula koin dalam pecahan kecil jika kamu berniat melakukan ritual persembahan di depan altar utama.

Waspadalah saat berinteraksi dengan rusa di sepanjang jalan karena hewan-hewan tersebut bisa menjadi cukup agresif jika mencium aroma makanan. Simpan plastik atau peta dengan rapi di dalam tas agar tidak dimakan oleh rusa yang penasaran. Mengunjungi kuil pada pagi hari sangat disarankan guna menghindari kerumunan turis besar sekaligus mendapatkan kualitas udara yang paling segar.

5. Spot foto terbaik di Kasugataisha Shrine

potret Kasugataisha Shrine
potret Kasugataisha Shrine (commons.wikimedia.org/663highland)

Koridor kuil yang dipenuhi lentera perunggu gantung menjadi latar foto paling ikonik sekaligus sangat estetik. Perpaduan dinding bangunan merah vermillion dengan lentera logam yang menghitam menciptakan komposisi visual yang artistik dan sangat kental dengan nuansa Jepang. Sudut ini sering kali menjadi incaran para fotografer profesional untuk menangkap atmosfer klasik zaman dulu.

Area jalur masuk yang diapit ribuan lentera batu berselimut lumut juga menawarkan aura magis yang luar biasa, terutama saat cahaya matahari menyelinap di antara celah pepohonan. Jika berkunjung saat festival Setsubun atau Obon, seluruh lentera tersebut akan dinyalakan sehingga menciptakan lautan cahaya yang sangat spektakuler untuk diabadikan. Pastikan tetap menghargai tanda larangan memotret di area tertentu yang dianggap terlalu sakral.

Kasugataisha Shrine menawarkan pengalaman spiritual yang tenang di tengah hutan yang asri. Dengan akses yang mudah dan biaya masuk yang terjangkau, tempat ini wajib masuk daftar kunjunganmu saat ke Nara. Jangan lupa datang pagi agar bisa menikmati suasana yang lebih sepi dan ambil banyak foto. Selamat jalan-jalan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

[QUIZ] Bukan Bali Lagi, Ini Destinasi Indonesia yang Cocok Kamu Jelajahi

30 Jan 2026, 20:30 WIBTravel