- Riset terlebih dahulu karakteristik musim dari setiap wilayah yang akan dikunjungi.
- Bawa perlengkapan liburan sesuai dengan musim.
- Jika liburan saat peak season, pesan hotel dan akomodasi jauh-jauh hari untuk menghindari kehabisan dan supaya bisa mendapat harga terbaik.
- Jika liburan saat low season, selalu cek cuaca sebelum mengunjungi destinasi wisata, bawa pakaian hangat serta sepatu tahan air.
Vietnam saat Low Season vs. Peak Season, Pilih Mana untuk Liburan?

Hanoi, Da Nang, dan Ho Chi Min City merupakan beberapa nama kota yang cukup populer di Vietnam. Banyak pelancong dari berbagai belahan dunia telah menjadikan Vietnam sebagai destinasi favorit mereka untuk liburan, berkat keindahan alam, budaya, dan kuliner khasnya yang menggoda.
Bagi kamu yang tertarik untuk berlibur ke Vietnam, sebaiknya ketahui dulu waktu terbaik untuk berkujung. Karena, secara umum musim wisata di Vietnam itu terbagi menjadi dua periode utama, yakni low season (musim sepi) dan peak season (musim ramai).
Dengan memahami perbedaan Vietnam saat low season dan peak season, kamu bisa menentukan waktu liburan mana yang paling sesuai dengan budget, aktivitas, dan gaya liburan.
1. Kapan low season dan peak season di Vietnam?

Low season di Vietnam bagi wisatawan internasional umumnya berlangsung pada April – Juni dan September – November. Periode tersebut merupakan masa peralihan dari musim dingin ke musim panas dan sebaliknya. Sehingga tidak heran pada fase transisi ini, cuacanya cenderung tidak menentu, bisa cerah indah, tapi bisa juga terjadi hujan.
Sementara itu, peak season di Vietnam umumnya berlangsung antara pertengahan Desember – Maret dan Juli – September. Salah satu alasan terjadinya lonjakan wisatawan pada periode ini adalah libur panjang sekolah. Jadi, bukan hanya wisatawan mancanegara saja yang datang berkunjung, tapi juga wisatawan domestik Vietnam yang berlibur ke berbagai kota dan destinasi populer dalam negeri.
Meski begitu, kondisi cuaca di Vietnam bisa tetap bervariasi tergantung wilayah dan bulan kunjungan. Misalnya, wilayah Vietnam Utara bisa terasa cukup dingin dan berkabut pada Desember dan Januari tapi terasa lebih nyaman dan hijau pada Mei – Juni, Vietnam Selatan cenderung sangat panas dan lembap pada bulan Maret dan April, serta wilayah pesisir Vietnam Tengah bisa mengalami cuaca cerah dan kering pada bulan Juni – Agustus.
2. Tantangan liburan ke Vietnam saat low season dan peak season

Salah satu faktor yang harus dipertimbangkan ketika memilih liburan ke Vietnam saat low season adalah cuacanya yang tidak menentu. Selain itu, tak sedikit juga wisatawan yang menghindari periode ini karena khawatir terhadap risiko bencana alam seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, dan badai yang bisa mengganggu rencana liburan.
Sebaliknya, saat peak season memang cuaca cenderung stabil, tapi ada juga tantangan yang harus dihadapi. Diantaranya adalah tempat wisata, transportasi, dan akomodasi yang bisa jadi lebih ramai dan mahal dari biasanya. Bahkan, pada Juli dan Agustus bisa terjadi kenaikan harga hingga 50% terutama di wilayah pantai.
Karena lonjakan wisatawan tersebut, kamu juga harus siap dengan antrean panjang dan suasana bising di beberapa objek wisata, kemacetan lalu lintas, serta kualitas layanan yang menurun akibat ramainya wisatawan yang datang.
3. Keunggulan liburan ke Vietnam saat low season dan peak season

Meskipun hujan sering turun di Vietnam saat low season, nyatanya hal tersebut tidak selalu seburuk yang dibayangkan. Biasanya, hujan turun dengan intensitas tinggi tapi cepat mereda.
Pada periode ini, wisatawan yang datang juga tidak terlalu ramai sehingga membuat tempat wisata, transportasi, dan akomodasi jauh lebih sepi dan murah. Jadi, low season sangat cocok untuk kamu yang mencari ketenangan atau ingin liburan dengan budget yang lebih ramah di kantong.
Sebaliknya, kamu tidak perlu menghawatirkan cuaca ketika liburan di Vietnam saat peak season. Karena pada periode ini hampir semua daerah menawarkan cuaca yang sejuk dan nyaman, terutama untuk aktivitas luar ruangan.
Keunggulan lain yang bisa kamu rasakan adalah pemandangan alam yang sedang berada dalam kondisi terbaiknya, bunga bermekaran, serta diselenggarakannya berbagai festival besar yang meriah.
4. Panduan memilih musim untuk liburan ke Vietnam

Perlu diketahui bahwa kondisi cuaca di Vietnam sangat bervariasi antarwilayah. Hal ini disebabkan karena Vietnam membentang sepanjang sekitar 1.650 km dari Utara ke Selatan, dengan pegunungan tinggi di bagian Utara dan dataran rendah tropis di Delta Mekong.
Jadi, kamu bisa memilih datang ke Vietnam menyesuaikan dengan jenis aktivitas yang akan dilakukan. Misalnya, jika ingin menikmati festival budaya bisa datang sekitar Januari – Februari atau Agustus – Oktober di kota-kota bersejarah seperti Hanoi, Hue, atau Hoi An.
Jika ingin menikmati keindahann alam dan satwa liar bisa datang saat shoulder season (Mei – Juni atau September – Oktober) di beberapa destinasi seperti Teluk Ha Long, Sapa, Ha Giang, Ninh Binh, dan Delta Mekong.
Selanjutnya, jika tertarik untuk mengunjungi pantai di wilayah pesisir tengah Vietnam, sebaiknya datang pada bulan-bulan yang lebih kering antara Februari – juni, sebelum keramaian musim panas tiba. Tapi, jika ingin ke pulau Phu Quoc kondisi pantai terbaiknya justru ada pada Desember – Maret.
5. Tips liburan ke Vietnam saat low season dan peak season

Sebelum liburan ke Vietnam, ada beberapa tips yang bisa kamu ikut, antara lain:
Vietnam saat low season dan peak season memiliki keunggulan dan tantangannya tersendiri. Karena itu, selalu riset terlebih dahulu dan sesuaikan dengan aktivitas, budget, dan gaya liburanmu, ya.

















