5 Tips biar Kamu Gak Merasa Kesepian saat Pertama Kali Solo Traveling

Memutuskan untuk pergi solo traveling buat pertama kalinya memang rasanya campur aduk. Di satu sisi, kamu merasa bersemangat karena akhirnya punya kebebasan penuh tanpa harus kompromi dengan keinginan orang lain. Namun, di sisi lain, bayangan tentang duduk sendirian di kafe atau tidak punya teman mengobrol saat melihat pemandangan indah sering kali memunculkan rasa takut akan kesepian yang menyergap di tengah jalan.
Sebenarnya, merasa kesepian saat bepergian sendirian adalah hal yang sangat manusiawi, bahkan bagi mereka yang sudah berpengalaman sekalipun. Namun, jangan biarkan rasa takut itu membatalkan niatmu untuk mengeksplorasi dunia. Dengan strategi yang tepat, momen sendirian justru bisa menjadi waktu terbaik untuk terhubung dengan lingkungan baru dan bahkan teman-teman baru. Berikut adalah 5 tips praktis agar kamu tetap merasa "ramai" dan ceria selama menjalani solo traveling pertama kamu.
1. Menginap di hostel atau guesthouse yang ramah

Salah satu cara paling ampuh untuk mengusir rasa sepi adalah dengan memilih akomodasi yang memiliki area bersama. Menginap di hostel, terutama di kamar jenis dormitory atau hostel yang memiliki bar dan ruang santai, akan membantumu bertemu dengan sesama pelancong. Biasanya, para solo traveler lainnya juga mencari teman ngobrol, sehingga suasana di tempat seperti ini cenderung lebih terbuka dan akrab.
Jangan ragu untuk sekadar menyapa atau menanyakan rekomendasi tempat makan kepada orang yang duduk di sebelahmu di ruang santai. Sering kali, percakapan singkat ini berujung pada rencana jalan-jalan bareng atau sekadar makan malam bersama. Jika kamu tetap ingin privasi, kamu bisa memesan kamar pribadi di hostel, namun tetaplah meluangkan waktu di area publiknya agar kamu gak merasa terisolasi di dalam kamar.
2. Ikut open trip atau walking tour lokal

Jika kamu mulai merasa terlalu lama sendirian, cobalah untuk mengikuti aktivitas kelompok seperti walking tour gratis yang biasanya ada di kota-kota besar. Kegiatan ini tidak hanya memberimu informasi sejarah yang menarik, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya banyak traveler dari berbagai negara. Jalan kaki bersama sambil mendengarkan pemandu adalah cara yang sangat santai untuk memulai obrolan tanpa merasa canggung.
Selain itu, mengikuti open trip singkat atau kelas memasak lokal juga bisa jadi pilihan yang seru. Aktivitas yang memiliki tujuan bersama seperti ini secara otomatis akan mencairkan suasana antar peserta. Kamu akan sibuk berinteraksi dan belajar hal baru, sehingga pikiran tentang rasa sepi akan hilang dengan sendirinya. Bonusnya, kamu mungkin akan mendapatkan teman baru yang punya hobi yang sama denganmu.
3. Manfaatkan kekuatan medsos dan komunitas

Di zaman sekarang, bepergian sendiri gak berarti kamu terputus dari dunia luar. Kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Bumble BFF, Couchsurfing Hangouts, atau grup Facebook khusus solo traveler untuk mencari orang yang juga sedang berada di kota yang sama. Banyak komunitas yang sering mengadakan pertemuan rutin atau sekadar mengajak minum kopi bareng sesama turis yang sedang berkunjung.
Namun, pastikan kamu tetap waspada dan mengutamakan keamanan saat mengajak bertemu orang baru dari internet. Pilihlah tempat pertemuan di ruang publik yang ramai dan beri tahu keluarga atau teman rumah mengenai rencana pertemuanmu. Media sosial juga bisa menjadi jembatan untuk berbagi cerita perjalananmu secara real time, sehingga kamu masih merasa aman karena terus berbagi kabar.
4. Sibukkan diri dengan aktivitas yang kamu cintai

Rasa sepi kerap timbul saat kita sedang bengong atau gak punya tujuan yang jelas. Untuk menyiasatinya, buatlah jadwal aktivitas yang padat namun tetap fleksibel sesuai minatmu. Jika kamu suka fotografi, habiskan waktu berjam-jam untuk mencari sudut foto terbaik di pasar tradisional. Jika kamu suka membaca, carilah toko buku lokal yang unik dan habiskan waktu di sana tanpa perlu merasa terburu-buru oleh siapa pun.
Saat tenggelam dalam aktivitas yang disukai, kamu akan menikmati momen me time tersebut sebagai sebuah kemewahan, bukan rasa sepi. Bawalah jurnal untuk mencatat perasaan atau kejadian unik yang kamu alami sepanjang hari. Menulis jurnal tidak hanya membantu mengusir rasa sepi, tapi juga menjadi cara ampuh untuk merefleksikan pengalaman hidup yang baru saja kamu alami.
5. Jangan takut memulai obrolan dengan warga lokal

Warga lokal sering menjadi sumber kehangatan yang tak terduga saat kamu merasa asing di suatu tempat. Jangan ragu untuk bertanya arah atau sekadar meminta rekomendasi menu favorit kepada pelayan kafe atau pemilik warung. Penduduk lokal biasanya sangat senang jika melihat ada turis yang tertarik dengan budaya atau keseharian mereka.
Mengobrol dengan warga lokal memberikan kamu perspektif yang lebih dalam tentang tempat yang kamu kunjungi. Rasa asing akan perlahan sirna saat kamu mulai mengenali wajah-wajah ramah di sekitar tempatmu menginap. Interaksi manusia yang sederhana inilah yang biasanya menjadi kenangan paling manis dan paling menguatkan mental saat kamu melakukan perjalanan seorang diri.
Solo traveling adalah sebuah perjalanan untuk merayakan kemandirianmu, dan rasa sepi hanyalah bumbu kecil yang akan membuat keberhasilanmu nanti terasa lebih berarti. Ingatlah bahwa sendirian bukan berarti kesepian, tapi kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri!


















