Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potret kereta cepat Whoosh (pexels.com/Noval Gani)
  • Whoosh mencatat kecepatan operasional 350 km/jam, setara CR400 Fuxing China dan melampaui Eurostar, Shinkansen E5, ICE 3, Al Boraq, serta TGV yang beroperasi hingga 320 km/jam.

  • Kereta cepat pertama Indonesia ini melayani rute Jakarta–Bandung sejak Oktober 2023, dengan perjalanan langsung Halim–Tegalluar Summarecon sekitar 45 menit menggunakan teknologi dari China.

  • Peringkat Whoosh menguat setelah Shanghai Maglev, yang memakai levitasi magnetik dan pernah beroperasi 431 km/jam, menurunkan batas kecepatan operasionalnya menjadi 300 km/jam pada 2021.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kereta Cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta dan Bandung mencatatkan pencapaian membanggakan. Dengan kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam (km/jam), kereta kebanggaan Indonesia ini masuk dalam jajaran kereta cepat konvensional dengan kecepatan tertinggi di dunia. Angka tersebut bahkan melampaui kecepatan operasional Shinkansen dari Jepang dan sejumlah kereta cepat ternama di Eropa.

Kecepatan tersebut menempatkan Whoosh sejajar dengan CR400 Fuxing dari China. Sementara itu, sejumlah kereta cepat lainnya memiliki kecepatan operasional hingga 320 km/jam. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan perkembangan teknologi transportasi kereta cepat yang terus berlangsung di berbagai negara.

Lantas, bagaimana posisi Whoosh di antara kereta cepat dunia dan apa saja keunggulan yang ditawarkannya? Simak ulasan berikut ini, yuk!

1. Daftar kereta cepat dengan kecepatan operasional tertinggi di dunia

Berikut sejumlah kereta cepat konvensional yang memiliki kecepatan operasional tertinggi. Whoosh dan CR400 Fuxing berada di posisi teratas dengan kecepatan mencapai 350 kilometer per jam, disusul beberapa kereta cepat dari negara lain.

  1. Whoosh, Indonesia: 350 kilometer per jam.

  2. CR400 Fuxing, China: 350 kilometer per jam.

  3. Eurostar e320, Eropa: 320 kilometer per jam.

  4. Shinkansen seri E5, Jepang: 320 kilometer per jam.

  5. ICE 3, Jerman: 320 kilometer per jam.

  6. Al Boraq, Maroko: 320 kilometer per jam.

  7. TGV, Prancis: 320 kilometer per jam.

Perlu diketahui, angka tersebut merujuk pada kecepatan operasional, bukan kecepatan maksimum yang dicapai saat pengujian. Setiap kereta juga beroperasi pada jaringan dan kondisi jalur yang berbeda, sehingga kecepatan aktual perjalanan dapat bervariasi.

2. Whoosh mampu melaju hingga 350 km/jam

Potret kereta cepat Whoosh (unsplash.com/usiswantoro)

Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Indonesia yang melayani rute Jakarta–Bandung. Beroperasi secara komersial mulai Oktober 2023, kereta ini menggunakan teknologi kereta cepat dari China dan memiliki kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam.

Kehadirannya membuat perjalanan antara Jakarta dan Bandung menjadi jauh lebih praktis. Perjalanan langsung dari Stasiun Halim menuju Stasiun Tegalluar Summarecon dapat ditempuh selama 45 menit. Waktu tempuh yang lebih singkat ini menjadi salah satu keunggulan Whoosh dibandingkan moda transportasi darat lainnya.

Dengan pencapaian tersebut, Indonesia berada sejajar dengan China dalam hal kecepatan operasional kereta cepat konvensional. Whoosh juga berhasil melampaui kecepatan operasional sejumlah kereta cepat dari Jepang dan Eropa yang umumnya mencapai 320 kilometer per jam.

3. Shanghai Maglev di China masih memiliki kecepatan lebih tinggi

Meski Whoosh masuk dalam jajaran kereta cepat konvensional tercepat, ada kereta lain yang mampu melaju lebih kencang, yakni Shanghai Maglev di China. Berbeda dari Whoosh dan kereta cepat konvensional lainnya, Shanghai Maglev menggunakan teknologi magnetic levitation atau levitasi magnetik.

Teknologi tersebut membuat kereta bergerak dengan cara melayang di atas lintasan menggunakan gaya magnet, sehingga tidak bersentuhan langsung dengan rel. Shanghai Maglev pernah memiliki kecepatan operasional hingga 431 kilometer per jam dan mencatatkan kecepatan maksimum dalam pengujian hingga 600 kilometer per jam.

Namun, layanan Shanghai Maglev menurunkan kecepatan operasionalnya menjadi maksimal 300 kilometer per jam pada 2021. Alhasil, peringkat Whoosh naik dan menjadi salah satu kereta yang memiliki kecepatan operasional tertinggi di dunia.

Kehadiran Whoosh menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bersaing dalam pengembangan transportasi kereta cepat di tingkat dunia. Selain memangkas waktu perjalanan Jakarta–Bandung, layanan ini juga membuka pengalaman baru bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan antarkota dengan teknologi modern. Jadi, siapa di sini yang sudah pernah mencoba naik Whoosh?

Curated For You

Editorial Team

Related Article