Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Wilayah di Bali dengan Vibes Ubud, Gak Overtourism!
Ubud, Bali (unsplash.com/Spenser Sembrat)
  • Artikel ini membahas lima destinasi di Bali yang menawarkan suasana mirip Ubud namun lebih tenang dan belum ramai wisatawan.
  • Tempat-tempat seperti Sidemen, Jatiluwih, Taro, Sibetan, dan Tegalalang menonjolkan keasrian alam, tradisi lokal, serta pengalaman wisata pedesaan yang autentik.
  • Setiap lokasi menghadirkan daya tarik unik mulai dari sawah terasering UNESCO hingga agrowisata salak dan interaksi dengan gajah di lingkungan alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang tidak kenal Ubud? Kawasan ini sudah lama jadi primadona bagi wisatawan yang mencari ketenangan, sawah hijau, dan udara segar. Namun, seiring berjalannya waktu, Ubud semakin ramai dan padat. Terkadang, niat hati ingin mencari ketenangan, kamu justru terjebak kemacetan di Jalan Raya Ubud atau berdesakan di objek wisata populernya.

Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Bali dan ingin merasakan suasana yang mirip Ubud, tapi dengan getaran yang lebih tenang dan underrated, artikel ini cocok buat kamu. Ada beberapa tempat tersembunyi yang menawarkan panorama sawah terasering, udara sejuk, dan kearifan lokal yang masih sangat kental. Yuk, simak daftar alternatif Ubud, Bali, yang harus kamu kunjungi berikut ini!

1. Sidemen, Karangasem

Karangasem, Bali (unsplash.com/Attila Tokolics)

Kalau kamu bertanya-tanya seperti apa rupa Ubud 20 atau 30 tahun yang lalu, Sidemen adalah jawabannya. Terletak di Kabupaten Karangasem, Sidemen sering kali digambarkan sebagai "Ubud Tempo Dulu" karena keasrian dan ketenangannya yang masih terjaga.

Di sini, kamu tidak akan menemukan klub malam atau pusat perbelanjaan besar. Yang ada hanyalah hamparan sawah hijau luas, pemandangan Gunung Agung yang megah, dan aliran sungai yang jernih. Sidemen sangat cocok untuk tempat melepas penat dan jalan-jalan santai di sawah. Kamu bisa berjalan menyusuri pematang sawah sambil menyapa warga lokal yang bertani.

2. Jatiluwih, Tabanan

Tabanan, Bali (unsplash.com/Andreas Felske)

Bergeser ke arah barat, tepatnya di Kabupaten Tabanan, ada Desa Jatiluwih yang menawarkan panorama sawah terasering seluas 600 hektare. Luar biasanya, kawasan ini telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia karena sistem irigasi tradisionalnya yang disebut Subak.

Jatiluwih adalah tempat yang sempurna untuk menikmati harmoni alam pedesaan Bali. Kamu bisa menyewa sepeda atau sekadar berjalan kaki menyusuri jalur yang sudah disediakan di tengah sawah. Udara di sini sangat sejuk karena letaknya berada di dataran tinggi. Berbeda dengan Ubud yang sudah mulai terasa gerah saat siang hari, di Jatiluwih kamu akan merasa lebih segar.

3. Desa Taro

ilustrasi persawahan hijau (unsplash.com/Niklas Weiss)

Jika kamu ingin suasana yang mirip Ubud, tapi lokasinya sedikit lebih ke utara dan jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, Desa Taro adalah destinasi yang tepat. Desa wisata ini dikenal sangat asri dan masih memegang teguh tradisi leluhur.

Selain pemandangan alamnya, Desa Taro menjadi tempat yang menarik karena kamu bisa berinteraksi langsung dengan gajah di Taro Elephant Park. Kamu bisa memberikan makan atau sekadar melihat keseharian mamalia besar ini di habitat yang asri. Pengalaman ini tentu memberikan warna baru bagi liburanmu, tidak hanya sekadar duduk santai, tapi juga bisa belajar lebih dekat tentang konservasi hewan.

4. Desa Sibetan

ilustrasi Ubud (pexels.com/Tom Fisk)

Ingin merasakan pengalaman wisata pedesaan yang unik? Kamu harus mencoba mampir ke Desa Sibetan di Karangasem. Desa ini terkenal sebagai pusat agrowisata salak di Bali. Kamu tidak hanya bisa melihat hamparan kebun salak yang luas, tetapi juga mencicipi berbagai varietas salak langsung dari pohonnya.

Suasana di Desa Sibetan sangat tenang dan jauh dari kesan komersial. Berjalan-jalan di sini memberikan perspektif baru tentang sisi lain Bali yang mandiri secara ekonomi lewat hasil bumi. Bagi kamu yang menyukai wisata edukasi dan ingin merasakan gaya hidup agraris yang otentik, Sibetan adalah pilihan alternatif yang menarik selain kawasan Ubud.

5. Tegalalang

Tegalalang, Bali (unsplash.com/Giuliano Di Paolo)

Mungkin kamu merasa Tegalalang sudah terlalu umum, tapi tempat ini tetap layak masuk daftar alternatif jika kamu tidak ingin terlalu jauh dari pusat Ubud, namun ingin fokus pada pemandangan teraseringnya. Meski populer, Tegalalang tetap menawarkan pemandangan ikonik khas Ubud yang tidak ditemukan di tempat lain.

Tips buat kamu, datanglah saat pagi hari sebelum bus-bus pariwisata sampai. Kamu akan mendapatkan suasana yang lebih damai dan cahaya matahari pagi yang menembus celah-celah pohon kelapa. Pemandangannya sungguh magis dan sangat layak untuk diabadikan di kamera kamu.

Bali tidak hanya soal pantai atau pusat keramaian di selatan. Masih banyak desa-desa cantik yang menawarkan ketenangan bagi jiwa yang lelah. Jadi, tempat mana yang paling ingin kamu kunjungi dalam waktu dekat? Selamat berlibur!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team