Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wisatawan Panjat Pohon Bunga Sakura hingga Tumbang demi Foto Estetik di Shanghai
ilustrasi wisatawan yang melihat bunga sakura (unsplash.com/PJH)

Sebuah video insiden yang terjadi di China baru-baru ini memicu diskusi luas secara online di media sosial. Potongan klip menampilkan seorang wisatawan yang tampak memanjat pohon bunga sakura hanya demi foto yang estetik hingga tumbang.

Tentunya, aksi wisatawan itu pun langsung dibanjiri kritik oleh warganet. Apalagi, pohon bunga sakura biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dewasa hingga dapat hidup selama beberapa dekade bahkan dengan perawatan yang tepat.

1. Wisatawan panjat pohon bunga sakura hingga tumbang demi foto yang estetik

ilustrasi wisatawan yang melihat bunga sakura (unsplash.com/Nathalie Lays)

Sebuah video seorang wisatawan yang memanjat pohon bunga sakura untuk mengambil foto estetik tetapi tiba-tiba tumbang karena berat badannya viral di media sosial pada Senin (6/4/2026). Menurut beberapa laporan, insiden itu terjadi di Gucun Park, Shanghai yang menjadi destinasi populer selama musim semi. Taman ini menarik banyak pengunjung setiap tahun yang ingin memotret pemandangan di antara bunga-bunga sakura yang bermekaran.

Saksi mata mengatakan wisatawan yang berjenis kelamin perempuan tersebut secara sengaja memanjat pohon bunga sakura untuk mendapatkan sudut foto yang lebih baik. Namun, beberapa saat kemudian, pohon itu roboh dan tumbang sehingga mengejutkan pengunjung lain di dekatnya.

Video insiden tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial. Banyak pengguna ikut mengkritik aksi wisatawan itu sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan merusak properti publik. Bahkan tanpa memanjat pun, seseorang dapat mengambil foto pemandangan bunga sakura yang indah dengan berdiri di bawah pohon atau di area-area yang diperbolehkan oleh pengelola Gucun Park.

2. Tumbangnya satu pohon saja memiliki dampak besar bagi Gucun Park, Shanghai

ilustrasi wisatawan yang melihat bunga sakura (unsplash.com/Connor Gan)

Video tumbangnya pohon bunga sakura di Gucun Park itu baru-baru ini semakin dikecam oleh banyak pengguna di media sosial. Dilansir dari Good Times, beberapa laporan mengklaim bahwa perempuan ini juga meninggalkan tempat kejadian tak lama setelah insiden tersebut tanpa bertanggung jawab.

Meski usia pasti pohon bunga sakura yang rusak belum dikonfirmasi secara resmi, tetapi pohon biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dewasa dan dapat hidup selama beberapa dekade. Selain itu, hilangnya satu pohon tetap sangat berpengaruh, terutama di taman umum yang terawat dengan baik di mana berbagai jenis tumbuhan dipelihara dengan baik untuk dinikmati sesuai musim.

Insiden tersebut juga kembali memicu diskusi luas secara online di media sosial tentang perilaku pengunjung yang semakin nyeleneh di tempat-tempat wisata. Banyak yang menyerukan kesadaran dan rasa hormat lebih besar yang seharusnya ditunjukkan oleh wisatawan terhadap alam. Terlebih, uang yang dikeluarkan Gucun Park tidaklah sedikit untuk perawatan pohon bunga sakura hingga kini bermekaran.

3. Pelaku berjanji akan membayar kerugian yang ditimbulkan di Gucun Park

ilustrasi wisatawan yang melihat bunga sakura (unsplash.com/Syadza Salsabyla)

Pengelola Gucun Park, Shanghai baru-baru ini memberikan informasi terbaru terkait kondisi pohon bunga sakura yang tumbang setelah dilakukan peninjauan secara menyeluruh. Mereka mengatakan, akar pohon mengalami kerusakan yang parah sehingga proses pemulihannya akan membutuhkan waktu cukup lama dan sulit.

Setelah penyelidikan, pelaku bahkan telah mengakui kesalahannya. Ia berjanji akan membayar kompensasi kepada pengelola Gucun Park. Inisiden ini tentunya juga menjadi pengingat akan konsekuensi yang dapat timbul dari tindakan yang dilakukan demi kebutuhan media sosial. Jadi, sebaiknya patuhi aturan saat berkunjung ke taman, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team