Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Banda Aceh, Kota Indah dengan Biaya Hidup Super Terjangkau
potret Banda Aceh di malam hari (dlhk3.bandaacehkota.go.id)
  • Banda Aceh dikenal sebagai kota dengan biaya hidup sekitar 44 persen lebih murah dibanding Jakarta, menawarkan hunian terjangkau mulai dari kos Rp400.000 hingga rumah kontrakan Rp25 juta per tahun.
  • Biaya makan di Banda Aceh tergolong ramah kantong, dengan harga makanan lokal berkisar Rp8.000–Rp20.000 per porsi dan banyak kesempatan menikmati hidangan gratis saat acara adat atau keagamaan.
  • Transportasi dan hiburan di Banda Aceh juga hemat, tersedia Bus Trans Koetaradja gratis, ojek online Rp10.000–Rp25.000, serta budaya ngopi dengan anggaran bulanan total sekitar Rp2–3,5 juta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu pernah mengunjungi Banda Aceh dan tertarik untuk tinggal di sana? Daerah yang punya julukan Serambi Mekah ini punya sejarah yang kuat sebagai pusat penyebaran agama Islam. Di balik sejarah Islam yang kental, Aceh pun memiliki keindahan pantai serta pulaunya. Gak hanya itu, kulinernya juga kaya akan rempah.

Lantas, berapa sebenarnya biaya hidup tinggal di Banda Aceh? Dilansir laman Rumah123, biaya hidup di Banda Aceh dinilai 44 persen lebih murah dibanding Jakarta. Supaya lebih jelas mengenai rincian komponen biaya hidup di sana, yuk kita bedah satu per satu melalui ulasan berikut!

1. Biaya sewa tempat tinggal di Banda Aceh

ilustrasi orang bersantai di rumah dengan bermain kucing (pexels.com/Sam Lion)

Banda Aceh merupakan Ibu Kota Provinsi Aceh. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menyediakan beragam opsi tempat tinggal yang bisa kamu pilih. Harganya pun masih terbilang terjangkau. Hunian tersebut meliputi kos yang tarif standarnya mulai dari Rp400.000 hingga Rp700.000 per bulan.

Adapun untuk kos menengah ke atas, tarifnya berkisar antara Rp1.200.000 hingga Rp2.000.000 per bulan. Selain itu, ada pula rumah kontrakan yang bisa kamu sewa dengan harga mulai dari Rp12.000.000 hingga Rp25.000.000 per tahun. Rumah kontrakan jadi pilihan yang tepat kalau kamu tinggal bersama teman maupun anggota keluarga yang lain. Selain kos, ada pula wisma, homestay, dan guest house. Standarnya, tarif per malam dibanderol mulai dari Rp120.000 hingga Rp250.000.

Bagaimana kalau kamu memutuskan untuk membeli rumah? Nah, harga rumah di Banda Aceh dikatakan 52 persen lebih murah dibanding Jakarta. Untuk rumah baru kelas standar, kamu masih bisa menemukan harga mulai dari Rp250 juta hingga Rp500 juta. Sementara itu, untuk kelas menengah ke atas, harga rumah berada di kisaran Rp1.1 miliar hingga Rp3.5 miliar.

2. Biaya makan sehari-hari di Banda Aceh

ilustrasi food court (pexels.com/Ray Hamad)

Dikatakan bahwa Aceh itu gudangnya Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW (kenduri). Perayaan tersebut bisa berlangsung sampai 3 sampai 4 bulan berturut-turut. Nah, selama perayaan berlangsung, kamu bisa makan besar berbulan-bulan. Gak hanya Perayaan Maulid, Aceh juga kerap mengadakan perayaan untuk alasan-alasan lain, seperti syukuran, lahiran, sunatan, dan masih banyak lagi. Sebagai pelajar maupun perantau, kamu bisa memanfaatkan momen-momen ini untuk makan gratis.

Nah, kalau untuk makan sehari-harinya, biaya sekali makan di Aceh berkisar antara Rp12.000 hingga Rp20.000 per porsi di warung lokal. Ada pula lontong sayur yang harganya mulai dari Rp8.000 hingga Rp12.000 per porsi.

3. Biaya transportasi di Banda Aceh

ilustrasi orang mengendarai sepeda motor (pexels.com/Mehti Jabari)

Di Aceh, angkutan kota disebut labi-labi. Namun, saat ini, labi-labi jarang ditemukan di pusat kota Banda Aceh, pun kota-kota lainnya di Aceh. Meski begitu, kamu gak perlu khawatir soal mobilitas harian. Ada sejumlah opsi transportasi yang bisa kamu gunakan, seperti ojek dan taksi online, Bus Trans Koetaradja, dan kendaraan pribadi.

Bus Trans Koetaradja melayani beragam rute utama di Banda Aceh, tarifnya pun gratis (disubsidi oleh pemerintah daerah). Adapun tarif ojek online, biasanya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000, tergantung jarak, ya. Oh iya, kamu juga bisa menyewa sepeda motor seharga kurang lebih Rp100.000 per hari untuk berkeliling Banda Aceh sesuka hati. Untuk transportasi per bulan, kamu bisa menyisihkan anggaran sebesar kurang lebih Rp300.000.

4. Biaya hiburan di Banda Aceh dan dana darurat

ilustrasi orang meminum kopi (pexels.com/Liza Summer)

Di Aceh, kamu gak harus menunggu hari-hari libur untuk liburan karena biasanya biaya akan naik. Ada baiknya kamu melepas penat dan berlibur di workday selepas bekerja untuk menghemat anggaran pengeluaran bulanan. Selain itu, karena Banda Aceh dikelilingi oleh destinasi alam yang jaraknya terbilang dekat, kamu gak perlu menempuh perjalanan jauh untuk sekadar healing.

Adapun gaya hidup hiburan di Aceh yang menonjol adalah nongkrong dan budaya ngopi. Nongkrong di warung kopi sudah menjadi agenda harian yang wajib bagi banyak masyarakat Aceh. Segelas kopi dibanderol dengan harga Rp6.000 hingga Rp12.000. Jadi, untuk hiburan, kamu bisa lah menyisihkan anggaran sekitar Rp150.000 hingga Rp250.000 per bulannya.

Selain komponen-komponen di atas, jangan lupa juga ya menyiapkan dana darurat, meliputi medis, servis, dan kebutuhan mendesak lainnya. Kamu bisa menyisihkan dana darurat sekitar Rp200.000 hingga Rp500.000 per bulannya. Nah, kalau diakumulasikan, estimasi biaya hidup di Banda Aceh adalah berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp3.500.000 per bulan dengan gaya hidup hemat hingga menengah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article