Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Biaya Hidup di Filipina Ternyata Setara Kota Besar Indonesia

Biaya Hidup di Filipina Ternyata Setara Kota Besar Indonesia
ilustrasi keramaian kota (pexels.com/Jeffrey Ligan)
Intinya Sih
  • Biaya hidup di kota besar Filipina setara dengan Jakarta, berkisar antara 30.730–44.730 PHP per bulan atau sekitar Rp8–12 juta untuk gaya hidup hemat hingga standar.
  • Sewa tempat tinggal bervariasi, mulai dari kamar studio 12.000–21.000 PHP hingga apartemen mewah di atas 50.000 PHP, sementara harga bahan makanan dan makan di luar tergolong terjangkau.
  • Transportasi seperti jeepney dan taksi relatif murah, tagihan utilitas bulanan sekitar 3.500–5.500 PHP, serta internet mulai 730 PHP hingga 2.500 PHP per bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Filipina merupakan bagian dari negara di Asia Tenggara yang punya ribuan pulau dengan Ibu Kota Manila. Karena negara ini punya banyak pulau, Filipina menyajikan pantai-pantai yang indah dan eksotis. Masyarakat Filipina juga terkenal dengan keramahan maupun ketulusannya. Gak heran, banyak orang menjadikan negara tersebut sebagai destinasi untuk berlibur, atau bahkan tempat untuk menetap.

Bagi warga negara Indonesia, biaya hidup di kota-kota besar Filipina gak jauh berbeda dengan kota metropolitan seperti halnya Jakarta. Dikatakan bahwa pengeluaran di sana pun lebih murah dibanding negara tetangga lain. Lantas, berapa sebenarnya estimasi biaya hidup di Filipina? Apakah memang terjangkau dan ramah di kantong atau justru sebaliknya? Yuk, bedah secara lengkap!

1. Biaya tempat tinggal atau akomodasi

ilustrasi keramaian kota
ilustrasi keramaian kota (pexels.com/John Escudero)

Tempat tinggal jadi komponen penting dalam menentukan anggaran bulanan. Tarif sewa hunian di Filipina pada dasarnya bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan jenisnya. Kalau kamu menetap di kota besar, estimasi biaya sewa kamar studio berkisar antara 12.000 PHP hingga 21.000 PHP (sekitar Rp3,3 juta hingga Rp5,8 juta).

Adapun untuk apartemen standar, nominal harganya berkisar antara 30.000 PHP hingga 45.000 PHP (sekitar Rp8,2 juta hingga Rp12,4 juta). Apartemen mewah tentu berbeda lagi dan jauh lebih besar, yakni bisa mencapai 50.000 PHP atau di atas itu. Nah, kalau kamu memilih menyewa hunian di pinggiran kota, harganya tentu bisa lebih miring dan ramah di kantong.

2. Biaya makan dengan masak sendiri atau di restoran

ilustrasi orang berjualan
ilustrasi orang berjualan (pexels.com/Mico Medel)

Makan bisa didapat dari masak sendiri atau jajan di luar. Kabar baiknya, kalau kamu ingin menetap di sana, lidah orang Indonesia cukup bersahabat dengan lidah orang Filipina. Banyak kuliner di sana menggunakan nasi dengan lauk daging atau ayam. Cita rasanya memang jarang sepedas masakan kita, melainkan cenderung lebih gurih dan manis, tapi terasa familier dan nikmat. Kalau kamu mau masak sendiri, harga bahan pokoknya cukup bersahabat, estimasi harga beras adalah 50 PHP per kilogram (sekitar Rp14.000). Kemudian, untuk air minum, harganya 35 PHP per liter (sekitar Rp9.500).

Adapun dilansir laman Flip, berikut rincian daftar kisaran harga bahan makanan di Filipina.

  • Susu: 90 PHP per liter (sekitar Rp25.000)
  • Sayuran: 90 PHP per kilogram (sekitar Rp25.000)
  • Telur: 95 PHP per lusin (sekitar Rp26.000)
  • Ayam: 200 PHP per kilogram (sekitar Rp55.000)
  • Roti: kurang dari 50 PHP (di bawah Rp14.000)

Nah, kalau kamu memilih makan di luar, untuk sekali makan di kedai cepat saji populer seperti Jollibee dan McD, kamu perlu menyiapkan biaya yang berkisar antara 100 PHP hingga 200 PHP (sekitar Rp27.000 hingga Rp55.000). Adapun untuk restoran menengah, biayanya berkisar antara 500 PHP hingga 1.000 PHP per porsi (sekitar Rp137.000 hingga Rp275.000).

 

3. Biaya transportasi di Filipina

potret jeepney yang melaju di jalan kota di Filipina
potret jeepney yang melaju di jalan kota di Filipina (pexels.com/XT7 Core)

Transportasi tentu penting untuk menunjang mobilitas kamu di Filipina. Ada sejumlah alternatif transportasi yang bisa kamu gunakan, seperti taksi online, taksi konvensional, maupun jeepney (angkutan umum ikonik khas Filipina, modifikasi jip militer Amerika Serikat pasca Perang Dunia II). Tarif Jeepney terbilang terjangkau karena kamu hanya perlu membayar sekitar 14 PHP hingga 17 PHP (sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000) untuk 4 kilometer pertama. Sementara untuk tarif taksi (baik online maupun konvensional) dikenai biaya sebesar 15 PHP per km atau sekitar Rp4.000.

4. Tagihan utilitas dan internet

ilustrasi orang merapikan ruangan
ilustrasi orang merapikan ruangan (pexels.com/Blue Bird)

Bagaimana dengan air, listrik, dan sampah? Dilansir berbagai sumber data pengeluaran, rata-rata tagihan utilitas bulanan di Filipina untuk satu orang berkisar antara 3.500 PHP hingga 5.500 PHP (sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta). Nominal ini tergantung seberapa sering kamu menggunakan AC.

Adapun untuk kuota internet, rata-rata biayanya ada di kisaran 730 PHP per bulan (sekitar Rp200.000). Berbeda jika kamu ingin menggunakan wifi, biaya bulanannya variatif, mulai dari 2.000 PHP hingga 2.500 PHP (sekitar Rp550.000 hingga Rp700.000). Nominal tersebut sudah termasuk paket unlimited, ya.

5. Biaya kebutuhan lain

ilustrasi orang sedang mengobrol dan tertawa
ilustrasi orang sedang mengobrol dan tertawa (pexels.com/Vitaly Gariev)

Jangan lupa juga menyisihkan anggaran untuk kebutuhan lainnya. Kamu bisa menyiapkan budget setidaknya 5.000 PHP setiap bulan. Anggaran ini untuk membeli perabotan tambahan yang diperlukan, baju, maupun kebutuhan dadakan. Selain itu, kamu juga tentu perlu rekreasi. Sekali liburan, setidaknya kamu memerlukan biaya 1.000 PHP atau sekitar Rp300.000. Kalau kamu berlibur setiap dua minggu sekali, per bulannya kamu perlu menyiapkan dana sekitar 2.000 PHP (sekitar Rp550.000).

Jadi, kalau ditotal secara keseluruhan, biaya hidup di Filipina untuk satu orang dengan gaya hidup hemat hingga standar di pusat kota berkisar antara 30.730 PHP hingga 44.730 PHP per bulan, atau sekitar Rp8 jutaan hingga Rp12 jutaan. Gimana, tertarik gak untuk menjelajahi Negeri Lumbung Padi ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More