Kenapa Banyak Orang Memilih Skip Liburan saat Low Season?

- Banyak orang melewatkan liburan saat low season karena jadwal kerja dan sekolah berjalan normal, sehingga cuti sulit didapat dan anak berisiko tertinggal pelajaran.
- Cuaca low season yang kerap hujan atau badai dinilai mengganggu perjalanan, membatasi kunjungan antar-destinasi, mengurangi pemandangan, serta berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan.
- Sepinya pengunjung membuat fasilitas dan acara besar berkurang, sementara teman atau keluarga sulit diajak bepergian karena kesibukan, sehingga sebagian orang membatalkan rencana liburan.
Tak bisa dimungkiri bahwa low season adalah waktu yang cukup baik untuk sebagian orang. Mulai dari ketenangan perjalanan liburan hingga tiket pesawat dan hotel yang jauh lebih murah, itu hanya bisa didapat pada saat low season saja. Di satu sisi, sebagian besar orang lebih memilih mengurungkan niatnya untuk traveling pada saat low season berlangsung.
Kenapa banyak orang yang skip liburan pada low season? Kali ini akan dibahas beberapa alasan yang membuat orang tidak tertarik untuk berlibur di saat low season. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
1. Jadwal yang tidak pas dengan waktu kerja dan sekolah yang sedang berjalan normal

ilustrasi seorang wanita sedang mengerjakan pekerjaan kantor (pexels.com/Anna Tarazevich) Salah satu hambatan terbesar sebagian orang dengan liburan pada low season adalah karena tidak memilki waktu luang. Low season adalah waktu di mana keberlangsungan sistem pendidikan dan dunia kerja berjalan serentak. Anak-anak sekolah dan para pekerja tentu saja tidak bisa meminta cuti atau libur beberapa saat karena dunia sekolah dan kerja memiliki aturan yang sama-sama ketat.
Bagi kamu yang sudah memiliki anak yang sudah memasuki jenjang pendidikan, meminta libur kepada pihak sekolah jelas akan memengaruhi proses belajar sang anak, salah satunya adalah tertinggal materi pembelajaran. Pertimbangan jadwal yang tidak pas inilah yang akhirnya membuat banyak orang yang kurang tertarik untuk liburan pada saat low season.
2. Faktor cuaca yang tidak mendukung

ilustrasi langit mendung (pexels.com/Elina Volkova) Pada saat high season, siklus cuaca biasanya lebih jelas dan teratur, seperti musim panas dan musim dingin. Beda halnya ketika low season berlangsung yang memiliki siklus cuaca yang kurang mendukung bagi para wisatawan, mulai dari hujan terus-menerus hingga sering kali terjadi badai. Cuaca buruk tentu saja membuat banyak orang bahkan malas untuk keluar rumah.
Selain menutupi keindahan pemandangan sebuah tempat liburan, cuaca buruk membawa banyak risiko yang kurang menyenangkan. Pakaian kamu bisa saja menjadi kotor akibat hujan deras, tidak bisa berpergian dari satu destinasi ke destinasi lain, hingga jatuh sakit jika ternyata daya tahan tubuh kamu tidak kuat menahan cuaca buruk tersebut.
3. Tidak akan bisa melihat acara-acara besar yang hanya bisa didapatkan pada saat high season

ilustrasi festival musik (pexels.com/george charry) Meskipun memang low season sangat menghemat pengeluaran perjalanan traveler, ada beberapa fasilitas atau acara yang tidak akan bisa didapat dan dirasakan semewah saat high season. Karena sepi pengunjung, banyak perusahaan pariwisata sering kali memangkas fasilitas yang mereka punya demi efisiensi biaya operasional perusahaan. Secara tidak langsung, liburan yang dilakukan oleh seseorang pada saat low season berasa tidak utuh sepenuhnya.
Selain itu, acara yang digelar pada low season di setiap kota juga tidak akan semegah yang ada pada high season. Bagi orang yang penggemar sebuah band atau penyanyi ternama, mungkin low season adalah pilihan yang kurang ideal.
4. Berkurangnya teman perjalanan yang bisa diajak liburan bersama

ilustrasi liburan bersama yang dilakukan oleh tiga orang pria (pexels.com/Margo Evardson) Karena waktu semua orang sangat sibuk di saat low season, peluang kamu mendapat teman perjalanan liburan akan sangat kecil. Entah itu dari teman atau bahkan keluarga yang sering kali menolak diajak liburan ketika memasuki low season. Pada akhirnya, mungkin saja kamu akan berlibur dengan beberapa orang saja atau bahkan hanya seorang diri.
Bagi sebagian orang, berlibur seorang diri adalah hal yang kurang nyaman dilakukan. Beberapa faktor seperti kesepian hingga rasa bahagia yang tidak sepenuhnya didapat ketika liburan bersama terkadang membuat seseorang bisa saja membatalkan liburannya. Yang paling terasa adalah mereka yang mempunyai kelompok liburan bersama, seperti komunitas hobi yang umumnya berkelompok jika ingin traveling.
Alasan penting dan tidak memungkinkan membuat banyak orang tidak tertarik untuk berlibur di saat low season. Faktor-faktor tersebut yang membuat low season memiliki grafik pengunjung yang turun drastis. Dengan membahas keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, apa kamu masih tertarik untuk liburan di saat low season?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)











![[QUIZ] Temukan Spot Melihat Bunga Tabebuya Terbaik untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20231227/tabebuya-2-6cf3cf4a173860e343784bd8d387dde2-8e9f7689cf3988180a9ad43ad724817a.jpg)










