Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa yang Dilakukan Para Porter saat Gunung Ditutup Sementara?

4 min read
Apa yang Dilakukan Para Porter saat Gunung Ditutup Sementara?
ilustrasi beberapa porter gunung sedang membawa logistik para pendaki (pexels.com/Muhammad Hary)
  • Saat gunung ditutup sementara, porter yang umumnya warga lokal kaki gunung dapat kembali bertani, mengurus kebun, atau bekerja di sawah untuk memperoleh upah dan hasil bumi.

  • Sebagian porter terlibat dalam perawatan jalur pendakian, seperti membersihkan dan memperbaiki kerusakan; pekerjaan resmi dikelola pengelola dibayar, sedangkan kegiatan komunitas bersifat sukarela.

  • Porter yang tidak mendapat pekerjaan lokal dapat menjadi kuli bangunan di kota atau menyediakan jasa wisata alternatif, seperti pemandu, penyewaan motor, dan peralatan wisata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Porter adalah layanan tenaga kerja manusia yang hampir selalu ada di setiap gunung. Kehadiran porter di gunung jelas memegang peran penting dalam membantu para pendaki untuk meringankan beban bawaan dan banyak hal lain, termasuk memasak. Namun, profesi ini bukan dikatakan sebagai profesi tetap karena kondisi di gunung membuat mereka tidak bisa bekerja seperti biasanya. Salah satunya adalah ketika gunung ditutup untuk sementara waktu karena adanya beberapa hal.

Lalu, ke mana perginya para porter saat gunung ditutup untuk sementara waktu? Karena ini bukanlah pekerjaan tetap mereka, para porter di gunung tentu memiliki alternatif lain untuk tetap bekerja. Berikut adalah empat pekerjaan lain yang akan dilakukan oleh warga lokal yang sebelumnya menjadi porter gunung.

  1. 1. Kembali bertani dan berkebun

    ilustrasi sekelompok petani sedang memanen padi
    ilustrasi sekelompok petani sedang memanen padi (pexels.com/Viewers)

    Porter gunung adalah warga lokal yang lahir atau tinggal lama di kaki gunung. Area bawah gunung pastinya dipenuhi oleh banyak sekali kebun atau sawah-sawah. Itulah sebenarnya yang menjadi mata pencarian utama masyarakat yang berada di lereng gunung, salah satunya adalah mereka yang berprofesi sebagai porter gunung.

    Ketika gunung mendadak ditutup untuk sementara waktu, para porter tidak akan pusing untuk mencari pekerjaan lain. Mereka akan kembali untuk mengurusi kebun miliknya sendiri atau bertani di lahan sawah seseorang untuk mendapatkan upah harian. Selain mendapatkan upah, mereka juga bisa mendapatkan banyak hasil bumi yang nantinya akan dikonsumsi untuk kebutuhan harian atau bahkan dijual ke pasar terdekat.

  2. 2. Menjadi bagian yang ikut serta maintenance jalur pendakian

    ilustrasi beberapa porter gunung sedang membawa logistik para pendaki
    ilustrasi beberapa porter gunung sedang membawa logistik para pendaki (pexels.com/Muhammad Hary)

    Beberapa alasan mengapa sebuah gunung ditutup untuk sementara waktu, tentunya adalah faktor keselamatan pendaki. Untuk memastikan keselamatan tersebut, pengelola gunung pastinya melibatkan banyak pihak untuk melakukan perawatan terhadap jalur pendakian, salah satunya adalah porter gunung yang juga ikut terlibat. Mereka akan membersihkan dan memperbaiki jalur jika memang terjadi sebuah kerusakan yang berdampak besar nantinya untuk pendaki yang melewati jalurnya.

    Kegiatan maintenance ini juga biasanya terbagi menjadi dua, dari pihak pengelola gunung resmi dan juga inisiatif dari komunitas. Jika berasal dari pihak pengelola gunung yang resmi, maka porter gunung tetap akan mendapatkan upah atas pekerjaan perawatan jalur yang mereka lakukan. Berbeda halnya ketika gerakan ini berasal dari sebuah komunitas pecinta alam, biasanya porter gunung berstatus sebagai relawan dan itu pun sukarela serta tidak ada paksaan untuk wajib mengikuti.

  3. 3. Menjadi buruh kuli bangunan di kota

    ilustrasi buruh kuli bangunan
    ilustrasi buruh kuli bangunan (pexels.com/Asyam Hasyid)

    Beberapa pekerjaan yang sebelumnya dibahas mungkin saja hanya akan dirasakan oleh sebagian warga lokal saja. Sebagian porter lainnya justru banyak yang tidak mendapat kuota proyek tersebut, sehingga tidak ada satu pun pekerjaan yang bisa mereka lakukan, baik di kaki gunung maupun di atas gunung sana. Sementara, mereka tetap harus menghidupi keluarga setiap harinya.

    Pergi ke kota-kota besar adalah salah satu jalan keluar yang bisa mereka lakukan untuk bekerja fisik, seperti kuli bangunan atau pekerja kasar lainnya. Kekuatan fisik yang telah ditempa selama menjadi porter gunung rasanya bukan masalah besar bagi mereka untuk memikul beban yang berat seharian.

  4. 4. Beralih menjadi penyedia jasa wisata alternatif

    ilustrasi porter gunung
    ilustrasi porter gunung (pexels.com/Fitria Nunik)

    Tempat tinggal warga lokal di gunung tentunya memiliki banyak destinasi lainnya di dataran yang lebih rendah dan tak kalah menarik untuk dikunjungi. Beberapa alternatif wisata yang biasanya tak jauh dari kaki gunung adalah mulai dari beragam wisata air seperti curug atau air terjun hingga desa adat yang penuh cerita urban. Dari situ, para porter gunung memiliki peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan pengganti porter.

    Bentuk usaha yang mereka lakukan juga sangat beragam, mulai dari penyewa motor atau peralatan wisata yang dibutuhkan hingga menjadi pemandu wisata. Karena porter gunung lama tinggal di kaki gunung, tentu mereka tahu betul seluk-beluk berbagai macam jalur pintas, spot foto, dan juga cerita legenda atau mitos setempat.

    Penutupan gunung dengan status sementara bukanlah alasan untuk para porter gunung kehilangan pekerjaan mereka. Ada banyak alternatif yang bisa mereka lakukan untuk menggantikan pekerjaan mereka sebelumnya sebagai porter. Dari keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu apa saja pekerjaan alternatif porter ketika sebuah gunung ditutup untuk sementara waktu, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More