Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Mayoritas Porter Gunung Selalu Memakai Sandal Jepit?

4 min read
Kenapa Mayoritas Porter Gunung Selalu Memakai Sandal Jepit?
ilustrasi porter gunung (pexels.com/Fitria Nunik)
  • Mayoritas porter merupakan warga lokal yang sejak lama beradaptasi dengan medan pegunungan, didukung kondisi fisik dan kaki yang terbiasa menghadapi jalur ekstrem.
  • Sandal jepit memudahkan porter melintasi pasir vulkanik karena pasir lebih gampang dibuang, sekaligus menghindari ketidaknyamanan dan lecet akibat sepatu kemasukan pasir.
  • Di jalur lembap dan basah, sandal memberi sirkulasi udara serta cepat dikeringkan; bobotnya ringan, murah, fleksibel, dan mudah diganti saat rusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi para pendaki, porter adalah sosok yang sangat luar biasa karena kekuatan fisiknya mengangkat beban logistik para pendaki. Selain itu, mereka juga sangat mengagumi para porter karena mereka hanya berpenampilan seadanya saat mendaki gunung dengan membawa barang bawaan pendaki, termasuk sandal jepit yang cukup identik. Di Indonesia sendiri, penggunaan sandal jepit oleh porter gunung sudah menjadi hal yang sangat lumrah.

Di balik itu semua, kenapa sih mayoritas porter gunung selalu menggunakan sandal jepit? Nah, pada artikel kali ini akan dibahas empat alasan mengapa para porter di gunung sangat suka menggunakan sandal jepit saat menjalankan tugasnya. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

  1. 1. Porter gunung adalah warga lokal yang lahir atau tinggal lama di kaki gunung

    ilustrasi porter gunung
    ilustrasi porter gunung (pexels.com/AiDun)

    Satu fakta yang harus kamu tahu adalah kebanyakan porter gunung merupakan warga lokal yang memang lahir atau tinggal sangat lama di wilayah lereng gunung. Jelas itu sangat berbeda dengan orang-orang yang tinggal di perkotaan. Dari kecil, porter-porter ini memiliki adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan pegunungan dan fisik mereka sudah terbiasa menghadapi jalan yang ekstrem.

    Jika kamu perhatikan lebih saksama, struktur tubuh yang dimiliki oleh porter jauh berbeda dengan para pendaki. Porter gunung memiliki struktur kaki yang lebih besar, kuat, dan lebar sehingga kulit kaki mereka tidak mudah terkena luka goresan. Bagi porter gunung, memakai sandal jepit bukanlah masalah besar bagi mereka karena fisiknya sudah sangat sempurna dengan lingkungan di gunung.

  2. 2. Memudahkan pergerakan di jalur pasir vulkanik

    ilustrasi jalur pendakian berpasir
    ilustrasi jalur pendakian berpasir (pexels.com/Septian Fiandani)

    Sebagian kecil gunung di Indonesia memiliki jalur pasir vulkanik yang sering kali membuat para pendaki kesulitan menanjak atau bahkan sampai isi sepatunya dipenuhi oleh pasir. Nah, hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa porter gunung lebih memilih sandal jepit dibandingkan sepatu. Saat melewati jalur berpasir, mereka tak perlu khawatir kemasukan pasir karena para porter gunung bisa dengan mudah membuangnya.

    Selain itu, menggunakan sepatu akan membuat porter gunung tidak merasa nyaman dengan kondisi kaki mereka yang dipenuhi oleh pasir yang bisa saja menimbulkan risiko lecet. Dengan begitu, porter gunung akan lebih mudah membawa beratnya logistik para pendaki menanjak di jalur pendakian yang berpasir.

  3. 3. Mengurangi risiko pertumbuhan bakteri

    ilustrasi seseorang menggunakan sendal jepit di jalan basah
    ilustrasi seseorang menggunakan sendal jepit di jalan basah (pexels.com/Suvrodip Saha)

    Selain dikenal memiliki jalur berpasir, gunung di Indonesia juga dipenuhi oleh hutan hujan tropis yang memiliki tingkat kelembapan lebih tinggi dan tak jarang terjadi hujan lebat. Kondisi inilah yang membuat jalur pendakian berlumpur, basah, dan menciptakan genangan air yang cukup luas sehingga para pendaki terpaksa melewatinya dengan risiko kaki mereka basah terendam. Bagi porter gunung yang membutuhkan waktu berhari-hari di gunung, jelas itu akan memicu risiko pertumbuhan bakteri.

    Di sinilah sandal sangat membantu peran para porter gunung. Walaupun mereka melewati berbagai jalur basah di gunung, kaki mereka bisa tetap kering dengan mudah setelah sandal dicopot. Hal ini bisa terjadi karena sandal jepit tetap memberikan sirkulasi udara yang lebih bebas dibandingkan sepatu yang melindungi rapat kaki seorang pendaki.

  4. 4. Faktor ekonomis, fleksibilitas, dan mudah untuk diganti

    ilustrasi sandal jepit
    ilustrasi sandal jepit (pexels.com/Madi)

    Poin penutup ini mungkin akan menjawab rasa penasaran kamu karena paling logis. Sandal jepit umumnya memiliki bobot yang sangat ringan, sehingga para porter gunung tidak perlu lagi terbebani oleh sepatu gunung yang memiliki beban cukup berat. Desain standar dari sandal jepit juga bisa memberikan kebebasan porter dalam bergerak cepat saat memikul beban berat.

    Selain faktor kenyamanan, harga ekonomis dari sandal jepit juga menjadi satu alasan paling logis bagi para porter. Dibandingkan memakai sepatu yang mahal, lebih baik porter tersebut memakai sandal jepit yang bisa dibeli di warung karena bisa menghemat pengeluaran mereka. Selain itu, di saat sandal jepit yang mereka gunakan rusak atau putus, mereka dengan mudah menggunakan sandal cadangan untuk menggantinya.

    Sandal jepit merupakan salah satu identitas paling ikonik yang dimiliki oleh para porter gunung. Bukan hanya soal kesederhanaan, tapi sandal jepit memiliki keserasian yang sangat pas dengan pekerjaan porter gunung. Dari keempat poin sebelumnya, kamu jadi sudah tahu mengapa mayoritas porter gunung selalu memakai sandal jepit, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More