Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Bertahan saat Terjebak Hujan Lebat di Pendakian

ilustrasi hujan
ilustrasi hujan (unsplash.com/Matt & Chris Pua)

Hujan lebat merupakan salah satu kondisi alam yang paling sering dihadapi oleh para pendaki, terutama ketika berada di jalur dengan cuaca yang sangat sulit diprediksi. Situasi ini bukan hanya dapat mengganggu kenyamanan dalam pendakian, namun juga bisa meningkatkan risiko hipotermia atau potensi tersesat apabila tidak ditangani dengan tepat.

Setiap pendaki harus memahami langkah pertahanan yang benar pada saat terjebak hujan lebat di pendakian. Oleh sebab itu, ketahuilah beberapa cara berikut ini agar tetap bertahan ketika hujan lebat, sehingga tetap aman tanpa masalah.

1. Segera gunakan perlengkapan pelindung hujan

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (unsplash.com/Lucie Capkova)

Pada saat hujan mulai turun dengan deras, maka gunakan jas hujan atau ponco secepat mungkin untuk melindungi tubuh dari air dan angin dingin. Perlengkapan yang ada bisa berfungsi untuk memastikan suhu tubuh akan tetap stabil, serta mencegah pakaian basah yang mungkin dapat memicu risiko hipotermia.

Selain jas hujan, pastikan tas carrier telah dilengkapi dengan penutup tahan air agar perlengkapan penting tetap dalam kondisi kering. Kondisi barang yang terproteksi dapat membantu pendaki untuk bertahan lebih lama dan tetap siap dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

2. Cari tempat berteduh yang aman

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (unsplash.com/Annie Spratt)

Mencari tempat berteduh merupakan langkah penting untuk mengurangi paparan hujan secara langsung. Pilihlah lokasi yang relatif datar, jauh dari aliran air, serta tidak sampai berada di bawah pohon tinggi yang mungkin berisiko tumbang.

Jika memungkinkan, manfaatkan jarak batu atau area hutan yang rapat sebagai perlindungan sementara. Pastikan tempat tersebut benar-benar aman dari potensi longsor atau runtuhan bantu yang mungkin dapat membahayakan keselamatan.

3. Kurangnya aktivitas dan jaga energi tubuh

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (pexels.com/Pixabay)

Hujan lebat akan membuat jalur pendakian menjadi lebih licin dan berbahaya, sehingga dapat mengurangi kecepatan dan juga intensitas pergerakan yang dilakukan. Langkah ini akan membantu menekan risiko terpeleset, sekaligus memastikan stamina tidak sampai cepat terkuras.

Pendaki disarankan untuk beristirahat sejenak sambil terus mengonsumsi makanan berenergi tinggi. Dengan asupan kalori yang cukup, maka bisa menghasilkan daya tahan tubuh yang cukup dalam kondisi cuaca yang dingin dan juga basah.

4. Pantau kondisi cuaca dan komunikasi tim

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (pexels.com/Darina Belonogova)

Selama hujan lebat berlangsung, pantau perubahan cuaca secara berkala dan perhatikan tanda-tanda alam di sekitar jalur pendakian. Jika hujan tidak kunjung reda dan kondisi semakin berbahaya, maka pertimbangkan untuk menghentikan proses pendakian sementara.

Komunikasi antar personal tim harus tetap terjaga dengan baik agar tidak sampai ada anggota yang mungkin tertinggal di belakang. Koordinasi yang baik dapat membantu pengambilan keputusan secara bersama dan juga menghindari berbagai risiko yang tidak diinginkan.

Terjebak hujan lebat di pendakian memang menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pendaki. Namun, melalui persiapan yang matang dan kewaspadaan ekstra, maka risiko bahaya dapat diminimalisir. Bagaimana pun keselamatan tentu merupakan faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Destinasi Wisata di Osaka yang Cocok Dikunjungi Semua Usia

13 Jan 2026, 15:45 WIBTravel